Obituari Didi Kempot: Tentang Rasa Perih

Kompas.com - 11/05/2020, 06:16 WIB
Didi Kepot tampil di acara Kemendikbud yaitu Pekan Kebudayaan Nasional, Oktober 2019. Dok. Dokumentasi PKN 2019, Ditjen Kebudayaan KemendikbudDidi Kepot tampil di acara Kemendikbud yaitu Pekan Kebudayaan Nasional, Oktober 2019.

Jika kita membaca cuplikan syair lagu ke-3 (terakhir), "Pamer Bojo" di atas, kegetiran disodorkan dengan sebuah strategi tuturan: ia membenturkan benda/objek mati dengan mengandaikan asosiasinya dengan makhluk hidup, dengan membayangkan akan kepemilikan paling berharga, sang kekasih hati digadaikan. Sebuah kisah tragik.

Sebenarnya, Didi Kempot bisa juga kita kaitkan dengan bagaimana ia menyentuh problem psikologi personal dengan cara lain. Yaitu menggambarkan nasib manusia yang acapkali ringkih pada rasa sakit.

Ia memintalnya dengan isyarat-isyarat gugatan yang diredam justru oleh dirinya sendiri. Sebagai sebentuk penerimaan, nerimo, khas kosa-kata orang Jawa.

Seorang psikiatris, Elizabeth Kubler Ross, dengan buku On Death and Dying, meneliti orang-orang dalam kondisi sekarat secara klinis, dengan memahami gejala-gejala seperti fase-fase tertentu.

Berawal dari sikap penolakan, kemudian abai pada kondisi kritis karena mengidap penyakit berat. Seterusnya marah, dengan misalnya menyalahkan sistem perawatan rumah sakit dan tiba pada fase separuh berharap akan sembuh atau sebaliknya menjadi depresi, karena memikirkan kondisi menyakitkan menjelang mati, yang akhirnya bermuara pada kepasrahan.

Kondisi terakhr semacam itu, adalah sebuah pencerahan spiritual dengan memeluk setiap kemungkinan apa pun yang menimpa.

Didi Kempot, dengan indah, mungkin ia dalam pengalaman merangkai sebuah lagu, boleh kita tafsirkan dengan yang lain, tragiknya rasa sakit entah disebabkan oleh apa saja itu, mengungkapkan fase-fase saling tindih yang disebut Elizabeth Kubler Ross pendakian pada titik terakhir, yakni: ikhlas.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Rasa perih itu berangsur-angsur ambyar seketika.

Kita tak akan pernah lagi mendengar syair-syair baru yang merana tak terperi dari almarhum. Yang pasti ada banyak generasi yang membawa rasa perih itu dengan cara Didi Kempot bersenandung dengan lagu-lagu Campursari yang lain.

Sugeng Tindak Mas Didi, umpamane njenengan wis mulyo (nang Swargo), lilo aku lilo(Bambang Asrini Widjanarko, Kurator Seni)


 

 

 

Halaman:


26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi untuk 750 Narapidana

Regional
Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Rumah Jagal Anjing di Bantul Digerebek Polisi, 18 Ekor Dievakuasi, Ini Kronologinya

Regional
Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Orasi di STIM Budi Bakti, Ketua Dompet Dhuafa Minta Mahasiswa Punya 4 Karakter Profetik

Regional
Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Dijadikan Syarat PTM, Vaksinasi Pelajar di Kota Madiun Sudah Capai 90 Persen

Regional
Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Kisah Kuli Bangunan di Lampung Utara yang Wakafkan Upahnya untuk Bangun Masjid

Regional
Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Vaksinasi di Madiun Capai 77 Persen, Wali Kota Maidi: Akhir September Bisa 80 Persen

Regional
Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Soal APBD Rp 1,6 Triliun di Bank, Bobby: Segera Dimaksimalkan untuk Gerakkan Ekonomi Medan

Regional
Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Masjid Az Zahra di Lampung Utara Resmi Dibangun, Dompet Dhuafa Gelar Peletakan Batu Pertama

Regional
Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Kejar Herd Immunity, Bupati IDP Optimistis Vaksinasi di Luwu Utara Capai 90 Persen

Regional
Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Dongkrak Perekonomian Kota Madiun, PKL Akan Dapat Pembinaan Khusus

Regional
Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Lewat Kepiting Bakau, Pembudidaya di Konawe Raih Cuan hingga Rp 352 Juta

Regional
Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Berkat Proyek Investasi Pabrik Minyak Goreng Sawit, Luwu Utara Raih Juara 2 SSIC 2021

Regional
Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Upaya Berau Coal Sinarmas Atasi Pandemi, dari Bakti Sosial hingga Dukung Vaksinasi

Regional
Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Selain Dana Sponsor Rp 5 Miliar, PLN Investasi Rp 300 Miliar untuk Dukung PON XX Papua

Regional
Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Gerakkan Masyarakat untuk Tangani Pandemi, BNPB Gelar Pelatihan 1.000 Relawan Covid-19 di DIY

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.