Ada Relaksasi PSBB, Bus AKAP di Terminal Kota Tegal Belum Beroperasi

Kompas.com - 14/05/2020, 05:57 WIB
Ilustrasi terminal bus Jessi CarinaIlustrasi terminal bus

TEGAL, KOMPAS.com - Bus antarkota antarprovinsi (AKAP) belum terlihat beroperasi baik datang maupun keluar dari Terminal Bus Kota Tegal, Jawa Tengah, Rabu (13/5/2020).

Padahal, Kementerian Perhubungan Republik Indonesia sudah merelaksasi moda transportasi boleh kembali beroperasi mulai 7 Mei 2020 kemarin.

Kepala Terminal Tipe A Kota Tegal Soeprawito mengatakan, saat ini hanya ada angkutan maupun perusahaan otobus (PO) dengan trayek lokal atau dalam provinsi.

"Hingga hari ini belum ada bus AKAP terlihat di terminal. Hanya ada PO lokal seperti jurusan Semarang," kata Soeprawito saat dihubungi Kompas.com.

Baca juga: Relaksasi PSBB Kota Tegal, Ganjar: Kontrol Masyarakat Tetap Diperketat

Sebelum ada larangan mudik oleh pemerintah, kata dia, terminal biasanya ada belasan hingga puluhan PO AKAP dari berbagai jurusan. Utamanya dari Jabodetabek.

Bahkan, tiga PO yakni PO Dewi Sri, PO Dedy Jaya, dan PO Sinar Jaya yang biasanya mendominasi membawa penumpang dari Tegal ke Jabodetabek dan sebaliknya juga belum terlihat.

"PO Dedy dan Dewi belum nampak. Ada PO Sinar Jaya tapi mungkin memilih berangkat dari agen langsung tidak masuk terminal," kata Soeprawito

Menurut Soeprawito, kelonggaran transportasi umum yang hanya diperbolehkan untuk membawa penumpang dengan empat kriteria, disebut membuat masih sepi penumpang.

"Mungkin karena sepi penumpang ketimbang merugi akhirnya banyak PO yang belum beroperasi," kata Soeprawito.

Baca juga: Relaksasi PSBB Jabar Dimungkinkan, Ini Penjelasan Ridwan Kamil

Dijelaskan Soeprawito, Kementerian perhubungan hanya memperbolehkan PO mengangkut penumpang dengan empat kriteria.

Pertama bagi penumpang dalam perjalan dinas lembaga pemerintahan ataupun swasta.

Kemudian perjalanan bagi pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat.

Selanjutnya bagi penumpang yang berstatus pekerja migran, WNI dan pelajar yang berada di luar negeri, serta penumpang yang anggota keluarganya meninggal dunia, dan harus menunjukan identitas diri serta surat bebas Covid-19.

"Karena alasan itu mungkin PO belum beroperasi. Atau mungkin juga ada PO yang beroperasi tapi tidak masuk ke terminal, mereka langsung melalui jalan tol karena Kota Tegal hanya lintasan," pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X