Sebuah Desa di Trenggalek Punya Cara Tersendiri untuk Bantu Warganya yang Terdampak Covid-19

Kompas.com - 08/05/2020, 16:28 WIB
Ilustrasi uang pinjaman. Dok. KredivoIlustrasi uang pinjaman.

TRENGGALEK, KOMPAS.com –  Desa Sukowetan di Kecamatan Karangan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur, memiliki cara tersendiri dalam membantu warga yang terdampak Covid-19, Jumat (8/5/2020).

Setiap warga desa yang terdampak corona, menerima bantuan sebesar Rp 250.000 yang diambil dari dana Unit Pengumpul Zakat (UPZ).

Tidak sekadar mengandalkan bantuan dari pemerintah pusat, Pemerintah Desa Sukowetan juga memaksimalkan tanggung jawab perusahaan (corporate social responsibility/CSR BUMDes).

Baca juga: Gara-gara Corona, Pemkab Mimika Usul ke Jokowi Tutup Sementara Operasional Freeport

Hasil pengumpulan donasi dari UPZ telah membantu sebanyak 43 keluarga yang paling terdampak Covid-19, di mana setiap keluarga menerima bantuan sebesar Rp 250.000.

"Kami masih ada dana sekitar 8 juta dari CSR dan dari Bumdes kami yang akan kami gunakan untuk penanggulangan Covid-19," ujar Kepala Desa Sukowetan, Sururi, di kantor desa, Jumat.

Penerima bantuan diutamakan warga yang belum ter-cover bantuan dari pemerintah.

Bupati Trenggalek Mochammad Nur Arifin ketika berkunjung ke Desa Sukowetan, mengapresiasi langkah yang diambil pemerintah desa ini dalam membantu warganya.

Diharapkan, inovasi seperti yang dikelola oleh Desa Sukowetan, bisa menginspirasi desa-desa lain di wilayah Trenggalek, untuk saling membantu.

Dari data di Desa Sukowetan, sebanyak 52 persen keluarga menerima bantuan langsung dari Kementerian Sosial RI, dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Inovasi ini dinilai sangat bermanfaat bagi warga lain, yang belum masuk sebagai penerima bantuan pemerintah.

Baca juga: Update Corona di Jatim: Tambah 45 Kasus Positif dan 5 Pasien Sembuh

"Saya terima kasih ke Kepala Desa Sukowetan, sudah antisipasi. Sehingga ketika diburu waktu, sebenarnya ada warganya yang miskin tapi KTP-nya belum sempat terdaftar sebagai penduduk sini. Maka, sementara di-cover dulu lewat sumber-sumber pendanaan yang lain," ujar Mochammad Nur Arifin.

Selain itu, langkah yang diambil oleh pemerintah desa Sukowetan merupakan bentuk nyata, sesuai arahan pemerintah pusat terkait penanganan dampak Covid-19.

"Baik itu arahan mengenai transparansi, adanya layanan pengaduan hingga di tingkat desa, dan juga adanya daya kreatif untuk mencari sumber pendanaan jika mendapati masyarakat miskin yang belum tersentuh bantuan dari pemerintah," ujar Nur Arifin.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Regional
Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Mendaki Gunung Ijen dengan Bupati Banyuwangi, Puan: Keren Banget...

Regional
Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Suster Maria Zakaria Meninggal dalam Kebakaran di Perumahan Biara

Regional
Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Hari Tanpa Bayangan di Majalengka, Warga Berbondong Mencobanya di Ruang Terbuka

Regional
Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Gadis 17 Tahun Tewas di Hotel dengan Luka Tusuk, Polisi Periksa CCTV

Regional
Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Tingkatkan Fasilitas Publik, Wali Kota Hendi Upayakan Pembangunan Lapangan Olahraga Dimulai pada 2021

Regional
Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Ada 7 Luka Tusuk di Mayat Perempuan Muda Dalam Hotel di Kediri

Regional
[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

[POPULER NUSANTARA] Hamil Tua, TL Bekerja Sebagai PSK| Kisah Cinta Gadis Perancis dan Pria Lombok

Regional
Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Perjalanan Kasus Gilang Fetish Kain Jarik, Terbongkar dari Utas Twitter, 25 Korban, Pelaku Dikeluarkan dari Unair

Regional
Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Usai Pelantikan Bupati Asmat di Jayapura, Massa di Kota Agats Rusak Rumah Dinas hingga Kantor KPU

Regional
Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Kisah Cinta Indra dan Melissa Wanita Perancis, Berawal dari Pohon Kelapa, Berlanjut di Cobek Batu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X