Kembalikan Uang Bansos, Penjual Air Bersih: Tetangga Saya Lebih Membutuhkan

Kompas.com - 11/05/2020, 17:17 WIB
Simon Lunu Kase (67) warga Desa Nobi-Nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengembalikan bantuan sosial Rp 600.000 dari Pemerintah Pusat Dokumen PaulSimon Lunu Kase (67) warga Desa Nobi-Nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), yang mengembalikan bantuan sosial Rp 600.000 dari Pemerintah Pusat

KUPANG, KOMPAS.com - Tindakan terpuji dilakukan Simon Lunu Kase (67), warga Desa Nobi-nobi, Kecamatan Amanuban Tengah, Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Warga yang tinggal di pedalaman wilayah Pulau Timor ini berinisiatif mengembalikan dana bantuan sosial sebesar Rp 600.000 dari Pemerintah Pusat.

Simon menerima uang itu dari Kantor Pos dan Giro Niki-niki pada Jumat (8/5/2020).

Tak lama setelah menerima uang, Simon berniat mengembalikan uang tersebut. Simon merasa tak layak menerima uang itu.

Penghasilannya sebagai penjual air masih bisa memenuhi kebutuhan keluarganya.

Ia pun menghubungi Kepala Desa Nobi-nobi, tapi sang kepala desa tak mengangkat telepon tersebut.

Simon lalu menuju Kelurahan Niki-niki untuk mengembalikan uang itu.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Setelah Aniaya Istri dengan Gergaji, Suami Bunuh Diri Lompat dari Lantai 2

Simon menyerahkan uang itu ke Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten TTS Andri Penturi. Kebetulan, Andri sedang berada di Kelurahan Niki-niki.

Kepada Andri, Simon berpesan agar uang itu diserahkan kepada Nenek Henderina, seorang tetangganya yang hidup sendiri.

Simon mengaku iba dengan kondisi kehidupan ekonomi Nenek Henderina.

Henderina, kata dia, tinggal bersama seorang anaknya yang mengalami gangguan jiwa. Nenek Henderina pun dinilai lebih layak mendapatkan bantuan tersebut.

"Saya makan pakai ini uang jadi tidak enak, karena di samping saya ada yang lebih membutuhkan. Saya kasihan lihat Nenek Henderina. Tuhan tahu hati saya, kenapa saya mau kembalikan ini," kata Simon saat dihubungi Kompas.com, Senin (11/5/2020).

 

Sementara itu, Sekretaris Dinas Sosial Kabupaten TTS Andri Penturi menolak menerima uang Rp 600.000 yang dikembalikan Simon.

Menurut Andri, dirinya harus berkoordinasi dengan Kepala Dinas Sosial TTS. Ia pun meminta Simon menyimpan yang tersebut.

Ia akan memberi tahu Simon keputusan Dinas Sosial terhadap uang bantuan tersebut.

Dihubungi secara terpisah, Bupati TTS Epy Tahun membenarkan ada warganya yang menolak menerima bantuan dari pemerintah pusat.

Baca juga: Sebanyak 1.057 Paket Bansos Gubernur Jabar Return di Kantor Pos Karawang

Epy mengapresiasi tindakan Simon yang menurutnya sangat membantu pemerintah daerah.

"Iya betul, ada warga yang menolak bantuan itu. Mereka menyadari bahwa pengaruh Covid-19 ini terjadi juga pada usaha yang sementara digeluti. Tapi kalau dilihat dari kelayakan dan kepantasan, mereka memang tidak layak dan tidak pantas untuk menerima bantuan itu," ujar Epy.

Epy berterima kasih kepada Simon. Ia pun berharap masyarakat lain meniru sikap terpuji Simon.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Terima Penghargaan Green Leadership, Walkot Maidi: Jadi Kado Ulang Tahun Kota Madiun

Regional
Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Tinjau Vaksinasi di Tangsel, Wapres Minta Walkot Benyamin Lakukan 3 Hal Ini

Regional
Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Lewat DD Farm, Dompet Dhuafa Berdayakan Masyarakat Korban PHK

Regional
Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Pemkab Ponorogo Berkolaborasi dengan Kemensos untuk Atasi Masalah Disabilitas Intelektual

Regional
Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Dibantu Kejari, Pemkot Semarang Berhasil Selamatkan Aset Negara Rp 94,7 Miliar

Regional
Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Kembali Perketat PKM di Semarang, Walkot Hendi Paparkan Aturan Kegiatan Sosial Baru

Regional
Jalankan Program 'Sarjana Mengajar', Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Jalankan Program "Sarjana Mengajar", Bupati Luwu Utara Rekrut SDM Berkualitas

Regional
Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Tinjau Ujian Sekolah di Daerah Terpencil, Bupati Luwu Utara: Alhamdulilah Berjalan dengan Baik

Regional
Bupati IDP Resmikan 'SPBU Satu Harga' di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Bupati IDP Resmikan "SPBU Satu Harga" di Seko, Masyarakat Kini Bisa Beli BBM Murah

Regional
Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Pengusaha Langgar Aturan, Walkot Bobby Robohkan Bangunan di Atas Drainase

Regional
100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

100 Hari Kerja Walkot Bobby Fokus Atasi Sampah, Walhi: Ini Langkah Tepat

Regional
Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Kejar Medali Emas, Provinsi Papua Kirim 14 Atlet Sepak Takraw ke PON XX 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X