Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Pesta Hura-hura Kelulusan Siswa-siswi SMA di Tengah Wabah Corona

Kompas.com - 06/05/2020, 14:34 WIB
Rachmawati

Editor

Permintaan maaf itu disampaikan oleh siswa siswi melalui media sosialnya.

"Siswa sudah mengakui (perbuatannya) itu, lalu minta maaf. Mungkin cukup di situ saja. Untuk kelanjutannya, saya juga akan menghubungi kepala sekolahnya nanti," kata Kaharudin melalui sambungan telepon, Senin (4/5/2020).

Baca juga: Siswa-siswi SMA di Riau yang Fotonya Viral Rayakan Kelulusan dengan Aksi Coret-coret Minta Maaf

Sekolah diminta tinjau ulang kelulusan

Sementara itu Dewan Pendidikan Provinsi Riau meminta agar Dinas Pendidikan Riau segera mengambil langkah untuk menyelesaikan permasalahan terkait aksi siswa-siswi telah mencoreng dunia pendidikan ini.

"Jika perlu kepala sekolah meninjau kembali surat keputusan tentang kelulusan, atau menahan ijazahnya dan tindakan lain sesuai dengan peraturan yang berlaku terhadap oknum siswa-siswi yang melakukan tindakan tidak senonoh. Itu dengan alasan pertimbangan nilai karakter (budi pekerti) mereka belum memenuhi standar kelulusan," terang Zulkarnaen.

Ia mengaku prihatin dan meyayangkan kejadian tersebut.

Baca juga: Meski Ada Pandemi Corona, Perguruan Tinggi Diminta Tak Tunda Kelulusan Mahasiswa

"Kejadian yang terjadi di saat kita baru sehari memperingati Hari Pendidikan Nasional. Ini tidak hanya mencoreng dunia pendidikan Riau, tetapi juga masyarakat Riau sebagai masyarakat yang berbudaya Melayu," ungkap Zulkarnaen, Selasa (5/5/2020).

Dia juga mengatakan aksi yang dilakukan para pelajar tersebut tidak menggambarkan sikap, perilaku, etika dan moral seorang siswa yang sedang menjalani pendidikan.

Aksi siswa tersebut sudah melampaui batas-batas etika dan moral yang diajarkan di sekolah.

Sementara itu, Kepala SMAN 1 Kunto Darussalam, Rapani tidak mau berkomentar terkait perilaku sejumlah siswanya itu.

Baca juga: PHK Massal, Lulusan SMA Hingga D3 Rela Jadi Asisten Rumah Tangga

Kompas.com sudah berulangkali mencoba konfirmasi. Namun sambungan telepon tidak dijawab dan pesan WhatsApp yang dikirim tidak dibalas, meski yang bersangkitan sedang online.

Sementara itu di Kota Bima, Nusa Tenggara Barat, para pelajar yang menggunakan seragam sekolah penuh coretan itu berkonvoi keliling Kota Bima setelah dinyatakan lulus, Rabu (8/4/2020).

Aksi dengan mengendarai sepeda motor itu meresahkan pengguna jalan lainnya. Mereka kemudian diamankan oleh aparat Polres Bima Kota.

Baca juga: Kendarai Motor yang Lampunya Mati, 3 Lulusan SMK Tewas Tertabrak Truk

"Kita dapat informasi ada pelajar yang ramai-ramai konvoi, kemudian kita ke lokasi. Ada belasan siswa-siswi kita amankan," ujar Kasat Binmas Polres Bima Kota, AKP A Yamin saat dihubungi, Rabu.

"Mereka sudah dilarang dan sekolah juga sudah diliburkan agar siswa tidak ke luar rumah, tapi mereka malah nekat melakukan konvoi. Kegiatan seperti ini tidak pantas dilakukan di tengah pandemi Covid-19, makanya kita langsung ambil tindakan," ujarnya

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Idon Tanjung, Syarifudin | Editor: Farid Assifa, Aprillia Ika, David Oliver Purba)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com