Kompas.com - 14/05/2020, 06:43 WIB
Sekretaris Daerah Pemprov Kalsel, Abdul Haris Makkie memberikan keterangan pers terkait naiknya status Kalsel dari siaga darurat menjadi tanggap darurat, Sabtu (21/3/2020). Diskominfo KalselSekretaris Daerah Pemprov Kalsel, Abdul Haris Makkie memberikan keterangan pers terkait naiknya status Kalsel dari siaga darurat menjadi tanggap darurat, Sabtu (21/3/2020).

BANJARMASIN, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk tiga daerah penyangga Kota Banjarmasin serentak diterapkan pada, Sabtu (16/5/2020).

Ketiga daerah tersebut yakni Kota Banjarbaru, Kabupaten Barito Kuala dan Kabupaten Banjar.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel Abdul Haris Makkie mengatakan, secara umum ketiga daerah tersebut sudah siap melaksanakan PSBB.

"Kami tadi sudah sepakat bahwa PSBB akan dimulai pada Sabtu Pukul 00:00 Wita sesuai dengan protokol penanganannya," ujar Abdul Haris Makkie dalam keterangan yang diterima, Rabu (13/5/2020) malam.

Baca juga: 3 Daerah Penyangga Banjarmasin Terapkan PSBB, Pemprov Kalsel Matangkan Persiapan

Haris mengatakan, sisa waktu yang ada akan digunakan gugus tugas ketiga daerah  melakukan sosialisasi dan juga mematangkan persiapan-persiapan lainnya.

Terpenting, lanjutnya, yang patut diperhatikan selain sistem pengamanan dan kesehatan, juga jaring pengaman sosial bagi warga yang terdampak.

"Pada dasarnya sudah siap semua, dari hal yang bersifat teknis maupun non teknis, pengamanan, kesehatan dan juga jaring pengaman sosial sampai dengan lembaga atau unsur-unsur yang menangani PSBB tersebut," ungkapnya.

Menurut Haris, untuk memaksimalkan pelaksanaan PSBB di ketiga daerah penyangga itu, akan diterbitkan Peraturan Gubernur atau Pergub.

Baca juga: PSBB Banjarmasin Tahap Kedua, Masih Banyak Toko Non-Sembako yang Berjualan

Pergub tersebut akan mengatur ketentuan PSBB secara umum dan disesuaikan dengan peraturan wali kota dan bupati yang melaksanakan PSBB.

Sementara perwali dan perbup akan mengatur ketentuan lainnya secara khusus masing-masing daerah.

"Kami sudah menyiapkan Pergub untuk pelaksanaan PSBB di kabupaten kota, Pergubnya sudah ada pedoman tentang pelaksanaan itu, nah persoalan nanti ada jam malam atau aturan lain, itu tergantung daerah masing-masing," katanya.

Sementara itu, untuk sanksi bagi setiap pelanggaran tetap akan diberlakukan.

Namun, berbeda dengan PSBB di Banjarmasin, untuk pelaksanaan PSBB di ketiga daerah itu akan mengedepankan etika dan humanisme.

"Kita sepakat bahwa pada pelaksanaan sanksi itu tetap mengedepankan etika, humanis dan rasa kemanusiaan karena kita juga harus memahami psikologi masyarakat," tegasnya.

Diberitakan sebelumnya, tiga daerah penyangga Kota Banjarmasin secepatnya akan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB).

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kalsel M Muslim mengatakan, Pemprov Kalsel segera menyiapkan langkah agar pelaksanaan PSBB betul-betul efektif.

"Tim gugus tugas, baik provinsi maupun kabupaten/kota berkoordinasi memantapkan langkah-langkah dalam menyusun pergub yang nantinya akan disesuaikan dengan peraturan masing-masing wali kota dan bupati yang menerapkan PSBB," ujar Muslim.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X