Sanksi PSBB Surabaya Raya Tahap 2, Perpanjangan SIM Ditunda dan Tak Bisa Urus SKCK

Kompas.com - 09/05/2020, 23:07 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa Dok. Pemprov JatimGubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

SURABAYA, KOMPAS.com - Pembatasan Sosial Berskala Besar ( PSBB) tahap kedua yang diberlakukan di Surabaya Raya (Surabaya, Gresik, Sidoarjo) akan diberlakukan dengan lebih ketat.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, ada sejumlah sanksi administrasi yang diberikan kepada pelanggar aturan PSBB di Surabaya Raya.

"Sanksi administrasi yang disiapkan seperti menahan waktu perpanjangan SIM selama enam bulan dan penangguhan untuk pengurusan SKCK," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Sabtu (9/5/2020) malam.

Baca juga: PSBB Surabaya Raya Diperpanjang hingga 25 Mei 2020

PSBB tahap pertama, menurut Khofifah, adalah fase edukasi dan sanksi ringan.

"Tapi fase kedua, tindakan yang diambil akan lebih tegas," ucapnya.

Alasan perpanjangan PSBB Surabaya Raya salah satunya adalah, belum tercapainya beberapa indikator keberhasilan berdasarkan Permenkes 9 tahun 2020.

Indikator yang dimaksud seperti penurunan jumlah kasus Covid-19, penurunan angka kematian kasus Covid-19, dan tidak adanya penyebaran ke area wilayah baru atau terjadinya transmisi lokal.

Baca juga: Sepakati PSBB Malang Raya, Khofifah Ajukan Usulan ke Kemenkes

Jumlah kasus Covid-19 di Surabaya sendiri saat ini mencapai 667 kasus, dengan jumlah pasien yang meninggal dunia sebanyak 80 orang.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X