Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Sunardi Rela Antre di Kantor Pos untuk Kembalikan Uang Bantuan

Kompas.com - 19/05/2020, 19:08 WIB
Dian Ade Permana,
Teuku Muhammad Valdy Arief

Tim Redaksi

SALATIGA, KOMPAS.com - Sunardi, warga Kridanggo, Kalicacing, Sidomukti, Kota Salatiga antre di antara warga yang berniat mencairkan Bantuan Sosial Tunai (BST) di Kantor Pos Salatiga.

Namun, dia tidak berniat untuk memanfaatkan bantuan tersebut dan memilih mengembalikan ke pemerintah.

“Saya kembalikan BST 2020 bulan April karena saya sudah mampu,” tulis Sunardi pada bagian bawah surat pemberitahuan BST tersebut.

Baca juga: 25 Guru Honorer Dapat Bantuan Kuota Internet untuk Mengajar via Online Selama PSBB

Dalam surat pemberitahuan yang diterimanya dari Pos Indonesia, Sunardi berhak menerima BST tahun 2020 senilai Rp 600.000 setiap bulan selama tiga bulan.

Kepala Dinas Sosial Kota Salatiga, Rochadi mengatakan, yang dilakukan Sunardi merupakan contoh baik yang bisa ditiru warga lain yang merasa mampu.

Pasalnya, masih banyak warga lain yang membutuhkan dan kurang mampu.

“Apresiasi yang tinggi kepada Bapak Sunardi, walau mendapat bantuan tapi merasa mampu dan memilih mengembalikannya kepada PT Pos Indonesia untuk dialihkan kepada yang lebih membutuhkan," jelas Rochadi dalam keterangan tertulisnya, Selasa (19/5/2020).

Sementara Wakil Wali Kota Salatiga Muh Haris menyampaikan Kementerian Sosial menggelontorkan bantuan bagi warga terdampak Covis-19, dalam bentuk BST senilai Rp 600.000 kepada 14.952 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Salatiga.

“Cukup banyak penerima BST 2020 di Salatiga, semoga yang lain bisa tertampung melalui program bantuan sosial yang lain, baik dari Kemensos maupun dari APBD Provinsi atau Kota," imbuhnya.

Baca juga: Bantuan Rp 700.000 Diberikan ke Korban PHK yang Terdaftar Kartu Prakerja

Bantuan sosial dari Kemensos bagi masyarakat terdampak COVID-19 di Kota Salatiga selain BST, ada Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) atau Program Keluarga Harapan (PKH) sebanyak 5.251 KPM ditambah dengan BPNT Perluasan sebanyak 1.623 KPM dan PKH Perluasan 72 KPM.

Kemudian bantuan melalui APBD Provinsi sebanyak 201 KPM, dan APBD Kota yang dibagi dalam dua tahap, yakni Tahap I sebanyak 21.783 KPM serta Tahap II 13.628 KPM.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com