Tidak Perpanjang PSBB, Pemkot Malang Siapkan Skema New Normal

Kompas.com - 26/05/2020, 20:09 WIB
New normal, kebiasaan-kebiasaan baru saat pandemi virus corona. ShutterstockNew normal, kebiasaan-kebiasaan baru saat pandemi virus corona.

MALANG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Malang memastikan tidak akan memperpanjang penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

Pemerintah Kota Malang akan menyusun protokol new normal yang akan diterapkan setelah masa PSBB Malang Raya selesai.

Wali Kota Malang, Sutiaji mengatakan, akhir pandemi Covid-19 masih belum diketahui sehingga pihaknya memilih untuk beradaptasi dengan virus corona melalui fase new normal.

"Setelah ini kita memasuki new normal Kota Malang, di mana spirit dan roh yang akan kita bangun adalah beradaptasi pada kondisi masa Covid-19. Akan kami susun protokolnya," kata Sutiaji, dalam halalbihalal virtual bersama jajaran Pemkot Malang seperti dalam rilis yang diterima Kompas.com, Selasa (26/5/2020).

Baca juga: Usai PSBB Tahap 2, Sumbar Siapkan Konsep Hadapi New Normal

Sutiaji mengatakan, terdapat empat langkah kebijakan yang akan diterapkan Pemkot Malang setelah masa PSBB selesai. 

Pertama, menyiapkan the new normal life melalui penyusunan standar operasional prosedur (SOP) hidup sehat dan protokol Covid-19.

Kedua, menyiapkan RSUD sebagai rumah sakit darurat serta rumah isolasi untuk pasien dalam pengawasan (PDP) kategori ringan di Jalan Kawi Kota Malang.

Ketiga, melakukan pemantauan penyakit kronis dengan memanfaatkan data prolanis sebagai acuan utama pemantauan untuk masyarakat yang memiliki penyakit bawaan.

Keempat, menyusun paket kebijakan stimulus ekonomi untuk mendorong pemulihan kehidupan ekonomi masyarakat.

"Untuk menopangnya, kami juga akan kembangkan lima strategi percepatan," imbuh dia.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Sungai Meluap, 42 Desa dan 149 Hektar Sawah Terendam Banjir di Aceh Singkil

Regional
Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Antisipasi Lonjakan Pasien Covid-19, Tenda Didirikan untuk IGD di RSUD Cilacap

Regional
Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Penanganan Covid-19, DIY akan Tambah Nakes dan Tempat Tidur

Regional
Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Berkat Belatung, Peternak Ayam Ini Tetap Bertahan meski Dihajar Pandemi

Regional
Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Jelang Coblosan Pilkada, Kabupaten Tasikmalaya Naik Status Zona Merah

Regional
Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Pemkot Pontianak Pastikan Gelar Belajar Tatap Muka dengan Protokol Kesehatan Ketat

Regional
Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Rumah Rusak karena Puting Beliung, 25 KK di Kabupaten Dompu Masih Mengungsi

Regional
Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Pasca-acara Rizieq Shihab di Bogor, Dinkes Sebut 20 Orang Reaktif Bukan Positif Covid-19

Regional
Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Sehari Beroperasi, Rusunawa di Tegal Sudah Isolasi 3 Pasien Covid-19

Regional
5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

5 Kasus Pencurian Kotak Amal, Satu Keluarga hingga Sekdes Jadi Pelaku Pembobolan

Regional
Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Pelaku Pembunuhan yang Ditangkap di Makassar Terlibat Kasus Penipuan

Regional
Jejak dan Bekas Cakaran Macan Tutul di Gunung Merapi Tak Lagi Terlihat sejak 2012

Jejak dan Bekas Cakaran Macan Tutul di Gunung Merapi Tak Lagi Terlihat sejak 2012

Regional
Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Suami Paksa Istri dan Anaknya 26 Kali Mencuri Kotak Amal di Masjid

Regional
Gulma Tutup Sungai Mahakam di 3 Desa, Ini Penjelasan DLH Kukar

Gulma Tutup Sungai Mahakam di 3 Desa, Ini Penjelasan DLH Kukar

Regional
Emosi karena Ditagih Utang, Seorang Pemuda Aniaya Lansia hingga Tewas

Emosi karena Ditagih Utang, Seorang Pemuda Aniaya Lansia hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X