TPU di Samarinda Longsor, 100 Makam Rusak Parah

Kompas.com - 15/05/2020, 19:00 WIB
Kondisi longsor di TPU Muslimin Kelurahan Selili,  Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (15/5/2020). KOMPAS.com/ZAKARIAS DEMON DATONKondisi longsor di TPU Muslimin Kelurahan Selili, Samarinda, Kalimantan Timur, Jumat (15/5/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Tempat Pemakaman Umum (TPU) Muslim di RT 15 Kelurahan Selili, Samarinda, Kalimantan Timur, rusak parah karena longsor, Selasa (12/5/2020).

Longsor sepanjang kurang lebih 50 meter yang merusak sekitar 100 makam dipicu hujan deras yang melanda Kota Samarinda beberapa hari terakhir.

Kejadian tersebut membuat warga sekitar panik dan meninjau lokasi melihat makam keluarga.

Baca juga: Banjir dan Longsor Terjang 5 Kecamatan di Lebak, Jembatan Putus, Jalan Nasional Retak

Data Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda ada sekitar 3.000 makam berada di lokasi seluas dua hektar itu.

Kondisi tanah TPU yang curam, membuatnya mudah bergerak. Tak ada penurapan di lereng TPU membuat wilayah tersebut rawan longsor sewaktu-waktu.

Kepala BPBD Samarinda, Hendra mengatakan sudah melaporkan ke Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim) dan sudah ditinjau.

“Tapi disarankan untuk tidak dipergunakan lagi karena berada di patahan bumi. Itu daerah patahan, enggak bisa di apa-apain. Tanahnya memang bergerak karena profil bumi,” ungkap Hendra kepada Kompas.com di Samarinda, Jumat (15/5/2020).

Karena itu, sedang dipersiapkan lokasi pemindahan. Hanya saja itu menjadi tugas Disperkim untuk menindaklanjuti.

“Soal bencananya, kami gotong royong merapikan dan perlu menjelaskan ke masyarakat bahwa lokasi itu memang tidak layak,” terang Hendra.

Baca juga: Seorang Pengendara Motor Tewas Tertimbun Longsor

Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 Tahun 2014 tentang Rancangan Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Samarinda, sudah menetapkan kelurahan Selili sebagai lokasi rawan bencana karena berada di wilayah kemiringan.

Hanya saja, rencana relokasi pemukiman warga tidak kunjung terealisasi.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Warga Kirimkan Susu untuk Balita Korban Penganiayaan Sadis di Medan

Warga Kirimkan Susu untuk Balita Korban Penganiayaan Sadis di Medan

Regional
Perempuan Pekerja Kafe Dibunuh dan Mayatnya Dibuang di Kolam Buaya, Ini Motif Pelaku

Perempuan Pekerja Kafe Dibunuh dan Mayatnya Dibuang di Kolam Buaya, Ini Motif Pelaku

Regional
Pengakuan Siswi SMP yang Menikah dengan Remaja 17 Tahun: Saya Bingung Mau Ngapain Lagi...

Pengakuan Siswi SMP yang Menikah dengan Remaja 17 Tahun: Saya Bingung Mau Ngapain Lagi...

Regional
Ibu Hamil Nyaris Melahirkan Saat Antre Pencairan BPUM di Bank

Ibu Hamil Nyaris Melahirkan Saat Antre Pencairan BPUM di Bank

Regional
5 Demonstran Jadi Tersangka Perusakan DPRD Jember, AMJ: Kami Minta Maaf, Mereka Bukan Bagian Kami

5 Demonstran Jadi Tersangka Perusakan DPRD Jember, AMJ: Kami Minta Maaf, Mereka Bukan Bagian Kami

Regional
Hubungan Asmara Tak Direstui, Gadis Penjual Kopi Nekat Gantung Diri

Hubungan Asmara Tak Direstui, Gadis Penjual Kopi Nekat Gantung Diri

Regional
Angin Kencang Terjang Kabupaten Timor Tengah Utara, 7 Rumah Warga Rusak Berat

Angin Kencang Terjang Kabupaten Timor Tengah Utara, 7 Rumah Warga Rusak Berat

Regional
Dianiaya Paman dan Bibi gara-gara Kencing, Balita 4 Tahun Ini Trauma, Menangis Jika Ketemu Orang Asing

Dianiaya Paman dan Bibi gara-gara Kencing, Balita 4 Tahun Ini Trauma, Menangis Jika Ketemu Orang Asing

Regional
Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Nasib Sial Pemandu Karaoke, Menolak Diantar Pulang Tamu, Malah Dipukuli Sampai Pingsan

Regional
Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Longsor Terjang Caringin Sukabumi, Mushala Hancur, 2 Rumah Rusak, Ada Retakan Tanah di Areal Persawahan

Regional
Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Belajar dari Erupsi 2010, Warga Lereng Merapi Dirikan Komunitas Siaga

Regional
'Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang'

"Saya Kaget Waktu Dengar Ada yang Jatuh, Ketika Dilihat Ternyata Orang"

Regional
Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Kakek 60 Tahun dengan Keterbelakangan Mental Tewas Dipukuli Pakai Bambu oleh Tetangganya

Regional
Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Tersangka Perusakan Kantor Nasdem Makasar Bertambah, Jadi 13 Orang

Regional
KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

KASN: Aparatur Sipil Negara yang Suami atau Istrinya Maju Pilkada Serentak Wajib Cuti

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X