Soal Penerapan New Normal, Bandara Kertajati Tunggu Arahan Kemenhub

Kompas.com - 27/05/2020, 17:37 WIB
Ilustrasi bandara saat pandemi corona. Justin Chin/BloombergIlustrasi bandara saat pandemi corona.

BANDUNG, KOMPAS.com - PT Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) akan menunggu arahan Kementerian Perhubungan soal penerapan new normal di tengah pandemi Covid-19 di sektor pelayanan transportasi udara.

Direktur Utama PT BIJB Salahudin Rafi mengatakan, manajemen bandara sudah menyusun skema pelayanan yang menerapkan konsep new normal.

" Bandara Kertajati siap menerapkan kebijakan new normal untuk operator penerbangan, maskapai, pengelola bandara dan penumpang," kata Rafi dalam keterangan resminya, Rabu (27/5/2020).

Baca juga: 110 Daerah yang Belum Terdampak Covid-19 Bersiap Terapkan New Normal

Secara internal, pihaknya sudah menyusun skemanya dengan Dinas Perhubungan Jawa Barat.

"Tinggal menunggu detail lebih lanjut dari Kementerian Perhubungan,” tuturnya.

Merujuk hasil survei yang digelar manajemen bandara pada 647 responden selama 10 hari (17-26 Mei), keinginan masyarakat untuk kembali menggunakan fasilitas penerbangan dari Kertajati terbilang masih tinggi.

Rafi mencatat terdapat 62 persen calon penumpang berniat melakukan perjalanan udara via Kertajati.

Kemudian sekitar 72 persen masyarakat yang bersedia menunggu 1-3 bulan untuk kembali menggunakan moda transportasi udara.

"Survei juga menunjukan penerapan kebijakan new normal di sektor transportasi udara dan penerapan protokol kesehatan membuat keyakinan calon penumpang untuk terbang makin solid," kata dia.

Baca juga: Soal New Normal, Gubernur Sumsel: Protokol Kesehatan yang Lebih Diperketat

Dari hasil kajian yang sudah disusun, Rafi merinci kebijakan new normal untuk operator penerbangan meliputi penerapan protokol kesehatan pada seluruh fasilitas bandara, tenant, kru bandara dan maskapai, layanan kargo.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran via Cineam Tertutup Longsor

Jalan Alternatif Tasikmalaya-Pangandaran via Cineam Tertutup Longsor

Regional
Puting Beliung Wonogiri yang Viral, Ukurannya Terbesar dari Sebelumnya

Puting Beliung Wonogiri yang Viral, Ukurannya Terbesar dari Sebelumnya

Regional
Rasa Haru Anggota TNI Dibangunkan Rumah oleh Wakapolres

Rasa Haru Anggota TNI Dibangunkan Rumah oleh Wakapolres

Regional
Perdik Sulsel Minta Pemerkosa Penyandang Disabilitas Dijerat Pasal Berlapis

Perdik Sulsel Minta Pemerkosa Penyandang Disabilitas Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Cemburu Baca Pesan di WhatsApp, Suami Cekik Istri 30 Menit hingga Tewas

Cemburu Baca Pesan di WhatsApp, Suami Cekik Istri 30 Menit hingga Tewas

Regional
Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujuannya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujuannya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Regional
Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Regional
Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Regional
Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Regional
Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Regional
Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Regional
'Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak'

"Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak"

Regional
9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

Regional
Seorang Ayah Gantung Diri di Pohon Asam, Diduga Usai Bunuh Putrinya hingga Alami Gangguan Jiwa

Seorang Ayah Gantung Diri di Pohon Asam, Diduga Usai Bunuh Putrinya hingga Alami Gangguan Jiwa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X