Cerita Perawat Jaga Pasien Covid-19, Kacamata Berembun hingga Masker Basah Keringat

Kompas.com - 31/05/2020, 13:53 WIB
Tim Medis Anti Covid-19 RSUD Ulin Banjarmasin banjarmasinpost.co.idTim Medis Anti Covid-19 RSUD Ulin Banjarmasin
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - LT salah seorang perawat untuk pasien Covid-19 di RSUD Ulin Banjarmasin mengaku sering kesulitan saat memakai APD khususnya di bagian wajah.

Saat bertugas dan menggunakan APD berjam-jam, dia harus menggunakan kacamata khusus. Terkadang kacamata terus berembun sehingga menggangu penglihatannya saat melakukan tindakan

"Iya agak sedikit menyusahkan, Kami kan pakai kacamata khusus gitu, nah kadang kacamatanya itu bisa berembun saat di dalam ruang tindakan. jadinya kami agak susah melihat saat melakukan tindakan keperawatan karena kacamatanya buram," katanya kepada Banjarmasinpost.co.id. Jumat (29/05/2020).

Baca juga: Kegembiraan di Ambun Pagi, Saat Perawat dan Pasien Berjuang Mengalahkan Covid-19

Namun ia berusaha mengatasi permasalahan tersebut agar bisa melayani pasien.

"Kami harus selalu melakukan dan memberikan pelayanan maksimal yang Kami bisa," tambahnya.

Hal yang sama juga diungkapkan AA (27), rekan satu profesi LT. AA mengaku kesulitan saat menggunakan masker N95 yang dilapisi masker bedah.

Ia mengaku hal tersebut membuatnya sulit bernafas, terutama jika masker tersebut sudah basah akibat terkena keringat.

Baca juga: 64 Orang WNI di Kuwait Terinfeksi Virus Corona, Sebagian Besar Berprofesi Perawat

"Kami memakai hazmat dan masker n95 dilapisi pakai masker bedah, yang sewaktu-waktu bisa menganggu pernapasan kami, kalau masker-masker itu sudah basah akibat keringat. Jadi kalau belum selesai tindakan ya mau tidak mau kami tahan sambil engap-engapan, karena prosedurnya masuk ruang tindakan minimal 2 jam," ujarnya.

AA mengaku merasa takut saat pertama kali menjalani tugasnya. Perasaan takut itu, menurutnya, juga dirasakan oleh petugas kesehatan lainnya.

"Kami juga tidak munafik. Kami awal-awal juga takut karena virus corona ini tidak menutup kemungkinan bisa menyerang kami," katanya.

Baca juga: Suami Istri Perawat dan Anak Mereka Usia 2 Tahun Positif Corona

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Tak Punya Biaya Berobat, Pria Ini Selama 25 Tahun Hanya Terbaring akibat Tubuhnya Kaku seperti Kayu

Regional
Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Saiful Ilah Tersangkut Korupsi, Nur Ahmad Meninggal, Hudiyono Dilantik Jadi Penjabat Bupati Sidoarjo

Regional
328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

328 Santri di Banyumas Terpapar Covid-19, Forum Ponpes: Ini Bukan Aib

Regional
Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Serunya Jelajah Museum Multatuli secara Virtual, Begini Caranya

Regional
Tubuhnya Kaku 25 Tahun, Tepu Hanya Bisa Berguling ke Lubang jika Ingin Mandi dan Buang Air

Tubuhnya Kaku 25 Tahun, Tepu Hanya Bisa Berguling ke Lubang jika Ingin Mandi dan Buang Air

Regional
Bawa Celurit supaya Dianggap Keren oleh Pacar, Pemuda Ini Gugup Saat Ditangkap Polisi

Bawa Celurit supaya Dianggap Keren oleh Pacar, Pemuda Ini Gugup Saat Ditangkap Polisi

Regional
328 Santri di Banyumas Terjangkit Covid-19, 20 Sudah Sembuh

328 Santri di Banyumas Terjangkit Covid-19, 20 Sudah Sembuh

Regional
Banyak Petahana Maju Pilkada, Bawaslu Jabar Fokus Awasi Netralitas ASN

Banyak Petahana Maju Pilkada, Bawaslu Jabar Fokus Awasi Netralitas ASN

Regional
Calon Bupati Adakan Lomba Pantun, Kampanye Sempat Dipenuhi Warga

Calon Bupati Adakan Lomba Pantun, Kampanye Sempat Dipenuhi Warga

Regional
Bocah 10 Tahun Disiksa Ayah lalu Dibuang, Kapolres Pelalawan: Daripada Dia Mati, Saya Rawat

Bocah 10 Tahun Disiksa Ayah lalu Dibuang, Kapolres Pelalawan: Daripada Dia Mati, Saya Rawat

Regional
Pasien Covid-19 di Tangerang Mayoritas OTG, Kapasitas Rumah Singgah Ditambah

Pasien Covid-19 di Tangerang Mayoritas OTG, Kapasitas Rumah Singgah Ditambah

Regional
2 Warga Kota Tegal Meninggal karena Covid-19, Salah Satunya Kepala Sekolah Dasar

2 Warga Kota Tegal Meninggal karena Covid-19, Salah Satunya Kepala Sekolah Dasar

Regional
Dalam Sehari 8 Warga Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Dalam Sehari 8 Warga Riau Meninggal Dunia akibat Covid-19

Regional
Hoaks, 'Voice Note' Lampung Akan Dilanda Gempa 8 SR

Hoaks, "Voice Note" Lampung Akan Dilanda Gempa 8 SR

Regional
Disetujui Mendagri, Perda Normal Baru di Sumbar Segera Diterapkan

Disetujui Mendagri, Perda Normal Baru di Sumbar Segera Diterapkan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X