Cerita Mahasiswa NTT Kesulitan Ikuti Kuliah Online, Terpaksa Pinjam Ponsel Tetangga

Kompas.com - 12/05/2020, 11:51 WIB
Aloysius Lamanepa (58), warga Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, saat menerima bantuan HP dari Bripka Abdul Asis. HP itu akan diberikan untuk anaknya Fortunatus Roland Lamanepa (20), yang digunakan untuk kuliah online KOMPAS.com/SIGIRANUS MARUTHO BEREAloysius Lamanepa (58), warga Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT, saat menerima bantuan HP dari Bripka Abdul Asis. HP itu akan diberikan untuk anaknya Fortunatus Roland Lamanepa (20), yang digunakan untuk kuliah online

KUPANG, KOMPAS.com - Fortunatus Roland Lamepa (20), mahasiswa di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), kesulitan mengikuti proses kuliah secara daring (online) selama pandemi virus corona baru atau Covid-19.

Roland yang kuliah sebagai mahasiswa semester III program studi teknologi budidaya perikanan, jurusan perikanan kelautan, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, tak memiliki ponsel untuk mengikuti kuliah online.

Ponsel Roland rusak sebelum perkuliahan online dimulai. Untuk tetap berkuliah, Roland terpaksa meminjam ponsel tetangga dan temannya.

Ia pun harus mengeluarkan uang untuk membeli pulsa dan paket internet agar bisa mengikuti perkuliahan online.

Tapi, Roland sudah seminggu tak bisa mengikuti perkuliahan online. Alasannya, tak ada uang untuk mengisi pulsa dan paket data internet.

Baca juga: Cerita Pelajar di NTT, Belajar Sambil Usir Burung yang Mengintai Padi di Sawah

Roland juga belum memiliki uang untuk memperbaiki ponselnya yang rusak.

Roland khawatir sudah berapa kali tidak mengikuti perkuliahan online. Apalagi, sebentar lagi memasuki masa ujian.

Sang ayah, Aloysius Lamanepa (58), berencana membeli ponsel untuk anaknya secara kredit. Tapi, rencana belum bisa dilakukan karena Aloysius masih membayar kredit sepeda motor untuk anaknya.

"Saya sudah kredit sepeda motor dan belum lunas. Sekarang saya mau kredit ponsel untuk Roland tetapi uang tidak cukup," kata Aloysius di kediamannya, Senin (11/5/2020).

Saat ini, Aloysius dan Roland tinggal di sebuah lahan kosong di RT 13/RW 05 Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, Kabupaten Kupang, NTT.

Sebuah rumah semi permanen yang dibuat berpetak-petak menjadi tiga kamar berdiri di lahan kosong tersebut. Mereka tinggal di sana sejak pindah ke Kupang pada 2014.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Perdik Sulsel Minta Pemerkosa Penyandang Disabilitas Dijerat Pasal Berlapis

Perdik Sulsel Minta Pemerkosa Penyandang Disabilitas Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Cemburu Baca Pesan di WhatsApp, Suami Cekik Istri 30 Menit hingga Tewas

Cemburu Baca Pesan di WhatsApp, Suami Cekik Istri 30 Menit hingga Tewas

Regional
Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujunnya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Anak Gugat Ibu Kandung, Kuasa Hukum: Tujunnya Bukan Fortuner, tetapi Mendamaikan

Regional
Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Tekan Lonjakan Kasus Covid-19, Wali Kota Madiun Padamkan Lampu Penerangan Jalan hingga Pagi Hari

Regional
Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Banyumas Tidak Perpanjang PPKM, Dinkes: Belum Ada Kabar Resmi

Regional
Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Baku Tembak dengan Polisi, Seorang Mantan Kepala Desa di Sumsel Tewas

Regional
Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Derita Ibu Digugat Anak Kandung: Kalau Rumah Disita, Saya Mau Tinggal Dimana Lagi

Regional
Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Jembatan Mataraman Sudah Kembali Tersambung, Bisa Dilalui Kendaraan

Regional
Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Air Mata Dewi Menetes Usai Digugat Anak Kandungnya karena Fortuner: Kok Saya Disia-siakan

Regional
'Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak'

"Sakit Pertama Saat Melahirkan, Sakit Kedua Saat Digugat Anak"

Regional
9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

9 Kecamatan di Aceh Tamiang Terendam Banjir

Regional
Seorang Ayah Gantung Diri di Pohon Asam, Diduga Usai Bunuh Putrinya hingga Alami Gangguan Jiwa

Seorang Ayah Gantung Diri di Pohon Asam, Diduga Usai Bunuh Putrinya hingga Alami Gangguan Jiwa

Regional
Anggota DPRD Mempawah Kalbar Segel Ruang Rapat dan Ruang Pimpinan

Anggota DPRD Mempawah Kalbar Segel Ruang Rapat dan Ruang Pimpinan

Regional
Sempat Tertunda, 222 Dosis Vaksin Akhirnya Dikirim ke Pulau Bawean

Sempat Tertunda, 222 Dosis Vaksin Akhirnya Dikirim ke Pulau Bawean

Regional
KPU Tetapkan Olly-Steven sebagai Paslon Terpilih Pilkada Sulut 2020

KPU Tetapkan Olly-Steven sebagai Paslon Terpilih Pilkada Sulut 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X