Buntut 60 Tenaga Medis RSUD Ogan Ilir Mogok Kerja, DPRD Minta Manajemen Dievaluasi

Kompas.com - 20/05/2020, 16:56 WIB
Perwakilan tenaga medis RSUD Ogan Ilir yang mogok kerja sejak Jumat (15/05/2020) diterima anggota komisi IV DPRD Ogan Ilir, Senin (18/5/2020). Mereka pun mengadukan alasan mereka mogok kerja ke DPRD. KOMPAS.com/AMRIZA NURSATRIA HUTAGALUNGPerwakilan tenaga medis RSUD Ogan Ilir yang mogok kerja sejak Jumat (15/05/2020) diterima anggota komisi IV DPRD Ogan Ilir, Senin (18/5/2020). Mereka pun mengadukan alasan mereka mogok kerja ke DPRD.

INDRALAYA, KOMPAS.com - Buntut aksi mogok 60 tenaga paramedic di Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir Sumatera Selatan jumat kemarin, akhirnya DPRD Ogan Ilir melalui Komisi IV  merekomendasikan kepada Bupati Ogan Ilir  agar Direktur dan Manajemen RSUD Ogan Ilir dievaluasi.

Demikian dikatakan Ketua Komisi IV DPRD Ogan Ilir Rizal Mustopa yang dikonfirmasi melalui pesan whatsapp hari ini Rabu (20/5/2020)

”Nota Dinas Komisi IV DPRD Ogan Ilir soal rekomendasi agar Direktur dan Manajemen RSUD Ogan Ilir dievaluasi sudah kami sampaikan dalam sidang paripurna DPRD Ogan Ilir baik secara lisan maupun tertulis,” jelas politisi Partai Nasdem Ogan Ilir itu.

Rizal Mustopa menjelaskan, rekomendasi agar Bupati Ogan Ilir mengevaluasi Direktur dan Manajemen RSUD Ogan Ilir itu terkait aksi mogok kerja tenaga kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah Ogan Ilir  yang menuntut  pemenuhan alat pelindung diri APD) yang standar, rumah singgah, tambahan vitamin sebagai penguat antibody dan uang insentif tambahan sebagai uang lelah karena terlibat dalam penanganan pasien Covid-19.

Baca juga: Duduk Perkara 60 Tenaga Medis Ogan Ilir Mogok Kerja, Berawal dari APD Minim dan Masalah Intensif

“Intinya pemenuhan apa yang dituntut oleh tenaga paramedic itu seharusnya sudah menjadi kewajiban Pererintah Kabupaten Ogan Ilir sebab masalah itu sudah diajukan, termasuk masalah insentif juga sudah ajukan RSUD Ogan Ilir jauh hari sebelum kejadian ini, pertanyaanya kenapa tenaga kesehatan itu bisa mogok,“ tanya Rizal

Oleh karena itulah tegas Rizal Mustopa, Komisi IV DPRD Ogan Ilir meminta Bupati Ogan Ilir Ilyas Panji Alam segera mengevaluasi kinerja Diektur dan Manajemen RSUD Ogan Ilir.

“Komisi IV DPRD Ogan Ilir meminta Bupati Ogan Ilir untuk mengevaluasi Direkur dan Manajemen RSUD Ogan Ilir,” tegas Rizal.

Baca juga: Puluhan Tenaga Medis Ogan Ilir Mogok Kerja dan Mengadu ke DPRD

Sementara Direktur RSUD Ogan Ilir Dokter Roretta Arta Guna Riama yang coba dikonfirmasi terkait rekomendasi DPRD Ogan Ilir agar dirinya dan Manajemen RSUD Ogan Ilir lainnya di evaluasi, beberapa kali teleponnya tidak diangkat dan pesan melalui aplikasi WhatsApp juga tidak dibalas.

Seperti diberitakan sebelumnya puluhan tenaga medis di RSUD Ogan Ilir melakukan mogok kerja karena ketidakjelasan status mereka dalam penanganan wabah Covid-19 sebab selain mereka tidak memiliki surat tugas, soal insentif mereka juga tidak jelas karena mereka hanya menerima honor bulanan sebesan Rp 750.000 rupiah.

Tenaga medis itu juga mogok karena APD yang dianggap tidak standar dan tidak tersedianya rumah singgah untuk mereka sehabis melaksanakan tugas.

Halaman:
Baca tentang
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Penularan Covid-19 Disoroti Presiden Jokowi, Pemprov Kalsel: Kasus Turun di Akhir Juli

Regional
Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Berpacaran dengan Orang yang Sama, 3 Oknum TNI Aniaya Pelajar SMA di Depan Rumah si Gadis

Regional
519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

519 Pasien Covid-19 di Surabaya Sembuh Dalam 5 Hari, Ini Rahasia Risma

Regional
Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Viral, Nenek 67 Tahun di Minahasa Menolak BLT, Alasannya Bikin Terharu

Regional
Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Filosofi dan Janji Ridwan Kamil Soal Pandemi di Balik Sebuah Rompi..

Regional
Dalam Waktu 3 Hari, 2 Jenazah PDP di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Ini Fakta Lengkapnya

Dalam Waktu 3 Hari, 2 Jenazah PDP di Makassar Diambil Paksa Keluarga, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Sofian Dicakar Harimau | 3 Oknum TNI Keroyok Remaja SMA gara-gara Berebut Pacar

[POPULER NUSANTARA] Detik-detik Sofian Dicakar Harimau | 3 Oknum TNI Keroyok Remaja SMA gara-gara Berebut Pacar

Regional
Jalani Rapid Test Massal, 69 Pengunjung dan Pedagang Pasar di Brebes Reaktif

Jalani Rapid Test Massal, 69 Pengunjung dan Pedagang Pasar di Brebes Reaktif

Regional
Organisasi Profesi Nakes Laporkan Akun yang Rendahkan Perjuangan Lawan Corona

Organisasi Profesi Nakes Laporkan Akun yang Rendahkan Perjuangan Lawan Corona

Regional
PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

PSBB Kabupaten Bogor Diperpanjang, 5 Kecamatan Zona Merah

Regional
Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Mulai 8 Juni 2020, Karawang Gelar Tes Swab Massal

Regional
Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Bertambah 71 Pasien Positif, Kasus Corona di Kalsel Capai 1.213

Regional
Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Disangka Perampok ATM, Ternyata Polisi Lagi Menghisap Sabu

Regional
Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Update Covid-19 di Sumut, Jumlah Pasien Semakin Bertambah

Regional
Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Sepuluh Pasien Baru Covid-19 di Sulut, 1 dari Klaster Pasar Pinasungkulan Manado

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X