Viral Video Bupati Temanggung "Kongkow" saat Pandemi Corona, Ini Faktanya

Kompas.com - 12/05/2020, 11:53 WIB
Bupati Temanggung M Al Khadziq sedang bersantai di Pendopo Pengayoman yang menjadi posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung belum lama ini. ISTIMEWABupati Temanggung M Al Khadziq sedang bersantai di Pendopo Pengayoman yang menjadi posko Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Temanggung belum lama ini.

TEMANGGUNG, KOMPAS.com - Bupati Temanggung, Jawa Tengah, M Al Khadziq belum lama ini menjadi sorotan warganet setelah videonya viral di media sosial.

Dalam video itu, Khadziq terlihat duduk sembari bermain gitar.

Tampak di sampingnya sebuah minibar yang menyajikan beragam kopi lengkap dengan baristanya.

Sekilas Khadziq terlihat sedang berada di sebuah kafe.

Hal itu memicu reaksi warganet yang sebagian besar mengkritik perbuatan Khadziq tak pantas saat pemerintah menggalakkan gerakan #dirumahaja selama pandemi Covid-19.

Saat dikonfirmasi, Khadziq menyangkal dirinya sedang nongkrong di kafe.

Baca juga: Pasien Positif Corona di Temanggung Tambah 11 Orang, 8 dari Klaster Gowa

Dijelaskannya, foto dan video itu berada di Pendopo Pengayoman yang saat ini dijadikan sebagai Posko Gugus Tugas Covid-19 Kabupaten Temanggung. 

Di salah satu sudut posko, terdapat rak-rak kopi arabica dan robusta asli Temanggung untuk pelepas dahaga para anggota gugus yang baru pulang menjalankan tugas.

Untuk foto dan video yang viral, dirinya beserta beberapa anggota gugus tugas hendak memulai rapat untuk mempersiapkan rencana operasi masker di seluruh pasar di Kabupaten Temanggung jelang lebaran.

"Pada saat itu masih ada dua orang yang belum hadir, maka sambil menunggu keduanya hadir ia berinisiatif minta diambilkan gitar untuk membuat suasana jadi rileks. Baru satu setengah lagu ternyata kedua orang itu hadir, maka bupati berhenti menyanyi dan langsung membuka rapat," ujar Khadziq dalam keterangan tertulis, yang diterima Selasa (12/5/2020).

Baca juga: Sebanyak 22 Jemaah Ijtima Ulama Gowa asal Temanggung Reaktif Covid-19

Adanya fasilitas kopi di posko semata-mata agar suasana tidak membosankan, setelah para anggota gugus tugas menangani percepatan Covid-19.

"Itu tempat untuk mengurusi seluruh masyarakat Temanggung yang sedang bergelut melawan virus corona. Kami persilakan masyarakat untuk melihat langsung ke posko, di sana anggota gugus bekerja siang dan malam," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X