Pemprov Papua Tetap Tutup Bandara dan Pelabuhan meski Menhub Izinkan Transportasi Beroperasi

Kompas.com - 08/05/2020, 18:41 WIB
Wagub Papua Klemen Tinal KOMPAS.COM/DHIAS SUWANDIWagub Papua Klemen Tinal

JAYAPURA, KOMPAS.com - Pemprov Papua tetap menutup akses pintu keluar dan masuk bagi arus lalu lintas penumpang, baik di bandara maupun pelabuhan.

"Untuk konteks Papua mungkin untuk saat ini untuk manusia belum bisa, kalau barang silakan seperti selama ini," ujar Wakil Gubernur Papua Klemen Tinal, di Jayapura, Jumat (8/5/2020).

Baca juga: UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 8 Mei 2020

Pernyataan Klemen untuk menjawab pertanyaan terkait kebijakan Menteri Perhubungan yang memberi izin berbagai moda transportasi beroperasi kembali untuk mengangkut beberapa jenis penumpang.

Klemen menilai kebijakan tersebut sah saja dikeluarkan oleh pemerintah pusat.

Namun, Pemprov Papua menganggap kebijakan itu belum dapat diterapkan di Papua, karena awal ditemukannya kasus positif virus corona merupakan kasus impor.

"Historinya tidak ada yang tiba-tiba (kasus corona) muncul di Papua, dari situ baru menyebar. Sehingga dengan sejarah seperti ini, kita untuk sementara belum bisa. Penerbangan barang tidak masalah karena membawa alat-alat, bahan–bahan yang dibutuhkan. Tetapi untuk masyarakat sipil yang tidak punya kepentingan di Papua, untuk sementara kami belum bisa izinkan demi kebaikan masyarakat," kata Klemen.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Menhub Izinkan Transportasi Beroperasi, Ini Tanggapan Ridwan Kamil

Keterbatasan fasilitas kesehatan dan tenaga medis menjadi alasan utama Pemprov Papua cepat menutup akses keluar masuk.

Dengan penutupan tersebut, maka pemerintah daerah di Papua bisa lebih fokus mengatasi masalah yang ada di dalam tanpa ada potensi masuknya virus corona dari luar.

"Jadi jika semakin banyak orang datang kemampuan kita untuk mengatasi hal seperti itu belum bisa dengan melihat semua aspek yang ada. Maka untuk sementara kita belum mengizinkan," kata Klemen.

Penutupan akses keluar dan masuk ke Papua telah dilakukan sejak 26 Maret 2020 dan telah tiga kali diperpanjang dengan batas waktu terakhir hingga 6 Juni 2020.

Adapun jumlah kasus positif virus corona di Papua mencapai 265 kasus, dengan 186 pasien dirawat, 72 orang telah sembuh, dan 7 orang meninggal dunia.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

AOE 2021 Dimulai Besok, Jokowi Dipastikan Hadir Buka Acara

Regional
Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Dukung Pesparawi XIII, YPMAK Beri Bantuan Rp 1 Miliar

Regional
9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

9 Pemda di Papua Raih WTP, Kemenkeu Minta Daerah Lain di Papua Termotivasi

Regional
Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Capai Rp 72,46 Triliun, Realisasi Investasi Jabar per Januari-Juni 2021 Peringkat 1 Nasional

Regional
Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Temui Gus Yasin, Ridwan Kamil Sebut Jabar Ingin Berbagi Pengalaman dan Investasi di Kota Lama Semarang

Regional
Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Lewat Bidan Desa, Satgas Jabar Beri Kemudahan Akses Vaksinasi Lansia

Regional
Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Resmi Dilantik, Sekda Baru Pemprov Papua Diharapkan Akselerasi Kebijakan Daerah

Regional
Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Kafilah STQH Jabar Dilepas ke Tingkat Nasional, Ini Pesan Kang Emil untuk Mereka

Regional
Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Targetkan Netral Karbon pada 2050, Indika Energy Tanam 21.000 Mangrove

Regional
Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Kepada Dubes Australia, Ridwan Kamil: Jabar Nomor Satu Destinasi Investasi

Regional
PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

PON XX Segera Berakhir, Disorda Papua Siapkan Tim untuk Rawat Venue

Regional
Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Beri Wejangan untuk Arsitek dan Seniman, Kang Emil: Jangan Menua Tanpa Karya dan Inspirasi

Regional
Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Lewat Aplikasi Sekoper Cinta, Atalia Ridwan Kamil Perluas Jangkauan Belajar Perempuan Jabar

Regional
Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Ciptakan Integrasi Ekosistem Data, Pemprov Jabar Gagas “Ekosistem Data Jabar”

Regional
Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Wagub Uu Minta Masyarakat Aktif Kembangkan Potensi Wisata di Desa Jabar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.