Kompas.com - 20/05/2020, 17:25 WIB
Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Walikota Palembang Harnojoyo saat menuju ruang rapat persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dilaksanakan pada (20/5/2020). HANDOUT/PEMPROV SUMSELGubernur Sumatera Selatan Herman Deru dan Walikota Palembang Harnojoyo saat menuju ruang rapat persiapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang akan dilaksanakan pada (20/5/2020).

PALEMBANG, KOMPAS.com - Pemerintah kota Palembang telah mengeluarkan surat keputusan terkait pelaksanaan serta sanksi dalam penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus penyebaran Covid-19.

Dalam surat Peraturan Walikota (Perwali) nomor 122/KPTS/Dinkes/2020 tentang PSBB Covid-19 di Palembang tertulis, pelanggar pelaksanaan PSBB akan dikenakan dengan hingga Rp 10 juta.

Di pasal 30 setiap pimpinan tempat kerja atau kantor yang melanggar penerapan PSBB akan dikenakan sanksi administratif berupa penutupan sementara dan denda paling sedikit Rp 5 juta serta paling tinggi Rp 10 juta.

Baca juga: Di Padang, Mobil, Motor, Ojek yang Langgar PSBB Didenda hingga Rp 1 Juta

Restoran dan hotel ciptakan kerumunan didenda Rp 10 juta

Kemudian, pasal 31 setiap restoran atau rumah makan yang tidak melaksanakan kewajiban berupa melakukan pelayanan take away atau dibawa pulang juga akan dikenakan sanksi serupa. Yakni sanksi administratif dan denda paling banyak Rp 10 juta.

Selanjutnya pada pasal 32, setiap penanggung jawab hotel yang selama pemberlakukan pelaksanaan PSBB wajib meniadakan aktivitas dan menutup fasilitas layanan hotel yang dapat menciptakan kerumunan.

Selain itu, pihak hotel harus menerapkan protokol pencegahan penyebaran Covid-19. Jika melanggar, pihak hotel akan dikenakan denda sampai Rp 10 juta serta sanksi administratif.

Baca juga: Tidak Pakai Masker Denda Rp 250.000

Berkumpul lebih dari 4 orang kena denda

Pada pasal 33, pimpinan tempat kerja pada kegiatan kontruksi yang selama pemberlakuan PSBB tidak melaksanakan kewajiban membatasi aktivitas pekerja hanya berada di kawasan proyek dan penerapan pencegahan Covid-19.

Jika melanggar, mereka dikenakan sanksi administartif,pengehentian sementara kontruksi kawasan proyek atau denda paling banyak Rp 10 juta.

Di pasal 35 setiap orang yang melanggar larangan melakukan kegiatan dengan jumlah lebih dari empat orang di tempat fasilitas umum selama pemberlakuan PSBB dikenakan sanksi administratif, berupa teguran, pembubaran membersihkan sarana fasilitas umum dan denda paling sedikit Rp 100.000 dan paling banyak Rp 250.000.

Baca juga: Di Desa Ini, Pemudik yang Enggan Dikarantina Bayar Denda Rp 500.000

 

PSBB Palembang

Wali Kota Palembang Harnojoyo mengatakan, pemberlakuan PSBB tersebut telah dimulai pada  Rabu (20/5/2020) dan berlaku sampai 2 Juni 2020. 

Masyarakat diharapkan untuk mengikuti aturan yang dikeluarkan sehingga PSBB ini dapat berjalan dengan efektif.

"Penerapan sanksi saat ini belum dilakukan karena masih  tahap awal. Setelah sosialisasi seminggu sanksi baru akan diberikan, PSBB sudah dimulai hari ini," kata Harno, usai menggelar rapat.

Sementara itu, Kapolrestabes Palembang Komisaris Besar  Anom Setyadji menjelaskan, mereka menurunkan kekuatan penuh dalam pelaksanaan PSBB. Seluruh objek vital dan lokasi strategis dilakukan pengamanan ketatt dalam pelaksanaan itu. 

"Yang terpenting adalah keterlibatasan masyarakat untuk mendukung pelaksanaan PSBB di Palembang. Jumlah personel yang ada tentu tidak sebanding dengan jumlah penduduk kota Palembang. Untuk itu kesadaran masyarakat sangat penting,” ujarnya.

Baca tentang


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
Ingin Warga'Survive' di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Ingin Warga"Survive" di Masa Pandemi, Dompet Dhuafa Kembangkan Budidaya Ikan Nila

Regional
6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

6 Kali Raih WTP, Pemkab Wonogiri Catat Penurunan Rekomendasi dalam LHP

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X