Pemkot Solo Akan Tutup Pasar Tradisional 14 Hari Jika Ada Pedagang Positif Corona

Kompas.com - 27/05/2020, 13:55 WIB
Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo.

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Solo akan menutup sementara aktivitas pasar tradisional selama 14 hari, jika ada pedagang yang hasil swab-nya terkonfirmasi positif terkena virus corona atau Covid-19.

Pemkot diketahui telah melakukan rapid test kepada para pedagang pasar tradisional di Solo.

Dari sekian pedagang yang menjalani rapid test, ada dua yang hasilnya dinyatakan reaktif. Dua pedagang berasal dari Pasar Depok.

"Ada dua pedagang hasil rapid tesnya reaktif. Dua pedagang ini dari Pasar Depok," kata Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo di Solo, Jawa Tengah, Rabu (27/5/2020).

Baca juga: Tak Ingin Jadi Penyebar Virus Corona, Wali Kota Solo Jalani Rapid Test

Dua pedagang yang hasil rapid test-nya reaktif tersebut sudah melakukan uji swab tenggorokan. Pihaknya masih menunggu hasil swab tersebut keluar.

"Kalau nanti ada pedagangnya positif satu akan ditutup selama 14 hari," terang Rudy.

Penutupan sementara selama 14 hari juga berlaku bagi pusat perbelanjaan maupun pasar modern di Solo, jika ada salah satu karyawannya terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.

"Sementara ini belum ada yang terkena (virus corona). Baru dua pedagang hasil rapid test-nya reaktif. Mudah-mudahan hasil (swab) nanti negatif," imbuh dia.

Rudy mengimbau pedagang maupun pembeli untuk tetap melaksanakan protokol tetap (protap) kesehatan pencegahan Covid-19 dengan cara memakai masker, menjaga jarak dan selalu mencuci tangan dengan sabun.

"Jadi, mohon pengertiannya supaya pedagang dan pembeli tetap melaksanakan protap kesehatan penanganan Covid-19," ungkap Rudy.

Baca juga: Status KLB Corona di Solo Kembali Diperpanjang hingga 7 Juni 2020

Kepala Dinas Kesehatan Kota Solo, Siti Wahyuningsih mengatakan, akan kembali melaksanakan rapid test setelah Lebaran dengan menyasar pasar tadisional dan pusat perbelanjaan.

"Seminggu setelah lebaran kita akan lakukan rapid test untuk pasar tradisional dan mal," ungkap Siti.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Penjelasan IDI soal Tingginya Kasus Covid-19 di Kalsel

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 10 Juli 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 10 Juli 2020

Regional
Anggota DPRD yang Jamin Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar Diperiksa Polisi

Anggota DPRD yang Jamin Pengambilan Jenazah Covid-19 di Makassar Diperiksa Polisi

Regional
Klaster Secapa AD Ditangani TNI, Ini yang Dilakukan Gugus Tugas Jabar

Klaster Secapa AD Ditangani TNI, Ini yang Dilakukan Gugus Tugas Jabar

Regional
Toko Butik Tutup Gegara Corona, Kakak Adik Ini Ganti Jual Beras Kemasan, Omzet Rp 150 Juta Sebulan

Toko Butik Tutup Gegara Corona, Kakak Adik Ini Ganti Jual Beras Kemasan, Omzet Rp 150 Juta Sebulan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 10 Juli 2020

Regional
RSSI Pangkalan Bun Penuh, Gugus Tugas Siapkan 14 Ruang Isolasi Alternatif

RSSI Pangkalan Bun Penuh, Gugus Tugas Siapkan 14 Ruang Isolasi Alternatif

Regional
Data Sementara Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Orang Positif Covid-19

Data Sementara Klaster Secapa AD Bandung, 1.200 Orang Positif Covid-19

Regional
Detik-detik 2 Petani Meninggal akibat Disengat Lebah

Detik-detik 2 Petani Meninggal akibat Disengat Lebah

Regional
Jembatan Utama Putus, Ibu Hamil Ditandu Melintasi Batang Bambu

Jembatan Utama Putus, Ibu Hamil Ditandu Melintasi Batang Bambu

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 10 Juli 2020

Regional
Mendagri Minta 11 Pemkab di Papua Segera Cairkan NPHD Pilkada 2020

Mendagri Minta 11 Pemkab di Papua Segera Cairkan NPHD Pilkada 2020

Regional
Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Kabupaten Sitaro Ditutup

Pedagang Positif Corona, 2 Pasar Tradisional di Kabupaten Sitaro Ditutup

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 10 Juli 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 10 Juli 2020

Regional
Mari Bantu Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam dengan 1 Hati, Butuh Biaya Operasi Rp 1 Miliar

Mari Bantu Anaya dan Inaya, Bayi Kembar Siam dengan 1 Hati, Butuh Biaya Operasi Rp 1 Miliar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X