MUI Maluku: Jangan Anggap Remeh Covid-19, Shalat Id di Rumah Saja

Kompas.com - 14/05/2020, 16:33 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

AMBON, KOMPAS.com - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Maluku, Ustaz Abdullah Latuapo mengimbau warga Muslim Maluku, khususnya yang ada di Kota Ambon, sebaiknya tidak menjalankan Shalat Id berjamaah di masjid.

Demi kebaikan bersama, kata Abdullah, sebaiknya warga menjalankan shalat Id di rumahnya masing-masing saja.

Dengan begitu, pencegahan penyebaran virus corona melalui pengumpulan massa yang banyak dapat dihindari.

“Sesuai dengan fatwa MUI Nomor 28 Tahun 2020, maka kami mengimbau warga Muslim di Maluku, khususnya Kota Ambon agar shalat Id dari rumah saja, jangan pandang enteng masalah ini, karena kalau terjadi sesuatu yang lebih parah, siapa yang mau disalahkan,” kata Abdullah, kepada Kompas.com, Kamis (14/5/2020).

Baca juga: Update Corona di Maluku: Tambah 12 Kasus Positif, Salah Satunya Bayi 6 Bulan

Penyebaran Covid-19 di Maluku, khususnya Kota Ambon, lanjut dia, saat ini sangat mengkhawatirkan.

Sehingga, warga perlu menyadari bahwa penyebaran virus tersebut harus dilawan oleh semua pihak, termasuk masyarakat.

Menurut Abdullah, fatwa MUI soal panduan shalat id di tengah situasi pandemi saat ini sudah sangat jelas dan tepat.

Karena itu, ia meminta masyarakat Maluku, khususnya Kota Ambon, yang telah ditetapkan sebagai zona merah, sebaiknya shalat id di rumah saja.

“Apalagi di Ambon yang sudah zona merah, jadi mari kita ikut anjuran pemerintah, kita taati fatwa MUI untuk kebaikan kita bersama,” kata dia.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Menyoal Status Zona Hijau Kota Tegal, Pengamat: Sibuk Pencitraan, Masyarakat Jadi Korban

Regional
Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Menghalangi Penangkapan Buronan Narkoba, 11 Orang Jadi Tersangka

Regional
Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Diam-diam, SMP di Brebes Tetap Berlangsungkan Belajar Tatap Muka

Regional
Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Guru Mengaji di Makassar Diduga Cabuli Muridnya Usia 9 Tahun Saat Mengajar

Regional
Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Buaya Pemangsa Seorang Ibu Rumah Tangga Ditangkap Warga

Regional
Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Pemalsuan Data Pemilih untuk Pilkada Bisa Dipidana

Regional
Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Data Pasien Corona Bocor, Plt Kepala Dinkes Kepri Diperiksa Polisi

Regional
Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Siasat SD di Kulon Progo Entaskan Masalah Belajar Jarak Jauh, Pakai HT

Regional
Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Kasus Covid-19 di Kota Tegal Melonjak, Pengamat: Pemkot Terlalu Euforia Zona Hijau

Regional
Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Kereta Api Lokal Merak Beroperasi Mulai 11 Agustus 2020, Ini Jadwalnya

Regional
Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Tambah 71 Kasus Positif Covid-19 di Maluku, Penambahan Tertinggi dalam Sehari

Regional
1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

1 Korban Terseret Ombak Pantai Goa Cemara Bantul Ditemukan Tersangkut Jaring Nelayan

Regional
Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Mudik Semobil dengan Teman Sekantor yang Ternyata Positif Covid-19, Perantau Ini Terinfeksi

Regional
'Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas'

"Masyarakat Pakai Masker karena Mereka Takut Saat Melihat Petugas"

Regional
40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

40 Pegawai Gedung Sate Positif Covid-19, Setengahnya Warga Kota Bandung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X