Kompas.com - 11/05/2020, 10:47 WIB
Ilustrasi. ThinkstockIlustrasi.

MAKASSAR, KOMPAS.com - Seorang warga tewas terkena anak panah rakitan dalam tawuran antarwarga di Kelurahan Pampang, Kecamatan Panakkukang, Makassar, Minggu (10/5/2020) pagi.

Kasi Humas Polsek Panakkukang Bripka Ahmad Halim mengatakan, tawuran tersebut melibatkan dua kelompok pemuda di Kelurahan Pampang.  Warga yang meninggal tersebut bernama Ali Usman (31).

"Korban terkena anak busur di bagian lehernya. Sempat dibawa ke RS Awal Bros tapi nyawanya tak tertolong lagi," kata Halim, Minggu malam. 

Baca juga: Polisi Tangkap 5 Pelaku Tawuran di Rawa Buaya Cengkareng

Tawuran ini bermula dari salah satu kelompok warga yang mendatangi kelompok warga lain pada Minggu sekitar 05.30 WIB.

Setelah sempat adu mulut, terjadi pelemparan anak panah.

"Tidak lama kemudian (salah satu kelompok warga) terprovokasi dan langsung keluar melakukan perlawanan," ujar Halim.

Halim mengatakan tawuran tersebut berlangsung selama sekitar 4 jam.

Baca juga: Hindari Tawuran Saat Sahur, Remaja Lompat ke Sungai Musi lalu Hilang

Para pelaku tawuran baru bubar ketika polisi yang berjaga di sekitaran fly over Makassar mendatangi lokasi kejadian.

Polisi masih memburu para terduga pelaku dan menelusuri motif tawuran yang terjadi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap 2 di Kota Makassar.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Ketua PWI Sumut Apresiasi Inisiatif Bobby Nasution Ajak Wartawan Berdialog

Regional
Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Bobby Nasution Akan Bangun Ruang Wartawan di Balai Kota Medan

Regional
Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X