Kompas.com - 29/05/2020, 19:09 WIB
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (14/5/2020). Humas Pemprov JabarGubernur Jawa Barat Ridwan Kamil saat ditemui di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Kamis (14/5/2020).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengizinkan 15 daerah di zona biru untuk melaksanakan tatanan normal baru atau adaptasi kehidupan baru di tengah pandemi Covid-19.

Beberapa sektor pun mulai bisa dibuka secara bertahap dimulai dengan tempat ibadah.

Namun, untuk aktivitas sekolah dan objek wisata belum bisa dibuka.

Baca juga: 15 Daerah di Jabar Siap Jalani New Normal, Begini Tahapannya

 

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, pihaknya enggan buru-buru membuka sekolah dan objek wisata.

"Bagaimana dengan pendidikan, khusus sekolah belum boleh meski di zona biru," kata Emil, sapaan akrabnya dalam konferensi pers di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Jumat (29/5/2020).

Ia beralasan, saat ini pihaknya masih meneliti lebih dalam untuk memastikan para siswa tak terpapar Covid-19.

"Kami akan meneliti lebih dalam karena jumlahnya (siswa) jutaan. Ini keselamatan anak-anak, harus kita utamakan. Jadi dari pentahapan AKB ini sekolah mungkin terakhir sampai kami betul-betul yakin tidak ada ancaman luar biasa, baru wacana, sekolah kembali itu diputuskan terakhir," ungkapnya.

Begitu juga dengan sektor pariwisata. Emil mengatakan, hanya beberapa jenis objek wisata kategori individual tourist yang mulai bisa dibuka seperti aktivitas pendakian.

"Artinya tidak buru-buru bertahap tetap waspada. Termasuk pariwisata bagaimana di zona biru, kalau di zona kuning tutup, kalau di zona biru boleh buka tapi individual tourist, wisatawan yang datang sendiri, hiking, wisata keluarga belum boleh di tahap satu," paparnya.

Ia menambahkan, selama pemberlakukan adaptasi kehidupan baru, aparat dari kepolisian dan TNI akan diterjunkan semata untuk memastikan protokol kesehatan dilaksanakan.

"Dan polisi sesuai arahan Pak Presiden akan mengawal AKB ini. Ada 21.000 petugas, 17.000 anggota polisi dan 4.000 TNI yang akan mengawal. Selama AKB jangan kaget ada polisi TNI di dalam mal, nempel di acara sosial, ibadah, semata hanya memastikan tiga hal, jaga jarak, pakai masker, dan cuci tangan terlaksana," ujar Emil.

Baca juga: Masuk Zona Biru, 15 Daerah di Jabar Bakal Jalani Tatanan Normal Baru

"Jadi saya bilang jangan senang dulu, kalau buru-buru, tidak bertahap, zona biru bisa ke kuning, kuning ke merah, maka dijaga kedisiplinan," jelasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Semangati Pengusaha Jasa Dekorasi, Wagub Jatim: Jangan Pernah Kendur dan Pesimis

Regional
Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Kepada Kepala Daerah di Jatim, Wagub Emil: Mari Kita Pastikan Tidak Ada Pungutan Liar di SMA/SMK

Regional
Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Kisah Warga Desa Pana di NTT Alami Krisis Air Bersih, Kini Teraliri Harapan Pun Bersemi

Regional
DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

DMC Dompet Dhuafa Gelar Aksi Bersih-bersih Rumah Warga Terdampak Gempa Banten

Regional
Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Tanggapan Tim Ahli LPPM ULM, Usai Uji Coba Raperda Jalan Khusus DPRD Tanah Bumbu

Regional
BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

BPS Catat Penurunan Angka Penduduk Miskin Jateng hingga 175.740 Orang

Regional
Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Berdayakan Masyarakat Jateng, Ganjar Dapat Penghargaan dari Baznas

Regional
Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Ada Kasus Omricon di Kabupaten Malang, Wagub Emil Pastikan Terapkan PPKM Mikro Tingkat RT

Regional
Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Zakat ASN Pemprov Jateng 2021 Terkumpul Rp 57 Miliar, Berikut Rincian Penyalurannya

Regional
Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-'bully' Warganet

Berencana Kembalikan Bantuan dari Ganjar, Fajar Malah Di-"bully" Warganet

Regional
Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Cegah Omicron di Jateng, Ganjar: Tolong Prokes Dijaga Ketat

Regional
Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Sambut Tahun Baru, Dompet Dhuafa Gelar Doa Bersama di Lapas Narkotika Gunung Sindur

Regional
Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Bantuan Tunai Kurang Efektif Entaskan Kemiskinan, Pemprov Jateng Genjot Pembangunan RSLH

Regional
Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Hasil Monitor Dishub, Ada 162 Truk Angkutan Batu Bara Lintasi Underpass Banjarsari Per Jam

Regional
Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Cek Langsung ke Pasar Sukomoro, Wagub Emil Dapati Harga Bawang Merah Turun

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.