Pasutri di Ciamis Tewas Usai Pesta Miras, Penjualnya Mengaku Pesan Online dari Jakarta

Kompas.com - 28/05/2020, 15:52 WIB
Kapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra menjelaskan kejadian tewasnya suami istri usai pesta miras, Kamis (28/5/2020). DOKKapolres Ciamis AKBP Dony Eka Putra menjelaskan kejadian tewasnya suami istri usai pesta miras, Kamis (28/5/2020).

CIAMIS, KOMPAS.com - Aparat Kepolisian Resor Ciamis, Jawa Barat telah mengamankan penjual minuman keras jenis Suliwa yang merenggut nyawa pasangan suami istri, RG (28) dan MY (28) di Ciamis, Kamis (28/5/2020). Ada dua orang yang diamankan petugas.

"Sampai saat ini kita sudah amankan si penjual, lagi kita dalami," kata Kapolres Ciamis, AKBP Dony Eka Putra melalui sambungan WhatsApp, Kamis (28/5/2020).

Hasil pemeriksaan sementara, lanjut Dony, korban mendapat miras dari dua orang tersebut. Sementara para penjual ini mengaku mendapat miras tersebut dari Jakarta. "Mereka memesannya secara online," jelas Dony.

Saat ditanya apakah miras tersebut oplosan, Dony mengatakan pihaknya masih mendalaminya.

"Apakah oplosan atau miras yang dijual bebas, sedang kami dalami," kata Dony.

Baca juga: Kumpul Minum Miras di Jayapura Dibubarkan Pakai Water Cannon, 1 Tewas, Keluarganya Marah dan Blokade Jalan

Ihwal pemeriksaan saksi, Dony mengatakan, pihaknya belum memeriksa tiga orang yang ikut pesta miras bersama pasutri tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Hal ini karena tiga saksi tersebut, yakni Si, AR, BI kondisinya belum stabil.

"Masih dalam perawatan. Belum kita periksa," kata Dony.

Menurut Dony, tiga saksi tersebut masih dirawat di RSUD Ciamis. Setelah kondisi mereka stabil, petugas akan memeriksanya.

"Sehingga kita ketahui apa yang mereka minum dan campuran apa yg mereka gunakan," jelas Dony.

Baca juga: Pasutri Positif Covid-19 Pulang ke Magetan, Bupati: Sepengetahuan Ibu Gubernur

Sebelumnya, pasangan suami istri di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, RG (28) dan MY (28) tewas usai pesta minuman keras oplosan, Rabu (27/5/2020).

Mereka diduga menenggak miras jenis Suliwa.

Pesta miras tersebut, terjadi pada Senin (25/5/2020) sore pukul 16.00 WIB. Ada lima orang yang ikut pesta miras, mereka adalah RG, MY, Si, AR, BI.

"Mereka minum (miras) hari Senin. Hari Selasa sesak nafas dan dibawa ke RSU. Hari Rabu dua dari lima orang ini tidak tertolong, meninggal dunia," kata Dony. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Wabup Luwu Utara Resmikan Program Air Bersih untuk 60 KK di Desa Pombakka, Malangke Barat

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Tinjau Vaksinasi di Tanjung Emas, Walkot Hendi Pastikan Vaksin Covid-19 Aman Digunakan

Regional
Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Kejari Semarang Bantu Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar, Pemkot Berikan Apresiasi

Regional
Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Penanganan Covid-19 di Kota Medan Dinilai Sudah “On the Track”, Pengamat Kesehatan Puji Kinerja Bobby

Regional
Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Ada 499 Pasien Covid-19 dari Luar Semarang, Walkot Hendi Siapkan Hotel untuk Karantina

Regional
Apresiasi Penanganan Covid-19  di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Apresiasi Penanganan Covid-19 di Luwu Utara, Kapolda Sulsel: Protokol Kesehatan Jangan Kendor

Regional
Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Bupati IDP Harap Kedatangan Pangdam XIV Hasanuddin dan Rombongan Bisa Bantu Pulihkan Luwu Utara

Regional
Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi 'Drive Thru'

Antisipasi Kerumunan, Wali Kota Hendi Batasi Kuota Vaksinasi "Drive Thru"

Regional
Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Pemkab Luwu Utara Genjot Pembangunan 1.005 Huntap Bagi Korban Banjir Bandang

Regional
Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Pastikan Luwu Utara Bebas BAB Sembarangan, Bupati IDP Harap Hasil Verifikasi Kabupaten ODF Valid

Regional
Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Tercatat 217 UMKM Ajukan Surat PIRT, Bupati Lampung Timur: Jangan Dipersulit

Regional
Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Dua Bangunan di Kota Metro Jadi Cagar Budaya, Walkot Wahdi: Bisa Jadi Referensi Penelitian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X