9 Orang Reaktif Saat Rapid Test, Tiga Swalayan di Kota Banjar Ditutup

Kompas.com - 22/05/2020, 21:58 WIB
Wakil Walikota Banjar, Nana Suryana dan Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana memantau rapid tes massal di swalayan Padjajaran, Kota Banjar, Jumat (22/5/2020). DOKWakil Walikota Banjar, Nana Suryana dan Kapolres Banjar AKBP Yulian Perdana memantau rapid tes massal di swalayan Padjajaran, Kota Banjar, Jumat (22/5/2020).

BANJAR, KOMPAS.com - Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kota Banjar menutup tiga swalayan di Kota Banjar, Jawa Barat mulai Sabtu hingga Senin (23-25/5/2020). Tiga swalayan yang ditutup yakni Yogya Depstore, Padjajaran, dan Samudra.

"Ada beberapa swalayan yang memang harus ditutup. Dan ada toko-toko perhiasan yang memang sudah tidak bisa diatur, melanggar PSBB," jelas Ketua Gugus Tugas Covid-19 Kota Banjar yang juga sebagai walikota, Ade Uu Sukaesih melalui keterangan tertulis, Jumat sore (22/5/2020).

Ketiga swalayan tersebut bisa kembali buka pada tanggal Selasa (26/5/2020). Namun itu pun tetap akan melalui tahap evaluasi lagi.

Baca juga: Pedagang Sayur Positif Covid-19, Pasar Kolpajung Pamekasan Tak Ditutup

Tindakan ini diambil karena adanya kerumunan orang yang berbelanja di swalayan dan toko perhiasan tersebut. Warga yang datang disebut-sebut tidak mematuhi protokol Covid-19. "Jika tetap ngeyel, akan ditutup lagi," jelas Ade.

Kota Banjar, lanjut Ade, melanjutkan PSBB yang kedua. Hal ini karena hasil evaluasi dengan Gubernur Jawa Barat, Banjar ada di level tiga.

"Ada kekhawatiran kerumunan-kerumunan orang, banyak yang mudik, datang dan belanja, (orang tersebut) tidak peduli (terhadap bahayanya Covid 19)," kata Ade.

Jumat pagi, tim Gugus Tugas Covid-19 mengadakan rapid tes massal di dua swalayan, Pajajaran dan Samudra. Hasil dari rapid tes massal ini, kata Ade, ada 9 orang dinyatakan reaktif di dua swalayan itu.

"Ini harus isolasi di rumah sakit," jelas Ade.

Baca juga: Pembeli Membludak, Pasar Murah Pemprov Sumut Akhirnya Ditutup

Ade mengaku sedih mengambil kebijakan menutup swalayan tersebut. Namun kebijakan ini terpaksa diambilnya karena pihak swalayan tak bisa diatur lagi.

"Saya sayang semua. Saya berjuang mengabdi untuk negara. Supaya Covid cepat-cepat selesai," jelas Ade.

Ade menegaskan, pemerintah tak ingin berlama-lama pada situasi seperti ini. Dia mengaku kasihan kepada pelajar, pedagang dan semua warga.

"Tapi kalau seperti ini, sebagian melanggar, sebagian abai, tak peduli, tak takut, mau sampai kapan? Ayo sama-sama memaafkan, saling hormat, saling menghargai supaya nanti (hari) Minggu kita bisa merayakan kemenangan. Banjar menang kalau kita semua peduli, Banjar juara kalau kita berjuang," tegas Ade.

Bagian HRD Swalayan Padjajaran, Teguh Hartanto mengatakan, secara manajemen pihaknya sangat dukung program pemerintah dalam pencegahan Covid-19. Adanya penutupan swalayan, pihaknya tidak menolak upaya pemerintah ini.

"Kita ikuti aturan pemerintah, kita kooperatif," jelasnya. 

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba

BBPJN Mulai Bongkar Material Pembangunan Jembatan Bailey di Masamba

Regional
Banyumas Terapkan Sekolah Tatap Muka, Begini Skenarionya

Banyumas Terapkan Sekolah Tatap Muka, Begini Skenarionya

Regional
Derita Meliasari, Lumpuh Layu dan Ditinggal Orangtua Sejak Bayi

Derita Meliasari, Lumpuh Layu dan Ditinggal Orangtua Sejak Bayi

Regional
Upayakan Mediasi Terkait Kasus 'Kacung WHO', Jerinx: Semua Bisa Diomongin

Upayakan Mediasi Terkait Kasus "Kacung WHO", Jerinx: Semua Bisa Diomongin

Regional
Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Surat Rekomendasi Sudah Ditandatangani, PSI Resmi Dukung Paslon Gibran-Teguh

Regional
Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Bocah SD Tewas dengan Miras di Sampingnya, KPAI Salahkan Orangtua

Regional
Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Uji Klinis Vaksin Covid-19 Dimulai 11 Agustus 2020, Relawan yang Disuntik Boleh Bepergian

Regional
Iring-iringan Mobil Polisi Alami Kecelakaan Beruntun, Ini Penyebabnya

Iring-iringan Mobil Polisi Alami Kecelakaan Beruntun, Ini Penyebabnya

Regional
Diperiksa Polisi karena Sebut IDI 'Kacung WHO', Jerinx Upayakan Mediasi

Diperiksa Polisi karena Sebut IDI "Kacung WHO", Jerinx Upayakan Mediasi

Regional
Kedatangan Tamu, Rupanya Positif Covid-19, Sempat Bertemu Pimpinan UGM

Kedatangan Tamu, Rupanya Positif Covid-19, Sempat Bertemu Pimpinan UGM

Regional
Jerinx Mengaku Dijauhi Sponsor dan Teman karena Kritik soal Corona

Jerinx Mengaku Dijauhi Sponsor dan Teman karena Kritik soal Corona

Regional
Jerinx: Saya Tak Punya Niat Menyakiti Kawan-Kawan IDI...

Jerinx: Saya Tak Punya Niat Menyakiti Kawan-Kawan IDI...

Regional
Bukit Savana Rinjani Ditutup Sementara Gara-gara Aksi Pendaki Dugem

Bukit Savana Rinjani Ditutup Sementara Gara-gara Aksi Pendaki Dugem

Regional
Hilang Sehari, Kakek 79 Tahun di Kulon Progo Ditemukan Tewas Tergantung

Hilang Sehari, Kakek 79 Tahun di Kulon Progo Ditemukan Tewas Tergantung

Regional
Viral Tagihan Listrik Warga Makassar Tembus Rp 19 Juta, Ini Penjelasan PLN

Viral Tagihan Listrik Warga Makassar Tembus Rp 19 Juta, Ini Penjelasan PLN

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X