Selama PSBB Dumai, PKL Tetap Tak Boleh Jualan sampai Tengah Malam

Kompas.com - 20/05/2020, 18:45 WIB
Capture video viral PKL dan warga tolak PSBB di Kota Dumai, Riau, Senin (18/5/2020) malam. Dok. IstimewaCapture video viral PKL dan warga tolak PSBB di Kota Dumai, Riau, Senin (18/5/2020) malam.

PEKANBARU, KOMPAS.com - Ratusan pedagang kaki lima alias PKL Pasar Senggol di Jalan Jenderal Sudirman, Kota Dumai, Riau, menolak jam berdagang dibatasi saat penerapan pembatasan sosial berskala besar (PSBB). 

Meski ada penolakan, petugas gabungan tetap tidak memperbolehkan pedagang berjualan hingga tengah malam.

Hal itu disampaikan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP) Kota Dumai Raden Bambang Wardoyo saat berbincang dengan Kompas.com melalui sambungan telepon, Rabu (20/5/2020).

"Kita tetap menegakkan peraturan wali kota, yaitu pedagang hanya boleh berjualan sampai pukul 20.00 WIB," ucap Bambang.

Baca juga: Viral Video PKL dan Warga Tolak PSBB Kota Dumai, Ini Alasannya

Menurut dia, saat ini cuma pedagang Pasar Senggol yang menolak usahanya dibatasi. Mereka tetap meminta berjualan hingga pukul 00.00 WIB selama momen Lebaran.

Sementara pesar tradisional lainnya sudah mulai tertib dan mengikuti peraturan pemerintah.

Namun, permintaan pedagang Pasar Senggol tetap tidak bisa dikabulkan, karena saat ini tengah antisipasi wabah virus corona atau Covid-19.

"Ini kan demi kebaikan kita bersama. Kalau kita biarkan berjualan sampai tengah malam, kita khawatirkan makin banyak orang berkerumun di pasar, dan corona makin banyak menyebar. Sebagai antisipasi, makanya aktivitas pasar dibatasi," jelas Bambang.

Baca juga: Cegah PHK, Wali Kota Madiun Izinkan Restoran dan PKL Layani Makan di Tempat

Dia mengaku paham betul dengan kondisi pedagang ketika mau hari raya Idul Fitri seperti saat ini. 

Bahkan, setiap tahun menjelang Lebaran adalah kesempatan bagi pedagang untuk mencari keuntungan yang lebih besar di pasar.

"Saya sangat mengerti dan memahami pedagang kalau udah mau Lebaran ini. Tapi kan sekarang ini mau bagaimana, kita dalam kondisi corona. Jualan pun dengan modal besar sampai tengah malam, tapi tak ada yang beli untuk apa. Semalam saya lihat di pasar itu sudah mulai sepi pembeli," tutur Bambang.

 

 

 

Pedagang hanya dibatasi berjualan malam

Dia menjelaskan, pedagang hanya dibatasi berjualan pada malam hari, sedangkan waktu siang sama sekali tidak dibatasi.

Namun, sebut Bambang, pedagang mengaku jualannya kurang laku pada siang hari. Kebanyakan masyarakat di Kota Dumai belanja kebutuhan Lebaran pada malam hari.

"Ya, mungkin karena mereka belum terbiasa. Mengubah kebiasaan itu memang agak susah. Kita mengerti kok kalau pedagang menolak dibatasi. Tapi, saya lihat sebagian pedagang sudah mulai paham," akuinya.

Bambang mengatakan, untuk saat ini pihaknya tidak menertibkan pedagang yang berjualan hingga tengah malam. Itu dilakukan untuk mencegah terjadinya ketegangan antara petugas dan pedagang.

Halaman:
Baca tentang


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangis Haru Kembar Trena-Treni, Terpisah 20 Tahun  Akhirnya Bertemu di Stasiun Tasikmalaya

Tangis Haru Kembar Trena-Treni, Terpisah 20 Tahun Akhirnya Bertemu di Stasiun Tasikmalaya

Regional
Cellica-Aep Dituding Beri Uang ke 5 Pimpinan Ponpes, Tim Pemenangan Laporkan Ketua PCNU Karawang

Cellica-Aep Dituding Beri Uang ke 5 Pimpinan Ponpes, Tim Pemenangan Laporkan Ketua PCNU Karawang

Regional
'Kalau Dikubur di Malaysia Rp 9,8 Juta, Kalau Dibawa Pulang Rp 32 Juta'

"Kalau Dikubur di Malaysia Rp 9,8 Juta, Kalau Dibawa Pulang Rp 32 Juta"

Regional
Video Viral Ibu-ibu Berkelahi di Depan Mal, Diduga karena Pesanan Toko Online Tak Dibayar

Video Viral Ibu-ibu Berkelahi di Depan Mal, Diduga karena Pesanan Toko Online Tak Dibayar

Regional
Kisah Irma Rintis Usaha Brownies Tempe, Nyaris Gulung Tikar akibat Pandemi

Kisah Irma Rintis Usaha Brownies Tempe, Nyaris Gulung Tikar akibat Pandemi

Regional
Terbukti Korupsi, Bupati Solok Selatan Nonaktif Muzni Zakaria Divonis 4 Tahun Penjara

Terbukti Korupsi, Bupati Solok Selatan Nonaktif Muzni Zakaria Divonis 4 Tahun Penjara

Regional
Masa Pandemi, Komplotan Maling Ini Leluasa Bobol Sejumlah Sekolah di Riau

Masa Pandemi, Komplotan Maling Ini Leluasa Bobol Sejumlah Sekolah di Riau

Regional
Seluruh Pasien Covid-19 Klaster Demo di Semarang Sembuh

Seluruh Pasien Covid-19 Klaster Demo di Semarang Sembuh

Regional
Penemuan Bayi Hiu Bermata Satu Mirip Mata Manusia Bikin Geger, Warga: Itu Pertanda...

Penemuan Bayi Hiu Bermata Satu Mirip Mata Manusia Bikin Geger, Warga: Itu Pertanda...

Regional
Bawaslu akan Beri Sanksi 2 Paslon Pilkada Simalungun yang Langgar Protokol Kesehatan

Bawaslu akan Beri Sanksi 2 Paslon Pilkada Simalungun yang Langgar Protokol Kesehatan

Regional
Foto Bersama Bobby Nasution, Wagub Sumut Musa Rajeckshah Dilaporkan ke Bawaslu

Foto Bersama Bobby Nasution, Wagub Sumut Musa Rajeckshah Dilaporkan ke Bawaslu

Regional
Gubernur Banten Kembali Perpanjang PSBB hingga 19 November

Gubernur Banten Kembali Perpanjang PSBB hingga 19 November

Regional
Kepala BNN RI: Tangerang Raya Jadi Perhatian, Ada Bandar Narkoba Berjaringan Luas

Kepala BNN RI: Tangerang Raya Jadi Perhatian, Ada Bandar Narkoba Berjaringan Luas

Regional
Seorang Sopir Taksi Online Dianiaya 10 Orang Saat Cari Perlindungan di Kantor Polisi

Seorang Sopir Taksi Online Dianiaya 10 Orang Saat Cari Perlindungan di Kantor Polisi

Regional
Cerita Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam Ganja di Rumah, Bantah Sembunyi-sembunyi dan Kata Warga

Cerita Adik Mantan Wali Kota Serang Tanam Ganja di Rumah, Bantah Sembunyi-sembunyi dan Kata Warga

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X