Hina Nabi Muhammad di Facebook, Pria Asal Simalungun Ditangkap Polisi

Kompas.com - 22/05/2020, 15:37 WIB
Ilustrasi borgol. SHUTTERSTOCKIlustrasi borgol.

MEDAN, KOMPAS.com – Seorang pria bernama GLN (31), warga Bandar Pulau, Kecamatan Bandar, Kabupaten Simalungun diamankan Polres Simalungun pada Kamis (21/5/2020) terkait kasus dugaan penistaan agama. 

GLN diduga menghina Nabi Muhamad di akun Facebook-nya. 

Unggahan statusnya tersebut mendapat reaksi keras dari tokoh agama dan warga di Kecamatan Bandar, Simalungun.  

Polda Sumut menyatakan, atas kasus tersebut, sudah dilakukan mediasi.

Dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com pada Jumat (22/5/2020), Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaha mengatakan, Polres Simalungun sudah melakukan mediasi masalah tersebut. 

Baca juga: Live Streaming di Facebook, Pemuda di Lombok Timur Hina Nabi dan Ulama

Walau ada mediasi, masalah tetap dibawa ke jalur hukum

Mediasi turut dihadiri oleh Uspika Kecamatan Bandar, Kepala KUA Kecamatan Bandar, anggota DPRD Simalungun serta tokoh pemuda dan Ormas Islam di Kecamatan Bandar.

Dijelaskannya, dalam mediasi tersebut telah diambil sebuah kesimpulan bahwa permasalahan penistaan agama yang dilakukan oleh GLN akan tetap melalui jalur hukum.

“Pihak tokoh agama Islam di Kabupaten Simalungun, telah menyerahkan laporan pengaduannya ke Polsek Perdagangan dan selanjutnya berangkat ke Polres Simalungun untuk meneruskan laporan tersebut,” katanya Jumat sore. 

Sementara itu, Kapolres Simalungun AKBP Agus Waluyo mengatakan, pihaknya sudah menerima laporan terkait kasus dugaan penistaan agama tersebut.

Baca juga: Hina Nabi Muhammad, Pemuda Bernama Wiranto Divonis 1 Tahun 4 Bulan Penjara

 

Postingan dugaan penghinaan sudah dihapus

 

GLN, kata dia, sudah dibawa ke Polres Simalungun untuk pemeriksaan atas laporan dugaan penistaan agama yang dilakukan di media sosialnya.

“Kami berharap agar masyarakat lebih pintar lagi dalam menggunakan media sosial. Jangan jadikan media sosial sebagai bumerang bagi diri kita yang dapat merugikan kita dan merusak situasi kamtibmas menjelang Idul Fitri 1441 H,” ujarnya.

Informasi yang dihimpun, GLN, merupakan seorang pendamping desa di Kecamatan Bosar Maligas, Simalungun.

Dia menulis hal-hal tidak terpuji tentang Nabi Muhammad dan Habib Bahar (Bahar bin Smith) di akun Facebook-nya.

Tulisan itu mendapat reaksi keras dari kalangan masyarakat yang keberatan karena dianggap merupakan penghinaan. Postingan itu sudah tidak bisa ditemukan di Facebook-nya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Nur, Mantan Pegawai BCA Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X