Gadis 16 Tahun di Bantaeng Dibunuh Keluarga, Sosiolog: Bukan Murni Penegakan Adat

Kompas.com - 14/05/2020, 19:23 WIB
Aparat kepolisian di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan tengah merilis kasus pembunuhan terhadap seorang gadis yang diwarnai kerasukan massal dan penyanderaa. Rabu, (13/5/2020). KOMPAS.COM/ABDUL HAQ YAHYA MAULANA T.Aparat kepolisian di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan tengah merilis kasus pembunuhan terhadap seorang gadis yang diwarnai kerasukan massal dan penyanderaa. Rabu, (13/5/2020).

 

BANTAENG, KOMPAS.com - Pembunuhan terhadap seorang gadis remaja yang diawali dengan kesurupan massal dan penyanderaan di Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan menggemparkan warga.

Pembunuhan berdalih adat siri itu mendapat respon yang berbeda dari pandangan sosiologi.

Di mata sosiolog, kasus pembunuhan tersebut bukanlah murni untuk menegakkan adat melainkan ada motif lain. 

Baca juga: Dua Kakak Kandung Pembunuh Gadis di Bantaeng Terancam Hukuman Mati

Hal tersebut diungkapkan sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof Tahir Kasnawi, yang dihubungi melalui telepon seluler kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2020).

"Sebenarnya adat siri itu adalah hukum adat yang mulia sebab sebenarnya untuk menjaga martabat kaum wanita. Namun fenomena yang terjadi di Bantaeng itu bukanlah murni penegakan adat namun ada motif lain," kata Prof Tahir.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Tahir melanjutkan, dari fakta yang terjadi dimana ada fenomena kesurupan dan ada penyanderaan, maka hal tersebut bukanlah murni penegakan adat.

Sebab, menurut dia, penegakan adat untuk memulihkan nama baik keluarga itu terjadi secara spontanitas.

Tahir juga menjelaskan bahwa adat siri memang telah menjadi pedoman hidup bagi masyarakat di Sulawesi Selatan.

Penegakan siri bagi pelanggar adat memang cenderung diwarnai dengan kekerasan dan hal tersebut sudah tidak relevan di zaman modern sekarang ini

"Sekali lagi saya katakan bahwa adat siri itu adalah hukum adat yang mulia sebab selama ratusan tahun hukum adat tersebutlah yang menjaga martabat kaum wanita. Namun ada beberapa hal hukum adat siri itu yang sudah tidak relevan dengan zaman modern sekarang ini," kata Tahir.

Baca juga: Ini Alasan 2 Kakak di Bantaeng Bunuh Adiknya, Gadis 16 Tahun, dengan Sadis

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Lewat Care Visit, Dompet Dhuafa Pererat Hubungan Mustahik dan Muzakki

Regional
Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Wujudkan Kesetaraan Gender, Pemkab Dharmasraya Raih Anugerah Parahita Ekapraya

Regional
Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Peringati WCD, Dompet Dhuafa Bersama Tabur BankSa Tanam 1.000 Pohon Bakau

Regional
Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar 'Jemput Bola' Vaksinasi Warga

Jelang PON XX Papua, Kodam Cenderawasih Gencar "Jemput Bola" Vaksinasi Warga

Regional
Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Tangsel Raih Anugerah Parahita Ekapraya, Walkot Benyamin: Ini Bentuk Komitmen Wujudkan Kesetaraan Gender

Regional
Lewat '1000 Baju Baru', Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Lewat "1000 Baju Baru", Dompet Dhuafa Penuhi Kebutuhan Pakaian Muslim Yatim Piatu

Regional
Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Dukung Penanggulangan Covid-19, YPMAK Serahkan Bantuan kepada PMI Pusat

Regional
Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Bertemu Ganjar, Dubes Denmark: Kami Tertarik Investasi di Jateng

Regional
Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Bersihkan Pesisir Mattiro Sompe, Sulsel, Dompet Dhuafa Kumpulkan 1,2 Ton Sampah

Regional
Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Kiat Bupati Dharmasraya Turunkan PPKM ke Level 2, dari Vaksinasi Door-to-Door hingga Gerakan 3T

Regional
Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.