Protes Belum Terima BLT Dana Desa, Warga: Uangnya Sudah Ada, Mengapa Disimpan?

Kompas.com - 21/05/2020, 18:39 WIB
Foto : Warga mengamuk di depan kantor Desa Baluring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, NTT, Kamis siang KOMPAS.COM/NANSIANUS TARISFoto : Warga mengamuk di depan kantor Desa Baluring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, NTT, Kamis siang

LEWOLEBA, KOMPAS.com  - Ratusan warga mengamuk di kantor Desa Balauring, Kecamatan Omesuri, Kabupaten Lembata, NTT, karena bantuan langsung tunai (BLT) dana desa terlambat dibagikan.

Mereka mendesak kepala desa segera membagikan dana BLT kepada warga yang telah ditetapkan sebagai penerima.

Baca juga: Viral, Video Pria Jual Blender Sambil Menangis di Pinggir Jalan karena Tak Punya Uang Beli Beras

Koordinator warga, Aulia Ja'far mengungkapkan data penerima BLT dana desa sudah ditetapkan bersama kepala desa, badan permusyawaratan desa (BPD), tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, di Desa Balauring.

Namun, kata Aulia, Pemerintah Desa Balauring melakukan rapat khusus dengan BPD dan tokoh masyarakat membahas daftar penerima BLT. Padahal, tahap pertama BLT dana desa seharusnya telah dibagikan kepada penerima.

Kemudian, kepala desa Balauring mengadakan rapat bersama camat dan BPD pada 18 Mei. Dalam pertemuan itu, kepala desa mengusulkan penerima BLT ditinjau ulang.

Masyarakat Desa Balauring masih belum menerima informasi tentang pembagian dana BLT hingga Rabu (20/5/2020). Padahal, mayoritas penerima BLT di Kecamatan Omesuri telah mendapatkan bantuan.

"Kami minta uang tersebut segera dibagikan. Uangnya sudah ada. Mengapa disimpan? Masyarakat tidak bodoh sekarang," tegas Aulia di depan kantor Desa Balauring, Kamis (21/5/2020). 

Pernyataan Aulia pun mendapat dukungan dari ratusan warga yang melakukan aksi protes di depan kantor desa. 

"Bagikan uangnya. Uangnya sudah ada, harus dibagikan. Untuk apa disimpan," teriak warga dengan kompak. 

Dalam aksi itu, warga menyegel motor dan mobil pikap milik desa sebagai bentuk kekecawaan terhadap pemerintah desa.

Ketika dikonfirmasi, Kepala Desa Balauring Syarif Patipilohi mengatakan, dirinya berhati-hati mengelola keuangan desa terutama BLT selama pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca juga: Pemecatan 109 Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir, Bupati: Saya yang Menandatangani Suratnya

Menurutnya, penyaluran BLT harus sesuai kriteria yang ditetapkan pemerintah pusat. 

"Sore ini kami bagikan uangnya," ungkap Syarif saat dikonfirmasi, Kamis.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Masalah Sampah Terbengkalai Bertahun-tahun, Walkot Bobby Tegaskan Bersih dalam 2 Hari

Regional
Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: 'Cash Ojo Nyicil'

Dorong Perusahaan Bayar THR Pekerja, Walkot Semarang: "Cash Ojo Nyicil"

Regional
Dapat Bantuan 'Bedah Rumah' dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Dapat Bantuan "Bedah Rumah" dari Korem 074/WRT Surakarta, Agus Tak Kuasa Bendung Haru

Regional
Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Copot Kadis Kesehatan, Wali Kota Bobby Targetkan Medan Terbebas dari Covid-19

Regional
Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Optimis Pada Energi Terbarukan, Ridwan Kamil Ajak Anak Muda Tangkap Peluang

Regional
MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

MDTA Direnovasi Dompet Dhuafa, Murid dan Kepala Yayasan Menangis Haru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X