Serah Terima Stadion GBLA Tahap II, Pemkot Bandung Pinjam Barang Bukti dari Penegak Hukum

Kompas.com - 12/05/2020, 05:16 WIB
Tribune selatan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA). KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHATribune selatan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung akan mempercepat proses serah terima pengerjaan tahap kedua Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) dari PT Adhi Karya sebagai kontraktor pengembang.

Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana memastikan proses tersebut kini tengah berjalan dengan pendampingan oleh pihak Kejaksaan Agung.

“Barusan kita konferensi video dengan Kejaksaan Agung sehubungan dengan adanya permohonan dari PT Adhi Karya memfasilitasi proses serah terima GBLA tahap kedua. Pada dasarnya kami bersedia untuk segera memproses serah terima,” kata  Yana dalam rilis yang diterima Kompas.com, Senin (11/5/2020).

Baca juga: Bangunan Megah Banyak Masalah, Begini Duduk Perkara Polemik Stadion GBLA

Yana mengatakan, Kejaksaan Agung menganggap proses serah terima Stadion GBLA sudah bisa segera dilakukan meski saat ini masih menyisakan masalah adminstrasi.

Agar serah terima tahap dua bisa cepat terlaksana, PT Adhi Karya dan Pemkot Bandung diminta Kejaksaan Agung untuk melengkapi sejumlah syarat-syarat administrasi. 

“Pemerintah Kota Bandung akan segera melakukan proses administratif ke beberapa pihak terkait proses serah terima tahap kedua GBLA ini,” akunya.

Yana menjelaskan, sejumlah kelengkapan administrasi untuk mempercepat proses serah terima tahap kedua harus merunut kepada berkas asli yang kini disita oleh aparat penegak hukum sebagai barang bukti dalam penanganan kasus dugaan korupsi Stadion GBLA.

Menurut Yana, Kejaksaan Agung akan membantu Pemkot Bandung dan PT Adhi Karya agar berkas-berkas dan dokumen yang dibutuhkan untuk melengkapi syarat administrasi bisa dipinjam dari aparat penegak hukum.

“Ada beberapa barang bukti saat proses hukum diminta oleh aparat penegak hukum. Jadi kami ingin meminjam lagi barang bukti itu untuk melengkapi. Karena proses serah terima itu harus ada berkas-berkas administratif, harus yang asli, dan saat itu yang aslinya itu diserahkan pada saat proses hukum,” bebernya.

Selain soal administrasi, dalam proses mediasi tersebut juga membahas terkait solusi pengerjaan fisik, termasuk solusi jika ada bagian-bagian Stadion GBLA yang rusak.

Baca juga: Gara-gara Polemik Stadion GBLA, Persib Bandung Ingin Berkandang di SJH, tapi...

 

Pada prinsipnya, kata Yana, Pemkot Bandung dan PT Adhi Karya sudah sepaham untuk saling terbuka mencari solusi penuntasan masalah Stadion GBLA.

“Kalau fisik tidak fair juga, karena itu tahun 2014. Nanti dalam proses mediasi, kita ingin cek ulang. Tapi Adhi Karya belum tentu mau. Kalau ada kerusakan, misalkan ada, kita tanya baik-baik,  mau memperbaiki apa enggak. Kita cari win-win solution," tandasnya 



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

4 Fakta Satpol PP Rampas Uang Pengemis, Bermula Video Viral, Korban Histeris hingga 3 Orang Jadi Tersangka

Regional
Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Jenazah TKW Tak Bisa Dipulangkan karena Agen Minta Rp 32 Juta

Regional
'Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan'

"Menyampaikan Aspirasi dengan Demonstrasi Disangka Biang Kerusuhan"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

[POPULER NUSANTARA] Pria Penanam Ganja Ternyata Adik Mantan Wali Kota Serang | Nyanyikan Lagu yang Singgung Polisi Saat Demo, Mahasiswa Ditangkap

Regional
Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Fakta Honda Jazz Tabrak Truk Fuso, Selamat karena Tidur di Bagasi dan Dikira Ban Meletus

Regional
Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Tidur di Bagasi Honda Jazz, Ferdian Selamat dari Kecelakaan Maut di Tol Sumsel

Regional
Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Kronologi Bayi Ditemukan Dalam Tas Ransel di Madiun, Berawal dari Suara Tangis

Regional
11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

11 Penambang Batu Bara Tewas Tertimbun Longsor, 1 Korban Belum Teridentifikasi

Regional
Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Banten Catatkan Penambahan Kasus Tertinggi Covid-19, Disumbang dari Ponpes

Regional
Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Besok, Giliran Buruh Demo Tolak UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalsel

Regional
Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Hasil Rapid Test Reaktif, 58 Napi di Lapas Perempuan Denpasar Diisolasi di Sel Khusus

Regional
Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Dilarang Ikut Demo Tolak UU Cipta Kerja, Mahasiswa UGM Kemping di Kampus

Regional
Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Pasutri Spesialis Pembobol Jok Motor Ditangkap, Suami Ditembak Polisi

Regional
Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Gegara Knalpot Racing, Warga Antarkampung di Papua Ribut, Satu Terluka Dianiaya

Regional
Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Kecelakaan Beruntun di Jalan Jember-Lumajang, 2 Warga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X