Kalah Voting, Usulan Pansus Covid-19 DPRD Surabaya Resmi Ditolak

Kompas.com - 18/05/2020, 13:13 WIB
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. KOMPAS.COM/ShutterstockIlustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.

SURABAYA, KOMPAS.com - DPRD Kota Surabaya akhirnya resmi tidak memiliki panitia khusus (Pansus) penanganan Covid-19.

Dalam rapat Badan Musyawarah (Banmus) Jumat (15/5/2020) lalu, suara fraksi pengusul Pansus Covid-19 kalah suara dengan suara fraksi penolak Pansus Covid-19.

Informasi yang dihimpun dari DPRD Surabaya, rapat Banmus memilih jalan voting untuk menentukan dibentuknya Pansus Covid-19.

Dari 16 anggota Banmus yang mengisi absensi rapat, hanya 13 yang ada di ruangan rapat saat voting digelar.

Baca juga: Gelar Buka Bersama 187 Kades, Bupati Pamekasan Dituding Langgar Maklumat Kapolri

 

Hasil akhirnya, hanya ada 5 suara yang mendukung Pansus Covid-19, 8 suara lainnya menolak.

Sektetaris Fraksi Demokrat-Nasdem, Imam Syafii selaku fraksi pengusul menganggap aneh saat Banmus DPRD Surabaya melakukan voting.

"Lazimnya Banmus hanya menjadwal rapat paripurna usulan fraksi, baru nanti Paripurna yang akan memutuskan setuju atau ditolak usulan pansus Covid-19," kata Imam, saat dikonfirmasi Senin (18/5/2020).

Usulan dalam pansus menurutnya juga bisa diparipurnakan hanya dari usulan minimal 2 fraksi.

Sementara usulan pansus Covid-19, kata Imam, diusulkan 4 fraksi, yakni Fraksi PKB, Gerindra, PAN-PPP dan fraksi Demokrat Nasdem.

"Kami masih membahas lagi bersama fraksi pengusul apakah nanti ikut mendukung atau tidak," ujar dia.

Terpisah, Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Surabaya menyebut apa yang dilakukan Banmus sudah tepat.

"Fungsi DPRD adalah melakukan pengawasan penanganan Covid-19 di Surabaya melalui alat kelengkapan yang ada, dan itu sudah berjalan dan tidak perlu dibentuk Pansus," terang dia.

Baca juga: Ketua DPRD Surabaya Tolak Pembentukan Pansus Covid-19, Ini Alasannya

Dia menilai, Wali Kota Tri Rismaharini dan jajaran Pemkot Surabaya sudah bekerja keras menangani pendemi Covid-19.

"Tentu ada banyak yang perlu dibenahi dari kinerja Pemkot Surabaya, namun semua masukan bisa melalui komisi-komisi yang sudah ada, sehingga Fraksi PDI-P memandang tidak perlu membentuk Pansus Covid-19," tegas dia.

Sebelumnya, pansus Covid-19 dianggap mendesak dibentuk di Surabaya karena jumlah kasus Covid-19 di Surabaya tercatat cukup tinggi dan mengancam warga Surabaya.

Hingga Minggu (17/5/2020) malam, jumlah kasus positif Covid-19 di Surabaya mencapai 1.059 kasus dan yang meninggal dunia 122 orang. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X