Jelang Lebaran, Kiriman Uang TKI ke Cianjur Turun Imbas Corona

Kompas.com - 21/05/2020, 10:01 WIB
ILUSTRASI - Seorang warga saat mencairkan uang yang dikirimkan kerabatnya yang bekerja di luar negeri melalui jasa kantor pos setempat. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANILUSTRASI - Seorang warga saat mencairkan uang yang dikirimkan kerabatnya yang bekerja di luar negeri melalui jasa kantor pos setempat.

CIANJUR, KOMPAS.com – Jelang perayaan hari raya Idul Fitri 1441 Hijriah, kiriman uang TKI atau remitansi ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat melalui kantor pos setempat mencapai Rp 25 miliar.

Besaran nominal tersebut diprediksi akan terus bertambah hingga H-2 lebaran.

Manajer Pemasaran Kantor Pos Cianjur Suhana mengatakan, setiap jelang lebaran tren remitansi selalu meningkat, baik dari jumlah transaksi maupun nilai nominal.

Baca juga: Jelang Ramadhan, Kiriman Uang TKI Melalui Kantor Pos di Cianjur Capai Miliaran Rupiah

Akan tetapi, situasi pandemi corona turut memengaruhi iklim remitansi atau transfer uang dari pekerja migran Indonesia di luar negeri.

“Dibandingkan tahun lalu memang ada penurunan, dari Rp 28 miliar sekarang Rp 25 miliar, termasuk jumlah transaksi yang penurunannya cukup mencolok, dari 5.700 transaksi menjadi 4.100 transaksi,” kata Suhana kepada Kompas.com, Kamis (21/5/2020).

Penurunan ini, menurut dia, juga imbas dari adanya kebijakan lock down di beberapa negara.

“Memang masa pandemi ini sangat berdampak. Karena di beberapa negara penempatan TKI juga kan mengalami hal yang sama,” ujar dia.

Baca juga: Mereka yang Memilih Terima Kiriman Uang Lebaran via Weselpos...

Untuk tetap memberikan pelayanan optimal, selain membuka tujuh loket, kantor pos juga memberikan pelayanan hingga petang hari, termasuk mengoptimalkan pelayanan di 27 kantor cabang pembantu (KCP) yang tersebar di wilayah Kabupaten Cianjur. 

“Untuk menghindari kerumunan saat transaksi, kita terapkan sistem berjarak, termasuk pada kursi tunggu,” ucapnya.

Selain itu, setiap orang yang masuk ke lingkungan kantor pos akan dicek suhu tubuhnya dan diwajibkaan mengenakan masker.

“Spot untuk cuci tangan dan hand sanitizer juga kita siapkan sebagai bagian dari protokol kesehatan di masa pandemi ini,” ujar Suhana.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

Buntut Konser Dangdut, Pemkot Tegal Larang Hiburan dan Batasi Tamu Hajatan

Regional
Kepala SD di Tegal Meninggal karena Covid-19, Seorang Guru Ikut Terpapar

Kepala SD di Tegal Meninggal karena Covid-19, Seorang Guru Ikut Terpapar

Regional
Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Dokter Senior dan Mantan Ketua PSMS Medan Meninggal akibat Covid-19

Regional
Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Video Viral Buaya Putih di Sungai Brantas, Tim Diturunkan Lakukan Pencarian

Regional
Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Kasus Corona Melonjak, Pemkot Serang Siapkan 5 RS untuk Menampung

Regional
Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Diduga Culik dan Bawa Siswi SD ke Malaysia, Pemuda 19 Tahun Ditangkap

Regional
Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Keluarga Minta Jenazah WNI Sandera Abu Sayyaf Segera Dipulangkan ke Buton

Regional
Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Ayah yang Siksa dan Buang Anaknya di Riau Jadi Tersangka dan Ditahan

Regional
Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Gunung Kembali Semeru Dibuka, Pengelola TNBTS: Pendakian di Akhir Pekan Penuh

Regional
25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

25 Tahun Tepu Terbaring Kaku Seperti Kayu, Ini Penjelasan Dokter Saraf Soal Penyakitnya

Regional
Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Wajah Nenek 75 Tahun Semringah Saat Gubuk Reyot Miliknya Didatangi TNI

Regional
Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Pasien dari Klaster Pesantren Kota Tasikmalaya Bertambah 40 Orang

Regional
Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Ekspresi Ayah yang Menganiaya Anak Saat Diminta Hak Asuh oleh Polisi

Regional
Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Polisi Kembali Tangkap 2 Orang Terkait Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Jadi Tukang Sapu Tempat Judi dan Tabungan Tertinggal di Malaysia, Ini Kisah Udin yang Dipulangkan ke Indonesia

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X