Kompas.com - 13/05/2020, 13:56 WIB

MAUMERE, KOMPAS.com- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT) mencanangkan program belajar mengajar melalui radio Suara Sikka, 104.9 FM, selama pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Program belajar lewat radio ini telah berjalan sekitar tiga minggu. Tapi, tak seluruh siswa bisa belajar sembari mendengarkan radio dari rumah.

Seperti siswa SMPN Pruda, Desa Pruda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.

Lokasi Desa Pruda yang berada di pedalaman Sikka, menyulitkan siswa mendapatkan sinyal yang bagus untuk mengakses siaran radio tersebut.

Para guru SMPN Pruda terpaksa membentuk kelompok belajar untuk memfasilitasi siswa yang tak memiliki akses mendengarkan pelajaran lewat radio.

Meski sinyal radio di SMPN Pruda juga susah, para guru memutar otak. Salah satunya, memasang perangkat radio di atap sekolah, sehingga siaran terdengar jelas.

Dua radio bercorak hitam merah diletakkan di atas atap bangunan sekolah yang terbuat dari kayu dan bambu itu.

Baca juga: Cerita Mahasiswa NTT Kesulitan Ikuti Kuliah Online, Terpaksa Pinjam Ponsel Tetangga

"Itu satu-satunya langkah agar kami bisa mendengarkan suara dari siaran pembelajaran dari radio. Kalau tidak simpan di atas atap, siarannya tidak dapat," kata salah satu guru SMPN Pruda, Audatus Helmus Buko kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Selasa (12/5/2020).

Audatus mengatakan, satu kelompok belajar berisi empat orang siswa. Dalam sehari, sebanyak dua kelompok belajar yang datang ke sekolah.

Satu kelompok belajar ditempatkan di dalam kelas, lainnya di luar kelas. Langkah itu dilakukan agar siswa tetap menjaga jarak saat belajar.

Meski dalam kondisi susah sinyal, Audatus dan rekan lainnya tetap tulus membimbing para siswa.

"Sedih memang kondisi ini, tapi tetap dinikmati. Paling penting anak-anak memperoleh pendidikan," kata Audatus.

Kondisi itu tak membuat semangat belajar siswa turun. Siswa SMPN Pruda tetap antusias mendengarkan materi pelajaran sambil duduk di bawah pohon di halaman sekolah.

Foto : Seorang guru di SMPN Pruda, Desa Puda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, menyimpan radio di atas atap sekolah.Dokukmen guru SMPN Pruda Foto : Seorang guru di SMPN Pruda, Desa Puda, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, menyimpan radio di atas atap sekolah.

Audatus mengapresiasi keputusan Pemerintah Kabupaten Sikka mencanangkan program belajar mengajar lewat radio.

Akses telekomunikasi sangat terbatas di sekitar lokasi SMPN Pruda. Mereka hanya bisa memanfaatkan fitur telepon dan pesan singkat. Sementara jaringan internet tak ada.

"Kalau andalkan belajar online seperti yang di kota itu, kita di pedalaman tidak bisa. Bukan hanya kendala di sinyal, tetapi juga di fasilitas seperti televisi dan ponsel. Bagaimana mau belajar online kalau itu semua tidak ada," kata Audatus.

Audatus berharap pemerintah memperhatikan ketersediaan akses telekomunikasi di wilayah itu. Sehingga, siswa tak kesulitan mengakses siaran radio dan internet.

Sementara itu, Kepala Dinas PKO Kabupaten Sikka Mayela Da Cunha mengatakan, program kegiatan belajar mengajar lewat radio itu sangat efektif dilaksanakan di tengah pandemi virus corona baru.

Baca juga: Hindari Kumpul-kumpul Saat Pandemi, Surat Kelulusan Siswa-Siswi SMA di NTT Diantar Guru

Menurutnya, siswa tetap harus mendapatkan materi pelajaran selama pandemi Covid-19. Radio, kata dia, menjadi media paling efektif untuk menyampaikan materi.

"Minggu ini adalah minggu ketiga dalam program KBM melalui Radio Suara Sikka untuk masa KBM 1 bulan, " kata Mayela kepada Kompas.com melaui pesan singkat.

Mayelea tak menutup kemungkinan program belajar lewat radio diperpanjang jika pandemi virus corona masih berlanjut.

Langkah ini diperlukan agar anak-anak tak ketinggalan pelajaran.

"Ke depan metode ini akan dipikirkan untuk keberlanjutan program belajar jarak jauh dengan media radio meskipun KBM mulai normal di sekolah," tambahnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Regional
Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Tekan Inflasi, Siswa SD dan SMP di Kota Madiun Tanam Cabai di Sekolah

Regional
BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

BERITA FOTO: Tanah Bergerak, Akses Jalan Kampung Curug Rusak Parah

Regional
Yogyakarta Mengembalikan 'Remiten' dari Mahasiswa

Yogyakarta Mengembalikan "Remiten" dari Mahasiswa

Regional
Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Temui Dubes RI di Mesir, Gubernur Syamsuar: Kami Sedang Bangun Pariwisata Syariah

Regional
Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Kunjungi Al-Azhar Kairo Mesir, Gubernur Syamsuar: Kita Coba Jalin Kerja Sama Antar-perguruan Tinggi

Regional
Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Di Balik Misteri Terbunuhnya PNS Saksi Kunci Kasus Korupsi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.