Cerita Warga Ber-Lebaran lewat "Video Call", Kadang Kesal lantaran Hilang Sinyal

Kompas.com - 25/05/2020, 09:37 WIB
Annavia (36) warga Kampung Sinar Banten berlebaran secara video call dengan tiga kakak kandungnya, Minggu (24/5/2020). Ibu dua anak ini tidak mudik ke Palembang seperti lebaran tahun lalu. Dok. ISTIMEWAAnnavia (36) warga Kampung Sinar Banten berlebaran secara video call dengan tiga kakak kandungnya, Minggu (24/5/2020). Ibu dua anak ini tidak mudik ke Palembang seperti lebaran tahun lalu.

LAMPUNG, KOMPAS.com - Idul Fitri 2020 yang jatuh pada saat pandemi virus corona membuat sejumlah warga meniadakan silaturahim ke rumah keluarga ataupun handai taulan lainnya.

Warga pun memanfaatkan fasilitas video call dari beberapa aplikasi pesan singkat daring, mulai dari video call perorangan hingga secara grup.

Annavia (36), warga Kampung Sinar Banten, Kemiling, mengatakan, Lebaran tahun ini dia dan keluarganya memilih tidak mudik ke Palembang seperti tahun-tahun sebelumnya.

"Ngeri kami mau mudik. Palembang kan zona merah. Jadi Lebaran kali ini stay di Lampung," kata Annavia saat dihubungi, Senin (25/5/2020) pagi.

Baca juga: Silaturahim dengan Keluarga, Tahanan di Kantor Polisi Bisa Gunakan Video Call

Hari pertama Lebaran, Minggu kemarin, kata Annavia, setelah selesai shalat Id, dia melakukan video call secara beramai-ramai dengan tiga kakaknya yang berada di Palembang.

Malam sebelumnya, mereka membuat janji tentang pukul berapa silaturahim digital itu dimulai.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk memaksimalkan kesempatan itu, Annavia mengisi penuh baterai ponselnya sejak subuh.

"Seru juga Lebaran lewat video call. Biasanya Lebaran kami kan kumpul di rumah kakak paling tua, karena orangtua sudah enggak ada," kata Annavia.

Baca juga: Minta Warga Silaturahim lewat Video Call, Khofifah: Forkopimda Tidak Gelar Open House

Masuk waktu yang disepakati untuk video call grup, dia sempat mengalami gangguan, mulai dari tampilan gambar yang patah-patah hingga hilangnya sinyal.

"Kesal awalnya, susah masuk. Udah bisa, gambarnya nge-lag (diam), sinyal juga sempat hilang, mungkin banyak yang pakai buat video call juga ya," kata Annavia.

Meski sempat kesal, kata Annavia, hal itu terobati setelah tatap muka dengan keluarga.

Hal pertama yang dilakukan adalah saling meminta maaf seperti biasanya, lalu bertukar kabar.

"Sedih juga, cuma bisa ketemu lewat HP. Tapi ya kondisi sedang begini (pandemi corona), jadi ya dimaklumin aja deh," kata Annavia.

Baca juga: Kades di Flores Timur 2 Jam di Atas Pohon Cari Sinyal demi Rapat Virtual dengan Bupati

 

Shalat Id di rumah, suasana terasa lebih intim

Hal senada dikatakan Nisa Susilawati (29), warga Kecamatan Langkapura, Bandar Lampung. Nisa tidak bersilaturahim dengan keluarganya meski masih berada dalam satu provinsi.

"Ibu dan bapak di Kota Gajah, Lampung Tengah, tapi kami enggak dulu pulang ke sana," kata Nisa.

Pun begitu dengan shalat id. Masjid di dekat rumah Nisa sebenarnya mengadakan shalat id berjemaah.

Namun, dia memilih untuk shalat di rumah, berjemaah dengan suami dan tiga orang anaknya.

"Tetangga ngajak sih shalat id di masjid. Tapi, ayahnya anak-anak minta shalat di rumah aja, katanya enggak mau ngambil risiko," kata Nisa.

Pekerja perusahaan ekspedisi ini mengaku, shalat Id di rumah seperti Lebaran tahun ini ada bagusnya.

Suasana terasa lebih intim karena dilakukan bersama dengan keluarga. Suami menjadi imam, dan khotbah yang dilakukan adalah permintaan maaf secara personal dari kepala keluarga itu.

"Secara pribadi, saya lebih senang shalat Id kemarin, suami jadi imam. Kalau biasanya kan shalat di masjid, pas shalatnya terpisah, kalau kemarin ini bareng-bareng di ruang tamu," kata Nisa.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Baca tentang


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.