Puskesmas Tamansari Tasikmalaya Ditutup Sementara

Kompas.com - 18/05/2020, 14:23 WIB
Puskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya ditutup selama 14 hari ke depan setelah 4 pegawainya terpapar corona, Senin (18/5/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAPuskesmas Tamansari Kota Tasikmalaya ditutup selama 14 hari ke depan setelah 4 pegawainya terpapar corona, Senin (18/5/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, akhirnya menutup total seluruh kegiatan pelayanan kesehatan di Puskesmas Kecamatan Tamansari mulai hari ini, Senin (18/5/2020).

Penutupan instansi kesehatan masyarakat di tingkat kecamatan itu setelah 4 pegawainya dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test.

"Kita tutup total selama 14 hari ke depan pelayanan di Puskesmas Tamansari. Penutupan ini setelah diketahui 4 pegawainya termasuk 2 di antaranya perawat yang reaktif hasil rapid test," kata Wali Kota Tasikmalaya Budi Budiman kepada wartawan, Senin siang.

Baca juga: Pemudik yang Nekat ke Tasikmalaya Akan Dipulangkan ke Daerah Asal

Budi mengatakan, sebelumnya ada seorang pasien yang memeriksakan diri ke Puskesmas Tamansari beberapa waktu lalu.

Setelah ditelurusi oleh tim Gugus Tugas, pasien itu dinyatakan positif Covid-19.

Kemudian, sejumlah pegawai Puskesmas menjalani rapid test.

"Ada penambahan dari Puskesmas Tamansari. Kita tutup karena sudah ada yang positif," ujar Budi.

Baca juga: Wagub Jabar Minta Daerah Zona Aman Corona Izinkan Shalat Id Berjemaah

Selama ditutup, petugas akan melakukan sterilisasi di puskesmas itu. Para pegawai juga telah diwajibkan melakukan isolasi mandiri.

Saat ini telah dilakukan tes swab kepada sekitar 63 pegawai Puskesmas Tamansari.

"Mudah-mudahan hasilnya cepat diketahui," kata Budi.

Baca juga: Bandit Spesialis Jalan Tol Ditangkap, 1 Pelaku Anggota Polisi

Menurut Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Tasikmalaya, tercatat jumlah pasien positif corona sebanyak 23 orang.

Kemudian, ada 14 orang yang reaktif melalui hasil rapid test.

Dari jumlah tersebut 11 di antaranya telah dinyatakan sembuh.

Kemudian, 23 orang masih dalam perawatan dan 3 orang lainnya meninggal dunia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Roboh

Fakta Gempa Magnitudo 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Warga Panik dan Sejumlah Rumah Roboh

Regional
Rencana Polisi Tak Perlu Menilang Lagi, Begini Tanggapan Warga

Rencana Polisi Tak Perlu Menilang Lagi, Begini Tanggapan Warga

Regional
Sederet Fakta Bupati Sleman Terpapar Covid-19 Sepekan Usai Disuntik Vaksin

Sederet Fakta Bupati Sleman Terpapar Covid-19 Sepekan Usai Disuntik Vaksin

Regional
Pasien Covid-19 Terekam CCTV Saat Mesum di Ruang Isolasi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Pasien Covid-19 Terekam CCTV Saat Mesum di Ruang Isolasi, Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Mahasiswa Unsoed Kembangkan Alat Deteksi Dini Pergerakan Tanah

Mahasiswa Unsoed Kembangkan Alat Deteksi Dini Pergerakan Tanah

Regional
2 WNA Asal China dan 1 dari Korea Diamankan, Bisnis Kayu hingga Liburan

2 WNA Asal China dan 1 dari Korea Diamankan, Bisnis Kayu hingga Liburan

Regional
Sensus Penduduk, Populasi Jabar Mencapai 48,27 Juta Jiwa

Sensus Penduduk, Populasi Jabar Mencapai 48,27 Juta Jiwa

Regional
Sah Jadi Bupati Cianjur, Herman Janjikan 1.000 Kilometer Jalan Beton

Sah Jadi Bupati Cianjur, Herman Janjikan 1.000 Kilometer Jalan Beton

Regional
Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Dedi Mulyadi: Ibu Mestinya Diberi Kasih Sayang Bukan Digugat

Kasus Anak Gugat Orangtua karena Fortuner, Dedi Mulyadi: Ibu Mestinya Diberi Kasih Sayang Bukan Digugat

Regional
Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Keterisian Tempat Tidur Pasien Covid-19 di Banyumas Capai 76 Persen

Regional
Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Sukacita Orangtua Bayi Kembar Siam Setelah Setahun dan 10 Jam yang Berat

Regional
Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Kisah Ibu Digugat Anak Kandung, Punya Fortuner tapi Dianggap Sewa

Regional
Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Fakta Pasien Mesum di Ruang Isolasi Covid-19 RSUD Dompu, Viral di Medsos hingga Polisi Lakukan Penyelidikan

Regional
Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Dedi Mulyadi Siapkan Advokat untuk Ibu yang Digugat Anaknya karena Fortuner

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

[POPULER NUSANTARA] Ibu Digugat Anak Kandung Soal Mobil Fortuner | Temuan Bagian Tubuh Diduga Milik Penumpang Sriwijaya Air

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X