Pemudik Diprediksi Akan Meningkat, Cek Poin Diperketat

Kompas.com - 18/05/2020, 04:54 WIB
Dirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi memberikan keterangan saat mengunjungi Terminal Bulupitu Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (17/5/2020). KOMPAS.COM/TANGKAPAN LAYARDirjen Perhubungan Darat Budi Setyadi memberikan keterangan saat mengunjungi Terminal Bulupitu Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (17/5/2020).

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Budi Setyadi mengatakan, pihaknya mulai meningkatkan pengawasan di seluruh cek poin.

Pasalnya, jumlah pemudik diperkirakan akan meningkat seiring dengan semakin dekat Lebaran.

"Selain penguatan kita juga akan semakin tegas lagi. Masyarakat yang betul-betul akan mudik kan kelihatan," kata Budi saat mengunjungi Terminal Bulupitu Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Minggu (17/5).

Baca juga: Pulang Mudik dari Jakarta, Seorang Pekerja di Grobogan Positif Corona

Budi mengatakan, seluruh kendaraan yang melintasi cek poin diminta untuk membuka kaca. Hal itu agar petugas dapat menilai apakah yang bersangkutan akan mudik atau tidak.

"Di semua cek poin semua kendaraan kita minta buka kacanya. Kalau yang mencurigakan kita tanya, jadi kita langsung bisa menilai, ini mau mudik atau kerja. Kita tegas sekarang," ujar Budi.

Baca juga: Larang Warga Mudik Lokal, Anies Sebut Virus Corona Tidak Kenal Lebaran

Dalam kesempatan itu, Budi kembali menegaskan bahwa pemerintah melarang masyarakat mudik. Untuk itu, Budi meminta masyarakat mematuhi larangan tersebut.

Menurut Budi, pemerintah pusat dan daerah sedang bersama-sama memutus mata rantai penyebaran virus corona (Covid-19).

"Sekarang banyak masyarakat yang mengeluh. Masuk cek poin ini dikembalikan, cari lagi, kena cek poin dikembalikan lagi, jadi muter-muter," kata Budhi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasca-teror di Sigi, Warga Desa Belum Berani Kembali ke Rumah

Pasca-teror di Sigi, Warga Desa Belum Berani Kembali ke Rumah

Regional
Korban Keracunan Makanan Pesta Pernikahan Bertambah Jadi 212 Orang, 1 Balita Tewas

Korban Keracunan Makanan Pesta Pernikahan Bertambah Jadi 212 Orang, 1 Balita Tewas

Regional
Gubernur Sulsel Minta Bupati dan Wali Kota Atur Jalur Vaksin Covid-19

Gubernur Sulsel Minta Bupati dan Wali Kota Atur Jalur Vaksin Covid-19

Regional
Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Korban Tewas Tabrakan Beruntun di Sumedang Jadi 2 Orang, Ini Kronologinya

Regional
Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Bertambah 128 Kasus Covid-19 dalam 4 Hari di Boyolali, Didominasi OTG

Regional
BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

BPBD Sleman Siapkan 4 Barak Pengungsian Gunung Merapi

Regional
Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Baliho Risma dan Machfud Arifin Bermunculan, Putra Risma: Jangan Asal Pasang Tanpa Izin

Regional
Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Kado Natal, 6 Kampung di Distrik Mimika Barat Resmi Memiliki Listrik

Regional
Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Risma Tulis Surat untuk Warga, Ajak Tak Golput di Pilkada Surabaya

Regional
Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Warga yang Tertular Klaster BPR Nganjuk Bertambah, Total 9 Orang

Regional
Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Speedboat Rombongan KPU Raja Ampat Terbakar, 7 Penumpang Selamat

Regional
'Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD'

"Massa Langsung ke Rumah Mahfud MD, Saya Tidak Bisa Melarang, Takut Dituduh Pendukung Mahfud MD"

Regional
Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara 'Real Time'

Ganjar Minta Pemerintah Pusat Sajikan Data Covid-19 Secara "Real Time"

Regional
Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Mayat di Ladang Singkong Korban Pembunuhan, Pelakunya Sakit Hati Diejek Miskin

Regional
Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Keponakan Mahfud MD: Massa Ancam Bakar Rumah Jika Rizieq Shihab Dipenjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X