Cerita Ibu Pembunuh Hakim PN Medan, Pernah Ingatkan Jefri Hati-hati dengan Zuraida

Kompas.com - 09/05/2020, 15:11 WIB
Rini Siregar dan M Ipan Syarif memberikan keterangan di persidangan perkara pembunuhan hakim di PN Medan, Jumat (8/5/2020) KOMPAS.COM/MEI LEANDHA ROSYANTIRini Siregar dan M Ipan Syarif memberikan keterangan di persidangan perkara pembunuhan hakim di PN Medan, Jumat (8/5/2020)

MEDAN, KOMPAS.com - Empat saksi dihadirkan Jaksa Penuntut Umum Parada Situmorang dalam sidang lanjutan perkara pembunuhan hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan Jamaluddin di PN Medan pada Jumat (08/05/2020).

Keempat saksi tersebut yakni Rini Siregar, ibu dari terdakwa Reza dan Jefri. Kemudian M Ipan Syarif, abang dari Reza. Lalu Abdul Hadi yang sehari-hari bertugas sebagai satpam di Graha Johor, dan Agustin Munthe pedagang kelontong.

Dari keempat saksi, keterangan ibu terdakwa yang paling menarik. Perempuan 56 tahun itu mengaku tidak banyak mengetahui aktivitas anak-anaknya Jefri dan Reza, meski mereka hidup serumah.

Baca juga: Sidang Pembunuhan Hakim PN Medan, Sopir Zuraida Mengaku 5 Kali Diajak Membunuh Jamaluddin

 

Anak-anaknya pun tak pernah bercerita atau berkeluh kesah dengannya, kecuali Reza, masih mau curhat usaha lontong malam yang dibukanya.

Begitu juga dengan pembunuhan yang dilakukan kedua anaknya, ibu tiga orang anak ini lebih banyak menggeleng.

"Datang polisi ke rumah mengambil si Reza, subuh itu. Sampai detik ini belum pernah saya tanya, apa yang sebenarnya terjadi. Takut saya, kalau saya tanya, mereka semakin stres. Nanti kalau sudah selesai baru saya tanya..." kata Rini kepada majelis hakim yang diketuai Erintuah Damanik di PN Medan, Jumat (8/5/2020).

Baca juga: Cemburu pada Asisten Pribadi Suaminya, Istri Hakim PN Medan: Kau Alasanku Sakit Hati dan Bunuh Korban

Anak-anaknya terlihat biasa

Rini bilang, dirinya mengetahui ada pembunuhan hakim dari televisi, namun dia tidak mengetahui pelaku pembunuhan adalah kedua anaknya.

Jamaluddin, pria yang berprofesi sebagai hakim dan sebelum meninggal dunia menjabat humas PN Medan ditemukan tewas di dalam mobilnya pada 29 November 2019.

Sementara kedua terdakwa ditangkap pada 8 Januari 2020. Dalam rentang waktu itu, Reza selalu berada di rumah dan Jefri sering datang ke rumah ibunya, kedua terdakwa tidak ada menunjukkan gelagat yang mencurigakan.

"Biasa aja mereka..." ucapnya.

Baca juga: Sidang Pembunuhan Hakim PN Medan, Jaksa Jemput Saksi karena Takut Kesasar Lagi

Suasana menjadi emosional ketika salah satu dari tim penasihat hukum Jefri bertanya apakah sedari kecil anaknya pernah bermasalah, suka berantam atau melakukan hal yang aneh-aneh.

Mendengar pertanyaan ini, Rini sudah sesenggukan. Dia menghapus air matanya dengan jilbab merah yang dikenakannya. 

"Anak saya anak yang baik, anak yang patuh..." kata Rini menangis.

Dari layar telivisi, terlihat Reza dan Jefri menundukkan kepala ketika melihat ibunya menangis. Raut muka mereka seketika sedih.

Baca juga: Kepada Eksekutor Pembunuhan Suaminya, Zuraida Janjikan Rp 100 Juta untuk Umrah

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris di Gorontalo

Densus 88 Tangkap 7 Terduga Teroris di Gorontalo

Regional
PLN Klaim Sudah Beri Solusi Tagihan Pelanggan Capai Puluhan Juta Rupiah

PLN Klaim Sudah Beri Solusi Tagihan Pelanggan Capai Puluhan Juta Rupiah

Regional
Fakta 2 Agen Ganti Isi Galon dengan Air Biasa, Gunakan Tutup Segel Resmi, Ditangkap di Atas Truk

Fakta 2 Agen Ganti Isi Galon dengan Air Biasa, Gunakan Tutup Segel Resmi, Ditangkap di Atas Truk

Regional
Penipuan Bermodus Jual Gula dan Minyak Murah, Korbannya Merugi Ratusan Juta Rupiah

Penipuan Bermodus Jual Gula dan Minyak Murah, Korbannya Merugi Ratusan Juta Rupiah

Regional
Diduga Putus Cinta, Perempuan Muda Lompat dari Lantai 4 Penginapan di Bali

Diduga Putus Cinta, Perempuan Muda Lompat dari Lantai 4 Penginapan di Bali

Regional
Mantan Bupati Malang Dipecat dari PDI-P Karena Membelot di Pilkada

Mantan Bupati Malang Dipecat dari PDI-P Karena Membelot di Pilkada

Regional
Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, RS Covid-19 di Kabupaten Bogor Hampir Penuh

Imbas Kerumunan Rizieq Shihab, RS Covid-19 di Kabupaten Bogor Hampir Penuh

Regional
Derita Fransiskus, Bocah 7 Tahun yang Lumpuh dan Terbaring Lemas di Kereta Bayi

Derita Fransiskus, Bocah 7 Tahun yang Lumpuh dan Terbaring Lemas di Kereta Bayi

Regional
Kondisi Terkini Gunung Merapi, Titik Longsoran Baru dan Intensitas Gempa Guguran

Kondisi Terkini Gunung Merapi, Titik Longsoran Baru dan Intensitas Gempa Guguran

Regional
Oknum Pegawai Pelabuhan “Nyabu” dengan Teman Wanita, hanya Terancam Dimutasi

Oknum Pegawai Pelabuhan “Nyabu” dengan Teman Wanita, hanya Terancam Dimutasi

Regional
Gara-gara Hujan Deras hingga Laut Pasang, 4.235 Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir

Gara-gara Hujan Deras hingga Laut Pasang, 4.235 Rumah di Serdang Bedagai Terendam Banjir

Regional
Urus E-KTP Jelang Pilkada, Warga Berkerumun di Kantor Disdukcapil Makassar

Urus E-KTP Jelang Pilkada, Warga Berkerumun di Kantor Disdukcapil Makassar

Regional
Proyek Migas di Karawang Timur Rampung, Pasokan Gas di Jabar Aman

Proyek Migas di Karawang Timur Rampung, Pasokan Gas di Jabar Aman

Regional
4 Fakta Bupati Jombang Positif Covid-19, Sempat Isolasi Mandiri dan ASN Jalani Tes Swab

4 Fakta Bupati Jombang Positif Covid-19, Sempat Isolasi Mandiri dan ASN Jalani Tes Swab

Regional
Duduk Perkara Tagihan Listrik 2 Warga Gunungkidul Senilai Rp 60 Juta, Kesalahan Pencatatan dan Dibayar Nyicil

Duduk Perkara Tagihan Listrik 2 Warga Gunungkidul Senilai Rp 60 Juta, Kesalahan Pencatatan dan Dibayar Nyicil

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X