Berdesakan, Petugas Bubarkan Kerumunan Warga yang Beli Baju Lebaran

Kompas.com - 19/05/2020, 21:25 WIB
Menjelang hari raya Idul Fitri, pusat perbelanjaan dan toko pakaian di Kota Mataram ramai dijejali warga yang akan membeli baju lebaran. KOMPAS.COM/KARNIA SEPTIA KUSUMANINGRUMMenjelang hari raya Idul Fitri, pusat perbelanjaan dan toko pakaian di Kota Mataram ramai dijejali warga yang akan membeli baju lebaran.

MATARAM, KOMPAS.com - Aparat gabungan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Mataram membubarkan kerumunan warga di beberapa toko di kawasan Cakranegara Kota, Mataram pada Senin (18/5/2020).

Warga berdesakan membeli pakaian baru untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 2020.

Puluhan aparat gabungan dari Polres Kota Mataram, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perdagangan, dan Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 rutin menertibkan kerumunan di sejumlah toko.

Khususnya, toko yang melanggar aturan pencegahan Covid-19, seperti menyediakan fasilitas cuci tangan, alat pemindai suhu, pengunjung memakai masker, dan membatasi jumlah pengunjung di dalam ruangan.

"Sebagian besar toko pakaian ini tidak membatasi jumlah pengunjung, kerumunan ada di mana-mana, dan mestinya toko mereka tutup pukul 21.00 WITA, ini masih banyak yang buka, kami harus menertibkan mereka untuk mencegah penularan Covid-19 di Kota Mataram," kata Kasat Samapta Polres Kota Mataram Gede Sumadra saat memimpin penertiban bersama Satgas Covid-19 pada Senin.

Baca juga: Pengunjung Membludak Berburu Baju Lebaran, Mal SGC di Cikarang Ditutup Sementara

Sejumlah pedagang langsung menutup pintu tokonya saat mendengar petugas datang. Cara itu dilakukan mengelabuhi petugas, padahal masih ada pembeli di dalam toko.

Tapi, petugas mengetahui hal itu. Mereka pun meminta masyarakat yang berkerumun di dalam toko untuk keluar.

"Jam malam sudah berlaku bapak-bapak ibu- ibu, sebaiknya segera keluar dan meninggalkan lokasi, hindari kerumunan tetap jaga jarak dan menggunakan masker, ini demi kebaikan kita bersama, " kata Sumdra dan sejumlah petugas lainnya.

Sontak, warga berlarian meninggalkan toko dan tak jadi membeli pakaian. Beberapa di antara mereka buru-buru menyelesaikan pembayaran.

Mariam, warga Kecamatan Gerung, Lombok Barat, mengaku sengaja mendatangi pusat perbelanjaan di Mataram. Ia ingin membelikan pakaian untuk anaknya.

"Saya bersama anak anak, maunya beli baju lebaran, karena itu sudah tradisi," kata Mariam warga Kecamatan Gerung, Lombok Barat.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Gempa Pangandaran Magnitudo 5,9 Terasa hingga Sukabumi, Belum Ada Laporan Kerusakan

Regional
Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Oknum Perwira Polisi Jadi Kurir Sabu 16 Kg, Kapolda Riau: Dia Penghianat Bangsa

Regional
Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Hidup dengan Ibu ODGJ, 4 Anak Gizi Buruk Tak Kenal Lauk, Hanya Makan Nasi dengan Sayur Rebus

Regional
Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Dramatis, Penangkapan Perwira Polisi Kurir Sabu 16 Kilogram, Alami Luka Tembak hingga Langsung Dipecat

Regional
Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Fakta Lengkap Soal Fatwa Hukum Cambuk Bagi Pemain PUBG di Aceh...

Regional
Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Gempa Terkini di Pangandaran Sempat Membuat Panik Wisatawan

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Polisi Masih Dalami Motif Warga yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Warga Diimbau Waspada Gempa Susulan

Regional
Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Korupsi Dana Desa Rp 387 Juta, Eks Kades Bontobaji Bulukumba Ditahan

Regional
Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Gempa Magnitudo 5,9 Guncang Pangandaran, Tidak Berpotensi Tsunami

Regional
11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

11 Nakes Positif Covid-19, Layanan Puskesmas di Kota Palopo Dialihkan

Regional
Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Kandang Ayam Terbakar di Grobogan, 40.000 Ekor Mati dan Kerugian Capai Rp 2,5 Miliar

Regional
Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Ayah di Jember Tega Setubuhi Anak Tirinya hingga Hamil 6 Bulan

Regional
Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Kronologi Anggota DPRD Dibacok Saat Melerai Keributan soal Knalpot Bising

Regional
Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Sebelum Diperkosa 2 Pemuda, Remaja Putri di Kalbar Dicekoki Miras

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X