4 Fakta di Balik Tragedi Pesawat Jatuh di Danau Sentani, Jasad Masih di Kokpit...

Kompas.com - 13/05/2020, 03:40 WIB
Pesawat Quest Kodiak 100 PK-MEC milik MAF, yang jatuh di Danau Sentani, Jayapura, Selasa (12/5/2020). ilankrt1.blogspot.comPesawat Quest Kodiak 100 PK-MEC milik MAF, yang jatuh di Danau Sentani, Jayapura, Selasa (12/5/2020).

KOMPAS.com - Sejumlah fakta terungkap saat tragedi jatuhnya pesawat perintis milik Mission Aviation Fellowship (MAF) jatuh di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Selasa (12/5/2020).

Menurut perwakilan Komisi Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT), pesawat yang dipiloti Joice Lin (40) itu jatuh sekitar pukul 06.29 WIT, sesaat setelah lepas landas dari Bandara Sentani pukul 06.27 WIT.

Sementara itu, sang pilot Joice sempat meneriakkan "May Day" sebelum hilang kontak. Joice ditemukan meninggal dunia dalam kecelakaan pesawat tersebut.

Petugas terkait masih melakukan investigasi terkait penyebab kecelakaan pesawat tersebut. 

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Hilang kontak setelah 2 menit take off

Pesawat dengan nomor penerbangan PK-MEC tersebut dilaporkan lepas landas pada pukul 06.27 WIT dari Bandara Sentani.

Selang dua menit, tepatnya 06.29, pesawat yang dipiloti Joice Lin itu hilang kontak.

"Pukul 06.27 pesawat take off. Pukul 06.29 pesawat lost contact," kata Kepala Kantor SAR Jayapura Zainul Thahar dalam keterangan tertulisnya, Selasa pagi.

Baca juga: Pilot Pesawat yang Jatuh di Danau Sentani Ditemukan Meninggal

2. Jatuh di Danau Sentan
Petugas Basarnas menuju lokasi pesawat terbang milik maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF) yang jatuh di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (12/5/2020). Pesawat perintis dengan nomer penerbangan PK-MEC  tujuan Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara, Papua jatuh di perairan danau Sentani sekitar pukul 6.29 WIT yang menyebabkan seorang pilot asal Amerika Serikat Joice Lin meninggal dunia.DOK. SAR Petugas Basarnas menuju lokasi pesawat terbang milik maskapai Mission Aviation Fellowship (MAF) yang jatuh di Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Selasa (12/5/2020). Pesawat perintis dengan nomer penerbangan PK-MEC tujuan Distrik Mamit, Kabupaten Tolikara, Papua jatuh di perairan danau Sentani sekitar pukul 6.29 WIT yang menyebabkan seorang pilot asal Amerika Serikat Joice Lin meninggal dunia.

Norbert Tunyanan, perwakilan KNKT, menyatakan, pesawat MAF jatuh di Danau Sentani, Papua.

Sebelumnya, menurut Tunyanan, pilot pesawat sempat memberi kode "Mayday...mayday" sebelum pesawat mengalami kecelakaan.

Kode tersebut terdengar jelas oleh pilot di pesawat-pesawat yang berada di frekuensi radio 119,1.

"Saya sudah terima laporan yang menyatakan tim SAR sudah menemukan jenazah pilot pesawat MAF dengan kode penerbangan PK-MEC setelah menyelam di Danau Sentani," kata Tunyanan, seperti dilansir Antara, Selasa pagi.

Baca juga: Pilot Pesawat yang Jatuh di Danau Sentani Ternyata Sarjana TI Lulusan MIT

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Relawan PMI Gunungkidul Hampir Setiap Hari Makamkan Korban Covid-19

Regional
Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Misteri Mayat Anak Perempuan di Subang, Ada Lelaki yang Letakkan Karung Sehari Sebelum Penemuan

Regional
Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Ahli Waris Korban Sriwijaya Air SJ 182 Terima Santunan Rp 50 Juta

Regional
Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Pengakuan Pelaku Usai Bunuh Wanita Teman Kencan di Hotel: Saya Takut Dipenjara

Regional
Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Bupati Pati Buka Masker Saat Sesi Foto Kondangan, Ganjar: Mau Foto, Mau Enggak, Tidak Boleh

Regional
Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Kristen Gray Bakal Diperiksa soal Twit Ajak Warga Asing ke Bali Saat Pandemi Covid-19

Regional
Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Kristen Gray Gunakan Visa Kunjungan untuk Masuk Bali Awal 2020, Alamatnya Kini Terdeteksi

Regional
Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Kebun dan Tambang Ilegal 17 Juta Hektar, Dedi Mulyadi: Negara Rugi Dua Kali

Regional
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Sejauh 1.800 Meter ke Arah Kali Krasak dan Boyong

Regional
Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Puting Beliung Terjang Rote Ndao, 17 Rumah Warga Rusak

Regional
Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Gubernur Bengkulu Diperiksa KPK Terkait Kasus Suap Edhy Prabowo, Ini Komentar Pengacaranya

Regional
48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

48 Lansia di Banyumas Positif Covid-19 Usai Jalani Tes Cepat Antigen

Regional
Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Komisi IV Ungkap Kebun dan Tambang Ilegal di Indonesia 17 Juta Hektar

Regional
Penyebab Kasus Covid-19 di Solo Masih Tinggi meski Sudah Terapkan PPKM

Penyebab Kasus Covid-19 di Solo Masih Tinggi meski Sudah Terapkan PPKM

Regional
Walkot Solo Sebut Kasus Covid-19 Masih Tinggi karena Imbas Libur Natal dan Tahun Baru

Walkot Solo Sebut Kasus Covid-19 Masih Tinggi karena Imbas Libur Natal dan Tahun Baru

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X