Dedi Mulyadi: Kasus Covid-19 Tetap Naik karena Isolasi Mandiri Tak Berjalan Baik

Kompas.com - 02/06/2020, 05:54 WIB
Dedi Mulyadi saat menemui Andri dan ayahnya yang hidup terlunta-lunta akibat wabah corona di Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (15/5/2020). handoutDedi Mulyadi saat menemui Andri dan ayahnya yang hidup terlunta-lunta akibat wabah corona di Purwakarta, Jawa Barat, Jumat (15/5/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi menilai, perkembangan kasus Covid-19 yang masih belum menunjukkan tren penurunan yang signifikan karena salah satunya isolasi mandiri yang tidak berjalan dengan baik.

Hal itu terlihat dari sejumlah kasus di daerah yang satu keluarga menularkan corona ke anaknya. Lalu ada satu keluarga diduga terinfeksi dan melakukan aktivitas normal. Kemudian pedagang di pasar menularkan virus corona ke pelanggan dan lainnya.

"Itu menunjukkan bahwa isolasi mandiri tidak berjalan dengan baik," kata Dedi kepada Kompas.com via telepon, Senin (1/6/2020).

Baca juga: Dedi Mulyadi Tanggung Kebutuhan Pasien Covid-19 dan Keluarga yang Jalani Karantina

Menurut Dedi, tidak berjalannya isolasi mandiri baik bagi warga positif corona, pasien dalam pemantauan (PDP), orang dalam pengawasan (ODP) atau bahkan orang tanpa gejala (OTG) karena secara umum kurang dipantau petuga. Menurutnya, petugas jarang memeriksa situasi di rumah mereka yang melakukan isolasi mandiri.

"Ketika bilang isolasi mandiri, petugas tidak mengecek situasi rumah, dengan siapa, kamar berapa, itu tak dilakukan. Dampaknya, mereka tak terkontrol dengan baik," kata wakil ketua Komisi IV ini.

Menurut Dedi, isolasi mandiri itu memerlukan kedisplinan. Isolasi mandiri di rumah malah cocok diterapkan di luar negeri karena mereka tetap disiplin untuk tinggal di rumah.

Selain itu, rata-rata warga di sana bersifat individual sehingga ketika isolasi mandiri, ia benar-benar tinggal sendirian. 

Berbeda dengan di Indonesia. Satu rumah bisa diisi beberapa orang dan mereka sering tidak tahan tinggal di rumah dan ingin keluar atau berinteraksi dengan orang lain.

"Misalnya, seorang kakek yang terindikasi Covid-19 tak tahan ingin menggendong cucunya. Akibatnya, sang cucu tertular," katanya. 

Peran RT dan RW

Dedi kembali mengingatkan agar pengawasan teknis di lapangan ditingkatkan dengan melibatkan kekuatan kepemimpinan RT dan RW dengan membangun ketahanan lingkungan.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tragis, Bocah Tewas Tertabrak Truk Tangki Saat Tidur Lelap di Rumah

Tragis, Bocah Tewas Tertabrak Truk Tangki Saat Tidur Lelap di Rumah

Regional
Nasib Malang Pengemudi Ojol, Terkena Order Fiktif, Uang Tabungan Juga Habis Dikuras Penipu

Nasib Malang Pengemudi Ojol, Terkena Order Fiktif, Uang Tabungan Juga Habis Dikuras Penipu

Regional
[POPULER NUSANTARA] Klarifikasi Wali Kota Tegal Soal Konser Dangdut | Jumlah Harta Kekayaan Adik Ratu Atut

[POPULER NUSANTARA] Klarifikasi Wali Kota Tegal Soal Konser Dangdut | Jumlah Harta Kekayaan Adik Ratu Atut

Regional
Beri Tumpangan yang Berujung Pembunuhan, Perempuan Hamil Tewas di Tangan Begal

Beri Tumpangan yang Berujung Pembunuhan, Perempuan Hamil Tewas di Tangan Begal

Regional
Kepalanya Terbentur Batu Usai Diperkosa 5 Pria, Wanita Ini Tewas

Kepalanya Terbentur Batu Usai Diperkosa 5 Pria, Wanita Ini Tewas

Regional
Pengakuan Pelaku Pemerkosaan Wanita di Pinggir Sungai

Pengakuan Pelaku Pemerkosaan Wanita di Pinggir Sungai

Regional
Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Pasien Covid-19 Meninggal Setelah Kabur dari Rumah Sakit, Dimakamkan Tanpa Protokol Kesehatan

Regional
Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Pura-pura Jadi Pembeli, Eks Karyawan Toko Emas Rampok Perhiasan Senilai 170 Juta

Regional
Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Gubernur Sulsel Tunjuk 7 Pjs Gantikan Bupati yang Cuti Kampanye, Ini Rinciannya...

Regional
Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Kota Malang Masih Zona Merah, Jalan Ijen Ditutup Saat Akhir Pekan

Regional
Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Temukan Wanita Pingsan di Pinggir Sungai, Bukannya Ditolong Malah Diperkosa 5 Pria

Regional
3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

3 Tenaga Medis Positif Covid-19, Layanan IGD RS Abdul Manap Jambi Ditutup

Regional
Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Bupati Serang dan Pandeglang Cuti Kampanye, Wagub Banten Tunjuk 2 Pjs

Regional
Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Ketua PN Lubuk Basung Sumbar Meninggal karena Tenggelam di Kolam Renang

Regional
Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Kasus Positif Covid-19 di Riau Bertambah 263 dan Sembuh 195 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X