Jika Nekat Terbangkan Balon Udara, Penjara 2 Tahun dan Denda Rp 500 Juta Menanti...

Kompas.com - 26/05/2020, 09:27 WIB
Balon udara raksasa yang ditemukan di runway Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Minggu (24/5/2020). Dok. IstimewaBalon udara raksasa yang ditemukan di runway Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang, Minggu (24/5/2020).

SEMARANG, KOMPAS.com - Airnav Indonesia Cabang Semarang mengimbau kepada masyarakat untuk tidak menerbangkan balon udara demi keselamatan penerbangan.

Hal ini menyusul adanya laporan terkait ditemukannya balon udara liar yang jatuh di runway Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang pada Minggu (24/5/2020) pukul.16.00 WIB.

Balon udara yang berukuran diameter 1 meter dan tinggi 5 meter itu telah diamankan oleh petugas keamanan di Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani Semarang.

Hingga kini masih belum diketahui secara pasti asal dari balon udara raksasa tersebut dan masih dalam proses penyelidikan.

Baca juga: Detik-detik Balon Udara Raksasa Jatuh di Kawasan Bandara Ahmad Yani Semarang, Ini Videonya

Untuk itu, sebagai langkah antisipatif agar kejadian tersebut tidak kembali terulang, Airnav Indonesia Cabang Semarang telah menerbitkan notice to airmen (Notam) terkait bahaya balon udara yang dapat mengancam penerbangan.

Selain itu, apabila masyarakat kedapatan menerbangkan balon udara ilegal dapat dikenakan sanksi pidana sesuai UU Penerbangan No.1 Tahun 2009 yakni terancam dua tahun dan denda maksimal Rp 500 juta.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Harapan kami tentunya kejadian ini bisa kita antisipasi bersama karena sangat memprihatinkan insan penerbangan," kata General Manager Airnav Indonesia Cabang Semarang Mi'wan Muhammad Bunay dalam video siaran pers yang diterima, Senin (25/5/2020).

Baca juga: Polisi: Balon Misterius yang Gegerkan Warga di Bukan Berasal dari Gunungkidul

Pihaknya juga berharap agar aparat penegak hukum dapat menindak tegas pelaku yang nekat menerbangkan balon udara.

"Mudah-mudahan seluruh aparat terkait dapat melakukan penegakan hukum bagi para pelaku yang menerbangkan balon udara. Agar mereka jera dengan tindakannya yang membahayakan," tandasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.