Persatuan Perawat Akan Advokasi 109 Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir yang Dipecat Sepihak

Kompas.com - 22/05/2020, 22:16 WIB
Komplek RSUD Ogan Ilir Sumatera Selatan AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGKomplek RSUD Ogan Ilir Sumatera Selatan

INDRALAYA, KOMPAS.com - Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sumatera Selatan  (Sumsel) akan melakukan advokasi terhadap 109 tenaga kesehatan dari perawat, bidan hingga pengemudi ambulan yang diberhentikan Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam akibat mogok kerja.

Pernyataan itu disampaikan Ketua PPNI Sumsel Subhan ketika dikonfirmasi melalui telepon oleh Kompas.com, Jumat (22/05/2020). 

Menurut Subhan, kesediaan PPNI Sumsel mengadvokasi 109 tenaga medis itu jika apa yang dituntut mereka saat aksi mogok memang tidak dipenuhi oleh RSUD Ogan Ilir.

Terutama, tuntutan yang berkaitan dengan standar operasional prosedur (SOP) penanganan pasien Covid-19 seperti ketersediaan APD.

Baca juga: Pasien Covid-19 Sempat Keluyuran, RSUD Ogan Ilir Dijaga Ketat Aparat

Ada syarat advokasi

“Kita sudah meminta pengurus PPNI Ogan Ilir untuk menelusuri persoalannya secara benar, setelah itu akan kita pelajari. Jika memang benar apa yang dikeluhkan 109 tenaga medis itu bahwa APD tidak standar, maka kita akan bantu mengadvokasi,” jelasnya. 

Jika ternyata semua tuntutan tenaga medis yang mogok kerja sudah dipenuhi namun mereka tetap tidak mau masuk kerja karena alasan takut menangani pasien Covid-19, maka hal itu ia sesalkan.

Sebab sebagai tenaga medis yang sudah disumpah, mereka tidak boleh menolak menangani pasien apa pun jenis penyakitnya.

“Jika benar pernyataan Direktur RSUD Ogan Ilir bahwa alasannya karena takut menangani pasien Covid-19, saya sangat menyesalkan karena itu tidak sesuai sumpah mereka,” katanya.

Baca juga: RSUD Ogan Ilir Ternyata Pecat 109 Tenaga Medis yang Mogok Kerja

Siap melakukan mediasi

Subhan sendiri berharap ada titik temu bagi pihak RSUD Ogan Iir dan 109 tenaga medis itu.

‘Saya siap memediasinya,” katanya

Sementara itu Ketua DPRD Ogan Ilir Suharto mengatakan DPRD Ogan Ilir hari ini kembali memaggil pihak Dinas Kesehatan,  Direktur RSUD Ogan Ilir dan perwakilan 109 tenaga medis yang diberhentikan.

Dalam pertemuan terpisah itu kembali belum didapatkan titik temu antara pihak RSUD Ogan IIir dan perwakilan 109 orang tenaga medis tersebut.

Baca juga: 109 Tenaga Medis Dipecat, Bupati Ogan Ilir: Tidak Usah Masuk Lagi, Kita Cari yang Baru

Hanya saja jelas Suharto, dalam pertemuan dengan perwakilan 109 tenaga medis yang dipecat terungkap bahwa mereka masih ingin kembali bekerja di RSUD Ogan Ilir.

“Ya tadi kami memanggil pihak dinas kesehatan, RSUD dan perwakilan tenaga medis itu. Dalam pertemuan dengan pihak perwakilan 109 tenaga medis itu terungkap keinginan mereka untuk tetap bekerja, harapan itu kami tampung dan akan kami sampaikan ke bapak Bupati,” kata Suharto.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Regional
Dalam Waktu 3 Hari, 2 Jenazah PDP di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Ini Fakta Lengkapnya

Dalam Waktu 3 Hari, 2 Jenazah PDP di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Sofian Dicakar Harimau | 3 Oknum TNI Keroyok Remaja SMA gara-gara Berebut Pacar

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Sofian Dicakar Harimau | 3 Oknum TNI Keroyok Remaja SMA gara-gara Berebut Pacar

Regional
Jalani Rapid Test Massal, 69 Pengunjung dan Pedagang Pasar di Brebes Reaktif

Jalani Rapid Test Massal, 69 Pengunjung dan Pedagang Pasar di Brebes Reaktif

Regional
Organisasi Profesi Nakes Laporkan Akun yang Rendahkan Perjuangan Lawan Corona

Organisasi Profesi Nakes Laporkan Akun yang Rendahkan Perjuangan Lawan Corona

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

Regional
Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Regional
Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Regional
Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Regional
Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Regional
Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan Saat Sedang Tidur

Warga Pasuruan Tewas Dilempar Bom Ikan Saat Sedang Tidur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X