WNA Kini Bisa Masuk ke Batam asal Bawa Sertifikat Kesehatan

Kompas.com - 19/05/2020, 13:26 WIB
Sebanyak 56 orang warga negara asing (WNA) yang merupakan kru kapal dan berlabuh di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (14/5/2020) jalani Rapid Tes di Pos Pemeriksaan Covid-19 Upt Puskesmas Sekupang, Batam. KOMPAS.COM/HADI MAULANASebanyak 56 orang warga negara asing (WNA) yang merupakan kru kapal dan berlabuh di Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Kamis (14/5/2020) jalani Rapid Tes di Pos Pemeriksaan Covid-19 Upt Puskesmas Sekupang, Batam.

BATAM, KOMPAS.com - Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas 1 Batam menegaskan saat ini Batam menerima kunjungan warga negara asing (WNA. Namun mereka terlebih dahulu harus memiliki sertifikat pernyataan sehat yang dikeluarkan dari negara asalnya.

Jika tak memiliki sertifikat sehat, maka WNA tersebut dikembalikan ke negara asalnya.

Kepala Kantor Kesehatan Pelabuhan Kelas I Batam dr Achmad Farchanny mengatakan, aturan setiap WNA yang masuk harus dipastikan kesehatannya merupakan kebijakan dari Kementerian Kesehatan RI.

Baca juga: Klaster Misterius, Satu Keluarga di Batam Positif Corona Walau Tak Pernah Kemana-mana

Kebijakan itu berdasarkan Surat Edaran nomer HK.02.01/MENKES/313/2020 tanggal 7 Mei 2020 tentang protokol kesehatan penanganan kepulangan WNI dan kedatangan WNA dari luar negeri di pintu masuk negara dan wilayah pada situasi pembatasan sosial berskala besar (PSBB).

"Jadi jika tidak ada surat keterangan kesehatan dari negara asal WNA tersebut, yang bersangkutan akan langsung disarankan untuk pulang dan tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia," kata Achmad Farchanny melalui pesan WhatsApp, Selasa (19/5/2020).

dr Achmad Farchanny menjelaskan, keterangan kesehatan yang dimaksud sesuai SE Kemenkes RI Nomer HK.02.01/MENKES/313/2020 tanggal 7 Mei 2020, yakni semua WNA yang masuk ke Indonesia wajib mempunyai health certificate dalam bahasa Inggris yang menyatakan hasil pemeriksaan PCR negatif Covid-19.

Health certificate berlaku maksimal 7 hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan dari negara asal dan divalidasi oleh dokter KKP di pelabuhan atau bandara atau PLBDN kedatangan.

Kemudian WNA yang datang tidak membawa sertifikat kesehatan atau sudah yang kedaluarsa atau tanpa hasil PCR negatif, maka direkomendasikan untuk dideportasi.

"Surat edaran ini sudah kami sosialisasikan ke Konsul Jenderal Singapura di Batam dan Konsul Jenderal Malaysia di Pekanbaru," jelas dr Achmad Farchanny.

Achmad Farchanny berharap aturan ini setidaknya dapat membantu upaya menenekan penyebaran Covid-19 dari negara luar.

Baca juga: UPDATE Covid-19 Batam 18 Mei, Pasien Positif Bertambah 11 Kasus

Ditanyai apakah aturan ini sudah diberlakukan di Batam, Achmad Farchanny mengaku sudah dan sudah ada beberapa WNA yang dipulangkan melalui Imigrasi karena tidak mempunyai sertifikat kesehatan beserta hasil pemeriksaan PCR negatif Covid-19.

"Kami juga berharap apa yang sudah kami sosialisasikan melalui Konsul Jenderal Singapura dan Malaysia juga sudah disosialisasikan ke warganya, sehingga WNA yang berasal dari Singapura dan Malaysia yang akan masuk ke Batam tidak lupa membawa health certificate dalam bahasa Inggris yang menyatakan hasil pemeriksaan PCR negatif Covid-19," pungkas Achmad Farchanny.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 8 Remaja Yogya, Satu Orang Sempat Todongkan Senjata

Polisi Amankan 8 Remaja Yogya, Satu Orang Sempat Todongkan Senjata

Regional
Gamis Tersangkut di Gir, Ibu Ini Jatuh dari Motor lalu Meninggal

Gamis Tersangkut di Gir, Ibu Ini Jatuh dari Motor lalu Meninggal

Regional
Rekor Tetinggi Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, Ada 58 Klaster Keluarga dan 11 Klaster Kantor

Rekor Tetinggi Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor, Ada 58 Klaster Keluarga dan 11 Klaster Kantor

Regional
Produksi Padi Babel Baru 37 Persen, Pemprov Babel Dorong Pemanfaatan Lahan yang Masih Tersedia

Produksi Padi Babel Baru 37 Persen, Pemprov Babel Dorong Pemanfaatan Lahan yang Masih Tersedia

Regional
Siswi SMK Ditikam Saat Belajar Daring oleh Pamannya Sendiri

Siswi SMK Ditikam Saat Belajar Daring oleh Pamannya Sendiri

Regional
Foto Risma Boleh Dipasang di APK Peserta Pilkada Surabaya, Ini Alasannya...

Foto Risma Boleh Dipasang di APK Peserta Pilkada Surabaya, Ini Alasannya...

Regional
Rela Gadaikan Sawah demi Dapat Bantuan, Tukang Becak Ini Justru Kena Tipu

Rela Gadaikan Sawah demi Dapat Bantuan, Tukang Becak Ini Justru Kena Tipu

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 29 September 2020

Regional
Sempat Buat Bupati Sikka Geram, IGD RSUD Tc Hillers Akhirnya Teralirkan Listrik

Sempat Buat Bupati Sikka Geram, IGD RSUD Tc Hillers Akhirnya Teralirkan Listrik

Regional
Pemkab Sumedang Usul 200 Hektar Lahan Negara Bisa Dikelola Warga

Pemkab Sumedang Usul 200 Hektar Lahan Negara Bisa Dikelola Warga

Regional
Pemkot Tegal Tutup Tempat Wisata hingga Karaoke Selama Sebulan

Pemkot Tegal Tutup Tempat Wisata hingga Karaoke Selama Sebulan

Regional
Bermula dari Bayi 21 Hari Positif Covid-19, Ibunya dan 4 Tenaga Medis Terpapar Corona

Bermula dari Bayi 21 Hari Positif Covid-19, Ibunya dan 4 Tenaga Medis Terpapar Corona

Regional
Sebarkan Kolase Foto Wapres dan 'Kakek Sugiono', Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

Sebarkan Kolase Foto Wapres dan "Kakek Sugiono", Pria Ini Dilaporkan ke Polisi

Regional
13 Mahasiswi di Makassar Diteror Video Call Seks, Korban: Saya Trauma Pegang HP

13 Mahasiswi di Makassar Diteror Video Call Seks, Korban: Saya Trauma Pegang HP

Regional
Jadi Calon Wabup Karawang, Adly Fairuz Kritik soal Pengangguran

Jadi Calon Wabup Karawang, Adly Fairuz Kritik soal Pengangguran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X