Gempa Bumi Magnitudo 5,1 di Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Kompas.com - 24/05/2020, 15:08 WIB
Ilustrasi gempa bumi ShutterstockIlustrasi gempa bumi

PANGANDARAN, KOMPAS.com - Gempa bumi magnitudo 5,1 terjadi di Pangandaran, Jawa Barat, Minggu (24/5/2020), pada pukul 14.11 WIB.

Gempa ini berpusat di 8.21 LS, 107.86 BT, atau 90 kilometer Barat Daya Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.

Gempa bumi ini berada pada kedalaman 13 kilometer.

Informasi tersebut berdasarkan data yang ditampilkan dalam situs resmi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Baca juga: Surat Pemkot Malang Dianggap Tidak Resmi, Masjid Agung Gelar Shalat Id

Getaran gempa dalam hitungan detik ini dirasakan cukup kuat terjadi di Pangandaran hingga Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Warga yang merasakan getaran gempa sempat keluar rumah karena panik.

"Getarannya kencang," kata Rosliani, warga Tasikmalaya kepada Kompas.com, Minggu.

Menurut dia, warga sempat berhamburan keluar rumah.

Namun kepanikan tersebut tak berlangsung lama.

Baca juga: Cerita Penggemar di Balik 3 Patung Didi Kempot

Menurut informasi dari BMKG, gempa bumi tersebut tidak berpotensi tsunami.

Meski demikian, BMKG menyarankan warga tetap berhati-hati terhadap gempa bumi susulan yang mungkin terjadi.

Sebelumnya, pada Selasa (20/5/2020), gempa bumi juga mengguncang wilayah Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya.

Saat itu, getaran gempa juga dirasakan cukup kencang oleh warga Pangandaran hingga Tasikmalaya.

Getaran gempa dirasakan cukup kuat karena merupakan gempa dangkal.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jenazah Serma Rama Wahyudi Dijadwalkan Tiba di Riau pada 3 Juli 2020

Jenazah Serma Rama Wahyudi Dijadwalkan Tiba di Riau pada 3 Juli 2020

Regional
Pulihkan Sektor Wisata, Pemprov Jabar Gelar Bulan Diskon

Pulihkan Sektor Wisata, Pemprov Jabar Gelar Bulan Diskon

Regional
Polda Sulsel Tangkap DPO Kasus Pembunuhan Babinsa di Tambora

Polda Sulsel Tangkap DPO Kasus Pembunuhan Babinsa di Tambora

Regional
Di Pedalaman Pegunungan Bintang Papua, Beras 10 Kilogram Dijual Rp 2 Juta dan Mi Instan Ditukar Emas

Di Pedalaman Pegunungan Bintang Papua, Beras 10 Kilogram Dijual Rp 2 Juta dan Mi Instan Ditukar Emas

Regional
100 Pedagang Positif Corona, Pemkot Jayapura Tetap Buka Pasar Youtefa

100 Pedagang Positif Corona, Pemkot Jayapura Tetap Buka Pasar Youtefa

Regional
Pengakuan Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Kebun Karet: Ayah Dia Utang Narkoba

Pengakuan Pelaku Pembunuhan Siswi SMP di Kebun Karet: Ayah Dia Utang Narkoba

Regional
Keluarga Pengundang Rhoma Irama Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Keluarga Pengundang Rhoma Irama Minta Maaf dan Siap Tanggung Jawab

Regional
KPU Jember Panggil 21 Penyelenggara Pemilu yang Dilaporkan Dukung Calon Perseorangan

KPU Jember Panggil 21 Penyelenggara Pemilu yang Dilaporkan Dukung Calon Perseorangan

Regional
Adopsi Anak hingga Gagas Perpustakaan Keliling, Aipda Donny Terima Pin Emas Kapolri

Adopsi Anak hingga Gagas Perpustakaan Keliling, Aipda Donny Terima Pin Emas Kapolri

Regional
Bayi 3 Bulan Meninggal Usai Diimunisasi, Sebelumnya Alami Pendarahan, Kejang, Lebam

Bayi 3 Bulan Meninggal Usai Diimunisasi, Sebelumnya Alami Pendarahan, Kejang, Lebam

Regional
91 Persen Pasien Covid-19 di Kota Padang Merupakan OTG dan ODP

91 Persen Pasien Covid-19 di Kota Padang Merupakan OTG dan ODP

Regional
Aksi Penyekapan Digagalkan Setelah Mobil Pelaku Tabrak Ambulans

Aksi Penyekapan Digagalkan Setelah Mobil Pelaku Tabrak Ambulans

Regional
Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Kronologi Siswi SMP Diperkosa dan Dibunuh di Kebun Karet oleh Teman Ayahnya, Sempat Dibuntuti

Regional
Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang Meningkat Disebabkan Komorbid

Angka Kematian Pasien Covid-19 di Kota Malang Meningkat Disebabkan Komorbid

Regional
Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Amankan 298 Kg Ganja Berkedok Alpukat, BNN Banten Selamatkan 1,9 Juta Generasi Muda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X