Marak Balon Udara Liar, AirNav: Pilot Sudah Kami Ingatkan

Kompas.com - 25/05/2020, 16:39 WIB
Balon udara raksasa melintas dan jatuh di kawasan Bandara Ahmad Yani Semarang, Minggu (24/5/2020) petang. 
-Balon udara raksasa melintas dan jatuh di kawasan Bandara Ahmad Yani Semarang, Minggu (24/5/2020) petang.

KOMPAS.com - Manajer Operasional AirNav Cabang Semarang Kelik Widjanarko mengatakan, telah mengantisipasi maraknya balon udara akhir-akhir ini.

Pihaknya sudah memberikan peringatan kepada para pilot pesawat agar tetap waspada dan berhati-hati. 

"Notice to Airmen sebagai peringatan diri sudah kami sampaikan kepada para pilot," katanya, dilansir dari Antara, Senin (25/5/2020), dilansir dari Antara.

Baca juga: Mudik ke Rumah Nenek, Keluarga dari Jakarta Ini Justru 3 Hari Telantar di Tasikmalaya, Ini Ceritanya

Menurutnya, keberadaan balon udara sangat membahayakan penerbangan dan lingkungan.

Dirinya pun berharap adanya sosialisasi intensif terkait aturan pelarangan balon udara.

"Aturan pelarangan penerbangan balon udara ini sudah ada, namun belum semua masyarakat tahu," katanya.

Baca juga: Detik-detik Balon Udara Raksasa Jatuh di Kawasan Bandara Ahmad Yani Semarang, Ini Videonya

Sebelumnya, pada hari Minggu (24/5/2020), sebuah balon udara berukuran raksasa terekam jatuh di kawasan Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah.

Communication and Legal Section Head PT Angkasa Pura I Bandara Ahmad Yani Semarang, Ahmad Danar Suryanyono, di Semarang, Senin, membenarkan informasi tersebut.

Dirinya menjelaskan, balon udara itu jatuh saat tidak ada aktivitas penerbangan di pada Minggu (24/5/2020) tersebut.

"Sudah diamankan petugas patroli gabungan bersama TNI AD," katanya.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Tol Gedebage-Tasikmalaya Masuk Tahap Lelang, Pemkot Tasikmalaya Kekurangan Biaya Rp 150 M

Regional
Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Sudah Dinyatakan Sembuh, Karyawan Bank BRI Ini Kembali Positif Corona

Regional
Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Ibu Muda Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pria, Polisi Kerepotan Identifikasi Pelaku

Regional
Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali Ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Dari Zona Biru, Kabupaten Bandung Kembali Ke Zona Kuning, Ini Penyebabnya

Regional
Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Siang Bolong, Perampok Bersenpi Gasak 2 Kg Emas, Lepaskan 8 Tembakan, 2 Orang Terkena Peluru Nyasar

Regional
Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Dua Beruang Madu Berkeliaran di Perkampungan Warga, BBKSDA Riau Pasang Perangkap

Regional
Dekat dengan Pusat Gempa M 6.1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Dekat dengan Pusat Gempa M 6.1, Warga Jepara Malah Tak Rasakan Guncangan

Regional
Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Orangtua Tak Disiplin Jalankan Protokol, 12 Anak Terpapar Covid-19

Regional
Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Tragis, Ibu Muda 21 Tahun Bunuh Diri karena Malu Diperkosa 7 Pemuda

Regional
Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Gempa Jepara Terasa hingga Sumatera, Ini Penjelasannya

Regional
Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Klaster Pasar di Bengkulu Sumbang 19 Kasus Positif Covid-19 Baru

Regional
Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Penganiaya Ojol di Pekanbaru Pukul Kepala Korban 2 Kali Sebelum Terekam Kamera

Regional
Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Pengambilan Paksa Jenazah Pasien Covid-19 di Mataram, Camat: Saya Dipaksa Menyetujui

Regional
Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Sepi Pendaftar, SMA Swasta di Semarang Stop Terima Siswa Baru

Regional
Ratusan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Dibawa ke Rumah Duka Pakai Taksi

Ratusan Orang Ambil Paksa Jenazah Pasien Covid-19, Dibawa ke Rumah Duka Pakai Taksi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X