Belum Terapkan New Normal, Tanggap Darurat di Salatiga Diperpanjang Satu Bulan

Kompas.com - 27/05/2020, 16:08 WIB
Wali Kota Salatiga Yuliyanto menyerahkan bantuan faceshield kepada pedagang Pasar Pagi. KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANAWali Kota Salatiga Yuliyanto menyerahkan bantuan faceshield kepada pedagang Pasar Pagi.

SALATIGA, KOMPAS.com - Masa tanggap darurat penanganan Covid-19 di Kota Salatiga, Jawa Tengah, diperpanjang selama satu bulan. Status ini sudah berlaku sejak 1 April 2020.

Wali Kota Salatiga, Yuliyanto mengatakan penambahan masa tanggap darurat tersebut karena saat ini jumlah warga yang terpapar Covid-19 terhitung tinggi.

"Kita belum berpikir ke arah penerapan new normal. Tapi nanti di penambahan masa tanggap darurat ini ada modifikasi agar masyarakat nyaman, termasuk penyebaran Covid-19 bisa ditekan," kata Yuliyanto di Rumah Dinas Wali Kota Salatiga, Rabu (27/5/2020).

Baca juga: Positif Corona, Pemudik Asal Jakarta Meninggal Dunia di Salatiga

Dikatakan, masyarakat harus turut membantu pemerintah dalam mengatasi wabah Covid-19 ini.

Di antaranya dengan menjalankan protokol kesehatan secara disiplin.

"Gerakan razia masker juga akan digencarkan. Pelanggar diharuskan foto bersama Satpol PP saat membawa papan pernyataan, agar ada efek jera," kata Yuliyanto.

Selain itu, Pemkot Salatiga juga berencana membeli alat Ultrafast Covid-19 Portable PCR.

Alat ini berfungsi untuk melakukan tes swab secara cepat berguna untuk menunjang manajemen orang tanpa gejala (OTG) dalam penanganan wabah.

"Dengan alat tersebut, positif atau tidaknya seseorang bisa diketahui hanya dalam waktu 40 menit," ungkap Yuliyanto.

Baca juga: Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Dalam satu pengecekan, bisa dilakukan pemeriksaan terhadap delapan sampel.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Salatiga, Siti Zuraida menambahkan hari ini ada penambahan dua pasien positif.

Sehingga total ada 42 orang, 28 orang masih dirawat dan 14 orang sudah sembuh. "Mereka berasal dari Klaster Blondo Celong. Satu wanita, 45 tahun, dan satu lagi wanita usia 70 tahun. Keduanya dari Kelurahan Kutowinangun Kidul," jelasnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Cerita Guru Honorer David Berdayakan Lansia untuk Buat Pot Sabut Kelapa: Gaji Minus Tak Masalah

Regional
Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Bahar bin Smith Menolak Diperiksa Polisi, Ini Kata Pengacara

Regional
Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Seorang Pria Tembak Kepala Ayah Teman Anaknya hingga Tewas

Regional
5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

5 Fakta Bocah 8 Tahun Kleptomania di Nunukan, Dicekoki Susu Campur Sabu hingga Ibu Pernah Ditahan di Malaysia

Regional
Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Kabupaten Cianjur Terancam Zona Merah Covid-19

Regional
Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Gara-gara Pasien Covid-19 Menolak Diisolasi, Satu Kawasan Dikarantina

Regional
Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Ketua FPI Pekanbaru dan Seorang Anggotanya Jadi Tersangka

Regional
Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Suami Bupati dan 36 Pegawai Pemkab Brebes Positif Covid-19 Usai Tur ke Bromo, Ganjar: Kurangi Piknik

Regional
Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Gentar, Guru Asli Orang Rimba yang Tak Ingin Lagi Warga Pedalaman Ditipu

Regional
Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Ayah Angkat Ceritakan Kelamnya Masa Kecil Bocah Diduga Kleptomania

Regional
Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Aksara Bali di Proyek Rp 22 Miliar Alun-alun Gianyar Keliru

Regional
Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Cerita Dimas, Sukses Kembangkan Budidaya Tanaman Bonsai Kelapa Beromzet Jutaan Rupiah

Regional
Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Menyoal Penularan Covid-19 Saat Sekolah Tatap Muka di Gunungkidul, Siswa Terpapar dari Guru Positif Corona

Regional
Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Ganjar Pertimbangkan Sekolah Tatap Muka Tak Digelar Serentak

Regional
Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Fotonya Bersama Ganjar Disalahgunakan untuk Kampanye Calon Bupati Purbalingga, Kader PDI P Lapor Bawaslu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X