Kompas.com - 19/05/2020, 13:09 WIB
Pelaku pencurian sapi setelah ditangkap polisi. (FOTO: Dok. Polres Lampung Tengah) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYA Pelaku pencurian sapi setelah ditangkap polisi. (FOTO: Dok. Polres Lampung Tengah)

LAMPUNG, KOMPAS.com – Seorang pencuri sapi di Lampung Tengah, Provinsi Lampung, ditangkap tak lama setelah beraksi.

Uniknya, sang pemilik baru tahu sapinya dicuri setelah pelaku ditangkap aparat kepolisian.

Pencurian itu dilakukan oleh SYT (38), warga Dusun V Bendo Sari, Kampung Komering Putih, Kecamatan Gunung Sugih, pada Sabtu (16/5/2020) dini hari.

Baca juga: Pelaku Pencurian Sapi yang Baku Tembak dengan Polisi adalah Pecatan TNI

SYT mencuri sapi milik Sumarno (41) yang merupakan tetangga satu kampungnya sendiri.

Kasat Reskrim Polres Lampung Tengah, AKP Yuda Wiranegara mewakili Kapolres Lampung Tengah, AKBP Popon Ardianto Sunggoro mengatakan, awalnya anggota Tekab 308 mendapat informasi adanya pencurian sapi tersebut.

“Pelaku diamankan di rumahnya berikut barang bukti berupa sapi betina yang disembunyikan di sebuah ladang, serta satu bilah badik yang diselipkan di pinggangnya,” kata Yuda saat dihubungi, Selasa (19/5/2020).

Yuda mengatakan, modus pelaku yakni masuk ke kandang sapi milik korban lalu membuka gembok dan pintu kayu kandang sapi.

Agar sapi tidak bersuara saat dicuri, pelaku membekap mulut sapi lalu digiring keluar kandang dengan cara berjalan kaki.

Korban sendiri baru mengetahui sapi miliknya itu dicuri setelah pelaku ditangkap aparat kepolisian.

“Korban baru mengetahui sapi miliknya dicuri saat hendak shalat subuh usai sahur,” kata Yuda.

Korban melihat kandang miliknya telah terbuka dan sapinya raib sekitar pukul 4.30 WIB. Korban lalu memanggil warga dan memberitahu bahwa sapinya telah dicuri.

Baca juga: Pasien Positif Corona di Lampung Naik Drastis, Sebagian Besar OTG

Korban pun langsung melapor ke Polres Lampung Tengah dengan nomor laporan LP/579-B/V/2020/POLDA LPG/Res Lamteng.

Saat ini pelaku masih ditahan di Polres Lampung Tengah dan dijerat Pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Polisi Amankan 3 Pengibar Bendera RMS di Saparua

Regional
Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X