Fakta Baru Jenazah Terlilit Sarung di Bogor, Ternyata Teman Ngobrol Ibu Muda yang Disekap

Kompas.com - 12/05/2020, 14:26 WIB
Dokter Forensik Rumah Sakit (RS) Polri Soekanto dan Unit Identifikasi Polres Bogor, memeriksa  jenazah perempuan yang ditemukan terkubur di belakang rumah kontrakan AA (37), Desa Kapasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dok Polres BogorDokter Forensik Rumah Sakit (RS) Polri Soekanto dan Unit Identifikasi Polres Bogor, memeriksa jenazah perempuan yang ditemukan terkubur di belakang rumah kontrakan AA (37), Desa Kapasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Kepolisian Bogor mengungkap fakta terbaru jenazah perempuan yang ditemukan terkubur terlilit sarung di belakang rumah kontrakan, Desa Kapasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

jenazah tersebut meninggal di tangan AA (37), yang tak lain adalah penganiaya SM (17) istri sirinya. 

Seperti diketahui, AA sebelumnya diamankan polisi di rumah kontrakannya setelah dilaporkan oleh SM karena penganiayaan.

Pada saat Berita Acara Pemeriksaan (BAP), SM menyebutkan bahwa terdapat sebuah makam di belakang rumah kontrakan AA.

Lima hari kemudian, petugas Forensik RS Polri dibantu tim Automatic Fingerprint Identification System (Inafis) Polres Bogor, membongkar makam tersebut.

Baca juga: Makam di Rumah Penyekap Ibu Muda Dibongkar, Ditemukan Jasad Terlilit Sarung

Jenazah dalam kondisi rusak, terlilit sarung

Polisi akhirnya menemukan jenazah perempuan dalam kondisi terlilit sarung dan sudah mengalami kerusakan.

Kapolsek Parung Panjang Kompol Nundun Radiama mengatakan, hasil pengembangan penyelidikan bahwa SM mengakui bilai jenazah itu merupakan seorang perempuan berinisial DN (20).

"Korban penyekapan (SM) mengaku yang meninggal dunia ini perempuan usia 20 tahun dan identitas lain sama sekali tidak ditemukan," ucap Nundun kepada wartawan, Senin (11/5/2020).

Nundun menjelaskan, kasus ini memiliki kaitan dengan korban penganiayaan SM.

Baca juga: Fakta Baru Kasus Penganiayaan Ibu Muda, Polisi Temukan Kuburan di Belakang Rumah

DN dibawa AA untuk jadi teman ngobrol SM

DN sengaja dibawa oleh pelaku AA untuk dijadikan teman istri sirinya SM yang sudah lama disekap di dalam kamar.

"Jadi karena terlalu lama disekap mungkin mereka jenuh dan meminta kepada pelaku untuk dicarikan teman berbagi rasa (ngobrol)," katanya. 

"Akhirnya  menyanggupi untuk mencari teman dan ditemukan DN yang mempunyai perilaku kurang normal sehingga dibawalah ke rumah untuk menemani." 

"Pada saat dipertemukan antara keduanya SM dan DN ini punya kecocokan dan bisa berdialog," imbuhnya.

Baca juga: Ibu Muda di Bogor Disekap dan Dianiaya Suami, Berhasil Kabur Loncat dari Plafon Toilet

 

AA marah karena kopinya dingin

AA (37), penganiaya dan penyekap istrinya yang baru 17 tahun. Perbuatan kasar AA terungkap setelah istrinya berhasil kabur melalui plafon toilet. Keduanya menikah siri sejak istrinya berusia 13 tahun. Dok Istimewa AA (37), penganiaya dan penyekap istrinya yang baru 17 tahun. Perbuatan kasar AA terungkap setelah istrinya berhasil kabur melalui plafon toilet. Keduanya menikah siri sejak istrinya berusia 13 tahun.
Usut punya usut, meninggalnya DN dan larinya SM bermula dari kemarahan AA karena masalah kopi yang dibuat SM.

AA yang benar-benar gelap mata langsung melempar gelas kopi itu kepada SM karena sudah dianggap dingin.

Melihat hal itu, SM ketakutan dan nekat meloncat lewat plafon kamar mandi melewati terowongan.

"Pelaku ini memerintahkan korban untuk membuat satu gelas kopi setelah dibuatkan pada saat mau diminum airnya dingin dia marah-marah. Gelasnya itu ditumpahkan dan dilemparkan ke muka korban," katanya. 

"Kemudian SM ini lari keluar karena ketakutan diperkirakan AA ini akan membawa samurai untuk menghabisinya," lanjut dia.

Baca juga: Penyebab Ibu Muda Disekap Suami di Bogor, Cekcok karena Korban Tak Bisa Masak

SM lari, DN diminta membujuk kembali

Tak lama kemudian, kata Nundun, pelaku kemudian meminta DN untuk membujuk SM kembali masuk ke dalam rumah.

Namun, kondisi DN yang saat itu sakit kemudian terjatuh.

AA yang sudah kehilangan kesabaran tiba-tiba menginjak kepala korban hingga menyebabkan luka pendarahan.

"Pada saat dia (DN) jatuh, kaki pelaku ini menginjak kepala sehingga  terbentur dan ada luka pendarahan," ujar Nundun.

Selain dibenturkan, berdasarkan pengakuan SM bahwa perempuan berusia 20 tidak sadarkan diri.

Pelaku bahkan tidak membawa DN ke dokter dan hanya dirawat seadanya hingga akhirnya meninggal dunia.

Baca juga: Ada Luka Benda Tumpul di Jenazah Terlilit Sarung di Rumah Penyekap Ibu Muda

 

Pendarahan di otak, tak dibawa ke dokter

Kepolisian dan tim forensik RS Polri melakukan penggalian makam misterius di Desa Kapasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/5/2020). Tampak SM (17), korban penganiayaan dan penyekapan suaminya AA (37) menunjukkan lokasi makam ke polisi. KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSAN Kepolisian dan tim forensik RS Polri melakukan penggalian makam misterius di Desa Kapasiran, Kecamatan Parung Panjang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (8/5/2020). Tampak SM (17), korban penganiayaan dan penyekapan suaminya AA (37) menunjukkan lokasi makam ke polisi.
AA yang bekerja sebagai penjual roti keliling itu kemudian menguburkan DN dengan dililit sarung.

"Menurut keterangan daripada korban SM ini bahwa DN dalam keadaan sakit dan dibiarkan akhirnya meninggal dunia karena pendarahan di otaknya," terang Nundun.

Dia menjelaskan, hasil sementara Visum Et Repertum bahwa jenazah DN telah membusuk tersisa tulang belulang dan jaringan lunak yang sudah mencair.

Sedangkan, hasil otopsi ditemukan resapan darah pada tulang pelipis kiri, dan pendarahan pada otak sebelah kiri akibat kekerasan benda tumpul.

"Hasil sementara forensik bahwa ditemukan pendarahan di bagian otak sebelah kiri akibat kekerasan benda tumpul," jelasnya.

Baca juga: Tim Forensik RS Polri Kesulitan Identifikasi Identitas Jenazah Terlilit Sarung



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Hampir Rampung, Pembangunan Venue PON XX di Mimika Sudah 90 Persen

Regional
Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Beberapa Tempat di Medan Dijadikan Lokasi Isolasi, Walkot Bobby Protes Keras Gubernur Sumut

Regional
Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Kesawan City Walk Ditutup Sementara, Begini Penjelasannya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X