Cerita Penyintas Banjir di Sukabumi, Kasur hingga Ijazah Terendam

Kompas.com - 11/05/2020, 14:18 WIB
Dua warga menggotong kasur yang terendam banjir untuk dijemur di Kampung Pangkalan, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (11/5/2020). KOMPAS.COM/BUDIYANTODua warga menggotong kasur yang terendam banjir untuk dijemur di Kampung Pangkalan, Kelurahan Situmekar, Kecamatan Lembursitu, Sukabumi, Jawa Barat, Senin (11/5/2020).

SUKABUMI, KOMPAS.com - Sejumlah warga korban banjir di Kota Sukabumi, Jawa Barat, Senin (11/5/2020) pagi masih membersihkan rumah dan menjemur perabotan rumah tangga.

Sebelumnya banjir terjadi saat berlangsung hujan dengan intensitas besar beberapa jam mengguyur Sukabumi, Minggu (10/5/2020) sore hingga petang.

"Biasanya kalau Sungai Cipanengah meluap tidak sampai ke dalam rumah, sekarang masuk ke dalam rumah," ungkap Enung (54) saat berbincang dengan Kompas.com ditemui di rumahnya Kampung Pangkalan, Kelurahan Situmekar, Lembursitu, Senin (11/5/2020).

Dia mengakui rumahnya terendam air  hingga sekitar 80 sentimeter secara tiba-tiba. Akibatnya perabotan rumah tangga, pakaian, tempat tidur tidak bisa diselamatkan semuanya terendam air.

"Ini juga berkas-berkas ijazah, rapor anak-anak semuanya ikut kebasahan," aku Enung.

Baca juga: Bayi 3 Bulan di Sukabumi Meninggal, Sering Kontak dengan Ayahnya yang Bolak-balik Jakarta

Menurut dia banjir besar akibat meluapnya sungai Cipanengah.hingga merendam rumahnya pernah terjadi sekitar 20 tahun lalu.

"Banjir besar seperti sekarang pernah terjadi duapuluh tahun lalu," ujar Enung.

Banjir besar Sukabumi, 20 tahun lalu

Hal senada diakui Johar (35) warga di Jalan Merdeka, Kampung Pangkalan Wetan RT 3 RW 6, Kelurahan Cipanengah. Dia pernah mengalami rumahnya kebanjiran besar sekitar 20 tahun lalu.

"Duapuluh tahun lalu banjirnya seperti kemarin. Rumah saya sekarang terendam hingga limapuluh sentimeteran, semua perabotan rumah terendam," aku Johar sambil memjemur kasur.

Baca juga: Terdampak Banjir Cilegon, PLN Banten Matikan 112 Gardu Listrik

Dia menuturkan selain beberapa rumah tetangganya yang terendam banjir luapan Sungai Cipanengah juga fasilitas pendidikan dan masjid ikut terendam. Ruas jalan di depan rumah juga terendam.

"Saat banjir banyak motor yang mogok, juga mobil. Seingat saya mendorong empat mobil yang mogok," tutur Johar.

"Pinggiran jembatan Sungai Cipanengah  ini juga jebol, bila dibiarkan saya khawatir merusak jembatannya," sambung dia.

Baca juga: Viral Foto Warga Padati Jalan di Sukabumi Saat Pandemi, Ini Penjelasan Wali Kota

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X