Ponpes Mahfilud Dulor Jember Gelar Shalat Id Hari Ini, Berikut Sejarahnya

Kompas.com - 23/05/2020, 10:16 WIB
Jamaah putra yang menggelar salat idul fitri di masjid sebelah pondok pesantren Bagus Supriadi/Kompas.comJamaah putra yang menggelar salat idul fitri di masjid sebelah pondok pesantren

JEMBER, KOMPAS.com - Pondok Pesantren Mahfilud Dulor, Desa Suger Kidul, Kecamatan Jelbuk, Jember, menggelar shalat Idul Fitri pada hari ini, Sabtu (23/5/2020).

Shalat diikuti warga setempat dan para alumni pesantren dari sejumlah daerah, seperti Bondowoso.

“Ini rutin dilakukan setiap tahun, kadang mendahului ketetapan pemerintah,” kata salah satu alumnus pesantren Zainul Hasan kepada Kompas.com di lokasi, Sabtu.

Zainul merupakan warga Kecamatan Tlogosari, Kabupaten Bondowoso. Ia rela datang untuk menunaikan shalat Idul Fitri di pondok pesantren itu.

Pondok pesantren itu menggelar shalat Id di tiga tempat. Pertama masjid khusus jemaah muslimah yang diimami pengasuh Pondok Pesantren Mahfilud Dulor, KH Faruq Ali Wafa.

Baca juga: Minta Warga Silaturahmi Lewat Video Call, Khofifah: Forkopimda Tidak Gelar Open House

Lalu, masjid khusus jemaah muslim yang diimami KH Abdur Rahman. Dan, masjid yang diimami KH Hafid Malik.

Sejarah Shalat Id berbeda

KH Faruq Ali Wafa mengatakan, shalat Id yang digelar berbeda dengan jadwal yang ditetapkan pemerintah ini berlangung sejak 1911.

“Salat Id ini dimulai sejak Mbah saya, KH Soleh, sekitar tahun 1911,” kata KH Faruq Ali Wafa.

Menurutnya, shalat Id digelar berbeda karena pondok pesantren itu memiliki referensi kitab Nazhatul Majalis yang dikarang Syeikh Abdurrahman Assyufuri Assyafii.

Jamaah muslimah yang menggelar salat id hari ini di pesantren Mahfilud Dulor Jember Jawa Timur  Bagus Supriadi/Kompas.com Jamaah muslimah yang menggelar salat id hari ini di pesantren Mahfilud Dulor Jember Jawa Timur

Awalnya, KH Soleh mendapatkan referensi atau kitab itu dari KH Abdu Hamid Itsbat Banyuanyar Madura. Kitab itu diterapkan dan diteruskan hingga generasi saat ini.

Ali Wafa merupakan generasi ketiga yang menerapkan kitab itu. Usai belajar di Pondok Pesantren Bata-bata Madura, Ali Wafa juga menemukan kitab itu sebagai referensi.

Ia juga menunjukkan langsung kitab tersebut kepada Kompas.com.

Dalam kitab itu terdapat keterangan dari Imam Ja'far Shodiq bahwa lima hari dari awal Ramadhan yang pertama menjadi awal Ramadhan yang akan datang.

Baca juga: Viral, Video Petugas RS Minta Uang Rp 3 Juta untuk Pemulasaraan Jenazah PDP Corona

“Jadi, hitungan saya, tahun kemarin (2019) mengawali Ramadhan hari Minggu. Dihitung lima hari, jatuh pada Kamis,” tuturnya.

Kemudian, setelah digenapkan selama 30 hari, bertepatan dengan hari ini. Akhirnya, mereka sepakat untuk menetapkan hari raya Idul Fitri pada hari Sabtu.

Selisih satu hari dengan ketetapan pemerintah pada hari Minggu.

Kendati demikian, dalam lima tahun sekali, hitungan tersebut kadang bersamaan dengan ketetapan pemerintah.

Delapan tahun sekali, pihaknya melakukan ijtihad atau menghitung kembali cara penentuan puasa dan hari raya tersebut.

Jamaah yang salat idul fitri hari ini tidak hanya dari Jember, namun ada juga yang dari BondowosoBagus Supriadi/Kompas.com Jamaah yang salat idul fitri hari ini tidak hanya dari Jember, namun ada juga yang dari Bondowoso

Menurutnya, tak ada perbedaan dalam shalat Id yang digelar di pondok pesantren itu.

Imbau jarak aman saat shalat

Ali Wafa mengatakan, pengurus ponpes telah meminta masyarakat menerapkan physical distancing dan memakai masker.

Tapi, warga terlihat mengabaikannya. Jemaah pun shalat di halaman karena ruangan masjid tidak mencukupi.

Baca juga: Masjid Istiqlal Gelar Takbir Virtual, Ini Isi Acara dan Cara Menontonnya

“Saya sudah memerintah untuk cuci tangan, bahkan sudah disipakan alat penyemprot, namun warga tidak memakainya,” jelas dia.

Ali Wafa mengaku telah mengimbau warga dan alumni pondok pesantren untuk shalat di rumah. Tapi, mereka menjawab tak bisa mengimami dan membaca khutbah. Ali Wafa mengaku telah berkoordinasi dengan pemerintah setempat menggelar shalat itu.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X