Penumpang Tak Sanggup Bayar, Pemprov Lampung Gratiskan Rapid Test di Pelabuhan Bakauheni

Kompas.com - 17/05/2020, 20:34 WIB
Ratusan penumpang menumpuk di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (16/5/2020) malam. Para penumpang ini tidak bisa naik ke kapal lantaran tidak memiliki dokumen hasil rapid test. (FOTO: istimewa) KOMPAS.com/TRI PURNA JAYARatusan penumpang menumpuk di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Jumat (16/5/2020) malam. Para penumpang ini tidak bisa naik ke kapal lantaran tidak memiliki dokumen hasil rapid test. (FOTO: istimewa)

BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Lampung memfasilitasi ratusan penumpang yang tidak bisa membayar rapid test di Pelabuhan Bakauheni.

Dokumen hasil rapid test ini sendiri adalah salah satu syarat untuk pengeluaran surat clearance dari Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) bagi penumpang yang hendak menyeberang ke Pelabuhan Merak, Banten.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Lampung, Reihana mengatakan, Pemerintah Provinsi Lampung menyediakan alat rapid test bagi penumpang di Pelabuhan Bakauheni.

Baca juga: Tak Punya Surat Keterangan Nonreaktif Rapid Test, Ratusan Penumpang Menumpuk di Pelabuhan Bakauheni

Hal ini adalah untuk menghindari penumpukan penumpang dan agar para penumpang tersebut tidak terlantar di area pelabuhan.

" Penumpang tersebut bukan warga Lampung, melainkan pekerja di beberapa provinsi di Sumatera yang telah di-PHK," kata Reihana dalam video rilisnya, Minggu (17/5/2020).

Namun, karena keterbatasan jumlah alat rapid test, tidak semua penumpang akan menjalani tes.

Reihana mengatakan, ada dua skema untuk penanganan ratusan penumpang yang telah tertahan sejak empat hari lalu itu.

Skema pertama yaitu jika temperatur penumpang kurang dari 36,5 derajat celcius, penumpang itu akan diberikan surat sehat dengan catatan belum dilakukan rapid test.

"Dilakukan rapid test di lokasi tujuan," kata Reihana.

Baca juga: Jelang Ramadhan, 3.700 Pemudik Masuk Lampung via Pelabuhan Bakauheni

Skema kedua adalah jika suhu tubu penumpang di atas 37,6 derajat celsius, baru dilakukan rapid test di tempat.

Jika hasil rapid test ini adalah nonreaktif, penumpang akan diberikan surat sehat.

"Tapi jika hasil rapid test adalah reaktif, akan kami ambil sampel swab tenggorokan dan meminta yang bersangkutan isolasi mandiri," kata Reihana.

Reihana menambahkan, para penumpang yang telah mendapatkan surat sehat dari Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Lampung akan diberangkatkan oleh Kementerian Perhubungan.

"Akan diberikan tumpangan langsung ke daerah asalnya," kata Reihana.

Diberitakan sebelumnya, ratusan penumpang tertahan sejak Rabu (14/5/2020) di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan.

Para penumpang tidak bisa menyeberang karena tidak memiliki dokumen hasil rapid test, yang adalah salah satu persyaratan untuk naik ke kapal.

Para penumpang yang tertahan itu memenuhi beberapa lokasi di pelabuhan seperti area parkir, area loket, area terminal dan area pintu keluar pelabuhan.

Ratusan penumpang tersebut sebagai besar adalah warga Jawa Tengah yang bekerja proyek di beberapa provinsi di Sumatera yang telah di-PHK dan habis kontrak.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dua Terduga Pembunuh Perempuan Dalam Mobil Terbakar Ditangkap

Dua Terduga Pembunuh Perempuan Dalam Mobil Terbakar Ditangkap

Regional
Nasdem Sayangkan Ambulans yang Layani Warga Makassar Gratis Dibakar Demonstran

Nasdem Sayangkan Ambulans yang Layani Warga Makassar Gratis Dibakar Demonstran

Regional
Polisi Temukan Luka Memar di Kepala Mayat Wanita yang Terbakar di Mobil

Polisi Temukan Luka Memar di Kepala Mayat Wanita yang Terbakar di Mobil

Regional
Bahas Penanganan Banjir dengan Risma, DPRD DKI Jakarta: Kami Belajar Banyak dari Surabaya

Bahas Penanganan Banjir dengan Risma, DPRD DKI Jakarta: Kami Belajar Banyak dari Surabaya

Regional
Usaha Benang Gelasan Naik Daun Saat Pandemi, Erwin Sampai Harus Menambah Karyawan

Usaha Benang Gelasan Naik Daun Saat Pandemi, Erwin Sampai Harus Menambah Karyawan

Regional
Polisi Duga Ada Provokator di Balik Bentrokan Penyebab 1 Warga Palopo Tewas

Polisi Duga Ada Provokator di Balik Bentrokan Penyebab 1 Warga Palopo Tewas

Regional
Kasus Agen Minta Rp 32 Juta buat Pulangkan Jenazah TKI, Pemkab Indramayu: Itu Hanya Isu

Kasus Agen Minta Rp 32 Juta buat Pulangkan Jenazah TKI, Pemkab Indramayu: Itu Hanya Isu

Regional
Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Maju Pilkada Kabupaten Bandung, Eks Bintang Persib Atep Rizal Sebut Sahrul Gunawan Lawan Berat

Regional
Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi Tak Boleh Kampanye 3 Hari

Paslon yang Langgar Protokol Kesehatan Bisa Kena Sanksi Tak Boleh Kampanye 3 Hari

Regional
Gegara Rem Blong di Jalan Lingkar Salatiga, Truk Terguling Masuk ke Area Makam

Gegara Rem Blong di Jalan Lingkar Salatiga, Truk Terguling Masuk ke Area Makam

Regional
11 Tewas di Tambang Batu Bara Ilegal Muara Enim, Pekerja Sedang Gali Terowongan Saat Hujan

11 Tewas di Tambang Batu Bara Ilegal Muara Enim, Pekerja Sedang Gali Terowongan Saat Hujan

Regional
Kronologi Mobil Pengangkut 40 Tabung Gas Terbakar di SPBU Cianjur, Terdengar Suara Ledakan

Kronologi Mobil Pengangkut 40 Tabung Gas Terbakar di SPBU Cianjur, Terdengar Suara Ledakan

Regional
'Masyarakat Kritik, Pemkot Kurang Tegas Melaksanakan Protokol Kesehatan, di Luar Bagus, di Dalam Tidak'

"Masyarakat Kritik, Pemkot Kurang Tegas Melaksanakan Protokol Kesehatan, di Luar Bagus, di Dalam Tidak"

Regional
Sedang Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Sumut Diserang Puluhan Preman, 5 Mobil Rusak, 3 Petugas Terluka

Sedang Operasi Yustisi, Satgas Covid-19 Sumut Diserang Puluhan Preman, 5 Mobil Rusak, 3 Petugas Terluka

Regional
Kapolda Sulsel Sebut Demo di Makassar Disusupi Aliansi Makar

Kapolda Sulsel Sebut Demo di Makassar Disusupi Aliansi Makar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X