Kompas.com - 22/05/2020, 12:20 WIB

MAGETAN, KOMPAS.com - Pemerintah Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, bertindak tegas dengan menolak permintaan pasien positif virus corona untuk melakukan isolasi mandiri di rumah mereka.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ngawi, Yudono mengatakan, 1 dari 6 orang tanpa gejala OTG tambahan pasien positif virus corona sempat menolak dievakuasi.

Untuk meyakinkan pasien yang masih berusai 18 tahun tersebut, tenaga medis butuh waktu hingga 5 jam.

Baca juga: 6 Pasien Corona di Aceh Berasal dari Klaster Santri Magetan

 

“Iya, itu kesabaran dan kepiawaian para tim medis puskesmas di sana. Pasien usianya 18 tahun,” ujar Yudono, saat dihubungi, Jumat (22/5/2020).

Yudono menyebut, Pemkab Ngawi sebenarnya memberi izin OTG untuk melakukan isolasi mandiri asal memenuhi persyaratan protokol kesehatan.

Namun, untuk mencegah penularan, pemerintah daerah memilih merawat seluruh pasien positif Covid-19 di ruang isolasi RSUD Soeroto Ngawi.

Saat ini, ada 11 pasien positif Covid-19 yang menjalani perawatan di RSUD Soeroto Ngawi.  

“Kalau di rumah itu mempunyai SOP yang benar boleh, tapi kalau sudah di rumah masih ke sana kemari, apalagi anak-anak, justru membahayakan,” imbuh dia.

Yudono memastikan jika pemerintah daerah telah menyediakan fasilitas ruang isolasi mandiri di RSUD Soeroto Ngawi dengan fasilitas seperti di hotel.

Jika pasien positif merupakan satu keluarga, pihak rumah sakit juga menyedikan satu ruangan yang bisa ditempati satu keluarga.

Pemkab Ngawi saat ini menyediakan 28 ruang isolasi di RSUD Soeroto Ngawi dengan faslitas lengkap.

Baca juga: Seorang Tenaga Medis di Puskesmas Sawahdadap Sumedang Positif Corona   

“Nyaman di sana, makanan gizi sangat terkontrol karena ini menunjang penginkatan antibodi, mau streamingan bebas, tiktok bebas,” imbuh dia.

Dari data semenatara jumlah pasien terkonfirmasi positif virus corona di Kabupaten Ngawi sebanyak 12 orang, di mana pasien dirawat sebanyak 11 orang dan sembuh 1 orang.

Sementara, pasien dalam pengawasan PDP sebanyak 27 orang di mana 6 pasien dalam pengawasan dan 18 pasien telah selesai menjalani pengawasan, serta 3 pasien meninggal. 

Orang dalam pengawasan ODP di Kabupaten Ngawi saat ini berjumlah 309 orang di mana 17 orang dalam pantauan, sebanyak 287 orang selesai menjalani pengawasan dan 5 orang meningal dunia.

 

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bupati Arief Berikan Respons Positif akan Rencana IPB Dirikan Sekolah Peternakan Rakyat di Blora

Bupati Arief Berikan Respons Positif akan Rencana IPB Dirikan Sekolah Peternakan Rakyat di Blora

Regional
USAID dan CCBO Kagum dengan Aksi Warga Kelola Sampah di Makassar

USAID dan CCBO Kagum dengan Aksi Warga Kelola Sampah di Makassar

Regional
Peringati HUT Ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana Ikuti Pawai Budaya Jagat Kerthi

Peringati HUT Ke-127 Kota Negara, Bupati Jembrana Ikuti Pawai Budaya Jagat Kerthi

Regional
Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Sigap Atasi Inflasi di Riau, Gubernur Syamsuar Gencarkan Operasi Pasar

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Peringati HUT Ke-77 RI, Bupati Blora Berkunjung ke Rumah Veteran dan Purnawirawan

Regional
Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Bekerja Sama dengan TP PKK, Pemkab Jembrana Salurkan 15,1 Ton Beras Bansos

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Kasus Covid-19 Naik, Bupati Wonogiri Minta Warga Taati Prokes

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Momen HUT Ke-77 RI, Bupati Jekek Ajak Warga Bangun Kembali Harapan yang Hilang

Regional
HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

HUT Ke-77 RI, Walkot Madiun Minta Generasi Muda Isi Kemerdekaan dengan Hal-hal Positif

Regional
Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Pemkot Makassar Ajak Penyandang Disabilitas Rayakan HUT Ke-77 RI

Regional
Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Momen HUT Ke-77 RI, Ganjar Ajak Mantan Napiter Berikan Pemahaman Bahaya Intoleransi dan Radikalisme

Regional
HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

HUT Ke-77 RI, Pemkab Trenggalek Beri Ruang Berekspresi bagi Penari Anak-anak

Regional
Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Peringati HUT Ke-77 RI, Desa Wisata Tebing Lingga Siap Kibarkan Bendera Merah Putih Raksasa

Regional
Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Peringati HUT Ke-72 Jateng, Bupati Blora Kenakan Pakaian Adat Sikep Samin

Regional
Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Bupati Jekek Minta Gerakan Pramuka Peka Terhadap Persoalan Bangsa dan Penderitaan Sesama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.